• MATA FATIMAH

    Siang menjelang sore itu saya tiba di Santorini . Airport yang kecil di pulau kecil ini hiruk pikuk dengan turis yang datang ke tempat tersebut, dengan referensi teman mobil sewaan mobil kecil yang harganya kurang dari 50 euro perhari itu sudah terpakir manis di luar. Seorang pria meminta saya untuk mengisi formulir dan menandatangani beberapa berkas, dan menunjukan beberapa detail kecil, lalu setelah mengetes keliling bandara beberapa putaran untuk membiasakan setir kiri, maka.......

  • TULUM

    Mendengar Mexico sendiri mind set saya langsung teringat film telenovela, dan karena pemain film nya cakep-cakep dan ganteng-ganteng saya makin ngebet ingin mengunjungi tempat ini. Namun tentu saja Mexico bukan tentang pria bertopi sombrero dan makanan nya yang terkenal di mancanegra, namun juga kaya akan reruntuhan bangsa Maya, yang untuk saya adalah Jackpot, bagaimana tidak pergi ke salah satu pantai yang dekat terindah di laut Karibia dengan reruntuhan bangsa Maya, asik nya! Nah Jika kamu berkunjung ke Mexico dan kebetulan menyukai wisata alam seperti pantai dan sekaligus pecinta reruntuhan Tulum adalah jawabannya, tempat ini merupakan kombinasi dari pantai, zona arkeologi, dan sekaligus kota....

  • NUSA LEMBONGAN

    Sudah sering kali ke Bali namun baru kali ini kesampaian mengunjungi Pulau Nusa lembongan dan Nusa cenigan, yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali, pulau ini sering disebut-sebut juga sebagai Gili island nya Bali. Awalnya trip ini tidak direncanakan sama sekali, namun muncul tiba-tiba selagi iseng melihat-lihat harga tiket, 3 hari sesudah lebaran tiketnya ternyata lumayan murah, maka spontan saja beli tiket, dan perjalanan kali ini saya mengajak anak dan ibu saya untuk berlibur......

  • JURNAL DI PHUKET

    Jalan-jalan ke pantai adalah favorit saya, karena terbiasa dimanjakan oleh pantai dengan pasir putih, kemilau air yang jernih, pohon kelapa yang daunnya melambai sepoi-sepoi tertiup angin dan langit yang berwarna biru cerah, saya jadi sangat picky untuk tidak pergi ke pantai yang terlalu crowded dan kotor. Menikmati pantai selagi liburan adalah hal penting untuk saya, karena itu juga saya selalu pilih-pilih tempat yang tidak terlalu turisti dan tidak terlalu banyak dikunjungi orang, alasannya selain tidak bisa bersantai, pantai yang dikunjungi banyak orang akan mengundang para pedagang asongan untuk selalu mengusik ketenangan, dan menurut pengalaman semakin banyak orang maka semakin banyak sampah yang terlihat di pantai......

  • Happy Budha

    Hampir di setiap kota besar selalu ada area penginapan untuk para backpacker atau budget traveler, dan saat saya mengunjungi Jogja setahun kemarin saya memutuskan untuk menginap di area yang dikenal dengan istilah kampung bule ini, nama jalanya dikenal dengan Jalan Prawirotaman. Jalan ini sebenarnya ada 3, yaitu Prawirotaman 1, 2 dan 3 namun yang paling digandrungi adalah yang pertama. Meskipun pada zaman dahulu area tempai ini adalah pusat penghasil batik cap dari keturunan Prawirotaman dan selain itu area ini adalah daerah markas prajurit Prawirotaman dan laskar pasukan hantu maut saat zaman perjuangan kemerdekaan.

Mie instan

Ibu saya mempunyai teman yang jarang sekali bepergian, beliau seorang guru dan setiap hari pulang dan pergi dijemput anak dan suami, jarang meninggalkan rumah apalagi sendirian, sepanjang hidupnya jarang pesiar dan yang ia ketahui nya bahwa dunia ini hanya sekitar yang ia lihat saja setiap hari, dan saat ibu saya bercerita pada beliau bahwa saya melakukan “backpacking with toddler ke Yunani” dia langsung berpikir kalo saya “wonder woman” .Sementara di belahan bumi lain, Martina seorang perempuan Eropa menganggap saya seorang turis biasa saja, seorang yang sedang pergi berllibur bersama anak. Dia adalah seorang backpacker yang sudah mengelilingi dunia selama bertahun-tahun dan telah melihat banyak hal, pengalaman travelingnya sangat banyak namun ia mengakui bahwa tak satupun dari perjalanannya itu, ia nikmati bersama seorang anak.
Saya sebenarnya tidak bisa menentukan apakah harus bersedih atau bergembira bagi kedua orang ini, untuk sebagian orang hidup dengan semua yang dia tahu seperti si ibu mungkin bisa lebih bersyukur dibanding dengen orang yang sering bepergian dan melihat banyak hal  seperti Martina sehingga jadi cenderungi kurang menghargai sesuatu yang sederhana, apalagi menghargai tempat yang biasa saja, karena toh di luar sana masih saja selalu ada tempat yang lebih indah, dan pola nya berlanjut tanpa henti, seperti sifat dasar manusia yang tidak pernah puas.   Mengacu pada kehidupan si ibu, untuk beberapa orang mungkin ogah hanya pergi berdua ratusan kilo meter dari rumah untuk bertandang ke rumah nya negeri para Dewa, seperti yang saya lakukan ini.
Saat itu saya dan Caty berada di Athena, memutuskan untuk melakukan ‘one day cruise menuju 3 pulau, Aegina, Phoros dan Hydra. Kita berdua sangat excited melihat ukuran kapal yang besar dan keadaan di dalam kapal cukup menyenangkan juga. Setelah kapal mulai berjalan 15 menit dari itu saya merasa mual, dan pusing, awalnya masih bisa saya tahan, karena saya masih sempat bisa menikmati pulau pertama Hydra yang sangat cantik, di pulau ini kita memutuskan untuk menaiki kedelai mengelilingi gang2 dengan rumah2 putih dengen pintu biru.
Screenshot_20180923-224200_Instagram-01
Trip ke dua menju Phoros sempat pusing juga, namun saya memaksakan makan buffet masakan fusion mediterania yang sudah disediakan, dengan musik dan hiruk pikuk orang saya merasa semakin buruk. karena sangat mual saya harus bulak balik ke toilet. Dan di pulau ke dua ini kita banyak menghabiskan waktu di kedai ice cream saja sambil berjalan-jalan ringan.
Screenshot_20180923-224134_Instagram-01
Setelah mengunjungi pulau terakhir mabuk laut saya makin menjadi, yang saya bisa lakukan hanya membenamkan wajah di meja saja, sambil sesekali berlari ke toilet, dan Caty yang baru berumur 4 tahun sangat perhatian sesekali ia membelai saya dan sesekali ia bermain-main sendiri melihat-lihat etalase dagangan yang berisi kalung-kalung mutiara nan cantik. Lalu tak lama dari itu saya meminta Caty untuk tetap bermain di kursi sebelah, karena saya ingin memejamkan mata sebentar.
Ketika terbangun saya tidak melihat dia di ruangan, saya mencarinya ke ruang makan , ke toilet, bahkan bertanya pada penjaga etalase tadi, tapi dia hilang, saya tidak melihatnya, sempat panik karena diluar angin kencang sekali muncul pikiran yang  buruk, ingin menangis rasanya….. Beberapa menit kemudian sosok anak kecil dengan rambut berantakan karena angin, mendekat, dan senyumnya terlihat jail. untunglah dia selamat.
Setelah beberapa menit tertidur saya merasa baikan dan saya menawari Caty memesan makanan atau snack namun tak ada satupun di menu yang menarik perhatian, Caty menunjuk ke etalase makanan, ada mie instan malaysia, dan karena itu juga yang membuat saya mood maka saya memesan mie tersebut. Namun rupanya staff di cafe dengan chef spesialis kebingungan dengan cara memasak mie instan tersebut. Kita menunggu lebih dari setengah jam (pasti sebelumnya tidak pernah ada yng pesan hihi)
Screenshot_20180923-224048_Instagram-01
Dan akhirnya mie intsan kita datang juga. Kita berdua menyantap mie itu sambil tertawa-tawa kecil diatas laut Agean  sambil melihat matahari terbenam. Dan warna sunset yang kemerahan menyinari wajahnya yang ceria, seperti wajah malaikat kecil yang bandel. Martina memang sudah mengelilingi dunia dan melihat ribuan sunset di tempat yang indah, namun dia tidak akan pernah merasakan perasaan melihat sunset dengan  seorang anak seperti caty yang mulutnya penuh dengan bumbu kuah mie instan …… : )



Share:

Gua pindul




Saat mengunjungi Jogjakarta September kemarin sekalian mengunjungi pantai  yang cantik di kawasan Gunung kidul, saya tertarik mampir ke area Beringharjo untuk ber-tubbing ria dan berenang. Objek wisata alam ini dari kota Jogja memakan waktu kurang lebih  sekitar 1 jam setengah, sepanjang jalan ada banyak petunjuk menuju Gua ini dan harus banyak bertanya jika tidak familiar dengen daerah ini.

Untuk masuk ke gua pindul ini dikenakan tarif 35000/orang dengan tiket ini sudah termasuk ban pelampung, safety jacket, asuransi keselamatan, jasa pemandu dan transport dari penjulan tiket ke area Gua tersebut. Dan sesampainya disana di depan mulut gua pemandu meminta wisatawan mulai duduk di atas ban yang terhubung dengan tali yang akan ditarik oleh si pemandu tersebut menuju kedalam gua.

Selama ban yang terus mengikuti aliran sungai sepanjang  kurang lebih 350 meter itu, sang pemandu menceritakan sedikitnya sejarah tentang asal muasal gua tersebut katanya Sejarah nya bahwa gua ini berawal dari perjalanan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang merupakan utusan Panembahan Senopati dari Kerajaan Mataram untuk mencari seorang bayi. Ketika bayi tersebut ditemukan keduanya membawa bayi tersebut ke arah timur yaitu wilayah Gunung Kidul yaitu di daerah.Sebelum menjadi sebuah objek wisata yang terkenal dan menjadi salah satu andalan kabupaten Gunung Kidul,

Goa Pindul awalnya hanyalah sebuah goa yang tak terawat dan menjadi sarang kelelawar dan pada suatu waktu warga bekerjasama dengan sejumlah mahasiswa yang melaksanakan pengabdian masyarakat desa Beji untuk membersihkan kawasan tersebut. Karena keunikannya goa ini kemudian dijadikan dan dikembangkan menjadi objek wisata alam. Dan pada tahun 2010 pemerintah Kabupaten Gunung Kidul meresmikan goa ini dengan nama Goa Pindul. Dari situlah kemudian objek wisata ini menjadi dikenal orang.


Karangmojo. Suatu saat bayi tersebut menangis. Kedua utusan itu pun lantas memandikan sang bayi. Ki Juru Mertani mencoba naik ke bukit. Ia kemudian menginjak tanah bukit tersebut. Dan dengan kesaktiaannya tanah itu pun menganga dan runtuh sehingga membentuk lubang yang terdapat aliran air di dalamnya. Setelah itu sang bayi pun di bawa turun dan akan dimandikan. Saat itulah pipi bayi itu terbentur (kebendhul) batu yang terdapat di goa. Nah, dari situlah kemudian berkembang nama Goa Pindul dari pipi yang terbentur (kebendhul).



Share:

Bob, i miss you...

Padahal saat smp dulu ketika mendengar musik Raggae, saya ogah-ogahan dan sedikit 'mencibir', karena saat itu saya sedang  asik beradaptasi dengan musik underground, jadinya saat saya sering mendengar musik raggae dari kamar paman, saya bersikap tak acuh saja. Favoritnya memang Bob marley, di kamarnya pun dipasang poster beliau dan juga bendera hijau kuning merah dengan logo cannabis. 

Dan sampai suatu hari tepatnya 11 tahun lalu saat akhirnya saya mulai memasuki dunia traveling dan memulai backpacking, seolah-olah si Bob ini ada dimana-mana, ia hidup lagi dan menjelma menjadi bentuk lain, suaranya saya dengar di semua tempat saya melangkah, dan saya baru ngeuh kalo style nya doi memang match banget dengan backpacker lifestyle, yang  penganut Rastafarian, anti kemapanan, hidup bebas, rambut bergaya dreadlocks, smoking pot,  dan serba menyatu dengan alam. Yup setiap saya datang ke  area backpacker heaven terutama area pantai semua bar, resto, dan penginapan dekat pantai lagu ini selalu berkumandang di udara, menggelitik apik dalam memori, membuat tempat-tempat itu jadi makin lengkap athmosfernya, dan seperti cannabis rasanya berada disana membuat saya kecanduan.

reggae-magic-bar2

Saat ini sakau rasanya berada di sebuah bar yang material dindingnya terbuat dari kayu,  dan atap yang dianyam rapi dan biasanya interiornya bergaya distress, gemerlap lampu warna-warni seperti yang sering dilihat di lampu natal tanpa style atau  lampu kecil saat perayaan 17 agustus di kampung. Disana  saya ingin duduk diatas bean bag, lazy bag  or whatever.. memandang laut dengan kaki penuh pasir pantai, berbincang-bincang dengan mu diantara deru ombak dan laut yang hampir keliatan menghitam setelah meninggalkan warna sunset emas dari kejauhan, menyantap penganan ringan dan minuman soda, beer, coctail  atau apalah yang membuat mu nyaman melihatku meminum nya..... mulai memandang bintang dan menatap bulan, musiknya tentu saja Bob Marley....

Share:

Naeomi

Jam sudah menjelang pukul 3 Naeomi masih berjalan disebelahku di pinggir sungai Seine dengan sempoyongan, dibawah topi baretnya lewat temaram lampu jalan yang kuning bisa kulihat pipinya memerah dia telalu banyak minum...dia sedang patah hati...

Naeomi sedikit meracau...dia bilang bahwa ada 3 jenis tipe pria di dunia ini...pria yang pertama adalah pria yang bisa membuat dia jatuh cinta....tipe yang kedua adalah tipe pria yang bisa meninggalkan dia dan tipe pria ke tiga adalah pria yang membuat hatinya hancur seumapama gelas yang dijatuhkan dari atas Eiffel tower....berserakan....menjadi sekecil atom......dan tidak mungkin bisa direkatkan lagi meski memakai lem terhebat di dunia sekalipun...

Namun malam ini dia meracau karena rindu.....karena kehilangan... karena tidak bisa bersama dengan pria yang dicintai nya...Naomi menangis dalam setiap malamnya....ia gelisah...ia gundah....ia menyerah pada kehidupan.....dan ia melampiaskan pada gelas-gelas anggur  putih dan bersloki-sloki alkohol .... menurut teori nya minum alkohol bukan untuk melupakan seseorang tapi justru untuk mengirim pesan lewat udara karena dia yakin orang itu juga sedang mereguk alkohol, satu alkohol dengan alkohol lain itu saling menguap dan berciuman di udara satu sama lain meskipun terpisah jauh....

Alkohol juga saling bergandengan tangan dan saling mengucapkan cinta sebelum dia memuai dan benar-benar hilang bersama udara.. ujarnya dengan yakin, kubiarkan saja dia meracau....kubiarkan dia berimajinasi .....kubiarkan dia berfantasi  .....

Naeomi menyeretku ke pinggir ke ujung tepian sungai dan mengajakku duduk disana ....ia lelah ujarnya.....kali ini ia merebahkan punggungnya dan mengadah ke langit....matanya berkaca-kaca  dibawah sinar bulan yang terpantul diantara riak air.... dan dia berkata.....dia mengatakannya dengan sungguh-sungguh... 'kamu tau....saat pikiranmu penuh akan senyumnya......setiap melihat tempat indah kau ingin habiskan disana bersamanya .....setiap kalian bertengkar kau hanya berpikir untuk cepat baikan dan meminta maaf meski kau yang benar....bahwa dipikiranmu hanya melulu tentang rencana yang akan kau habiskan dengan dia.... dan hatimu menangis membayangkan hidupmu tanpa dia...maka habislah hidupmu!' Naomi sangat serius, perlahan dia memeluku dan menangis di bahuku....menangislah Naeomi ... menangislah karena cinta......
Share:

Mata fatimah

Siang menjelang sore itu saya tiba di Santorini . Airport yang kecil  di pulau kecil ini hiruk pikuk dengan turis yang datang ke tempat tersebut, dengan referensi teman mobil sewaan  mobil kecil yang harganya kurang dari 50 euro perhari itu sudah terpakir manis di luar. Seorang pria meminta saya untuk mengisi formulir dan menandatangani beberapa berkas, dan menunjukan beberapa detail kecil, lalu setelah mengetes keliling bandara beberapa putaran untuk membiasakan setir kiri, maka.......  Voila, mobil itu resmi menjadi kendaraan saya selama sepuluh hari.

Jalan menuju Oia itu rupanya lumayan extrim jalannya menikung berkelok-kelok menanjak ke atas bukit, cukup berbahaya jika tidak hati-hati belum lagi setir kiri ini sangat-sangat  canggung, sehingga menjadi super sulit mendaki bukit menuju puncak.

Oia oh Oia! belum apa-apa saya sudah jatuh cinta, terlepas dari puluhan anak tangga yang harus saya lalui untuk sampai ke kamar dan legenda  angker yang melekat  bahwa dulunya tempat ini menjadi rumah bagi para dracula. Setelah check in saya begitu terkesima dengan pemandangan tebing  diluar kamar ini, laut yang memantulkan kilaun cahaya, sunset yang hampir muncul, para pengamen mulai mengumandangkan musik yang syahdu, dan anjing-anjing yang malas nampak damai dalam tidurnya.......Sore itu ratusan turis datang ke spot sunset, dan ratusan kamera pun memantulkan blitz dari puncak reruntuhan diatas bukit, dan turis-turis asia yang umumnya datang dengan kamera pro dan tripod, sudah tidak aneh!. Saat sunset toko-toko dan cafe ini juga sarat dipenuhi turis, sunset di Oia memang sangat legendaris, banyak orang datang ke Oia hanya untuk mengucapkan selamat tinggal pada matahari.

1915596_10207334617536827_3080924170062495560_n.jpg

Saat bergabung dengan kerumunan di atas bukit saya melewati toko souvenis dan memperhatikan gantungan yang sangat banyak. Saya ingat beberapa bulan lalu simbol itu saya pernah lihat di Marroco, karena penasaran saya bertanya, apa arti dari simbol itu pada perempuan penjual toko , 'Mam ... do you kno what is this symbol represent to?' 'oooh' ujarnya, seperti pertanyaan itu tidak aneh lagi baginya, mungkin puluhan orang bertanya setiap hari dan berkali kali pula ia menjelaskan. Nama dari gantungan ini adalah 'the eye of fatimah' apakah kamu tau nabi Muhamad , nabi nya orang islam?' mendengar itu saya tercekat, 'oh kebetulan saya muslim, tentu saja saya tahu siapa beliau' well kalo begitu saya tidak usah menjelaskan panjang lebar ujarnya sambil tersenyum. symbol ini menggambarkan kesetian, keimanan dan pertahanan melawan kesulitan , menurut kepercayaan symbol ini adalah bentuk dari perjuangan dan harga diri di kehidupannya. Simbol ini disebut juga Khamsa dalam bahasa arab artinya lima yaitu tangan kanan dan juga merupakan simbol dari pertahanan yang mewakili keselamatan, kekuasaan dan kekuatan dan mata itulah yang melindungi dari kejahatan setan.Dan symbol ini jangan heran jika banyak ditemukan di afrika utara dan negara timur tengah ujarnya menjelaskan.

turkish-touristic-souvenirs-cegn70

43577880-Traditional-greek-evil-eye-lucky-charm-in-Santorini-island-Cyclades-Greece-Stock-Photo.jpg

Oh lalu kenapa yunani juga menjual symbol-symbol ini ? kalo ini lebih cenderung dari kebudayaan negara tetangga, Turki. well souvenir dari negara yang berdekatan umumnya sama, dan meski banyak orang Turki membenci orang Yunani begitupun sebaliknya ada budaya yang tidak bisa lepas, maka tak heran jika souvenirs yang dijual juga cenderung mirip, symbol mata itu juga di Yunani disebut sebagai Matisama, yang berarti kekuatan setan yang lahir yang menimbulkan kecemburuan dan kedengkian, symbol ini biasanya ditempelkan pada bayi yang baru lahir, biasanya berupa gelang yang dipakaikan agar setan menjauhi mereka dari kekuatan setan dan segala hal negatif yang akan mempengaruhi. Mungkin dracula-dracula itu sudah pergi meninggalkan pulau ini sejak symbol ini dipakai hihi  :)

Share:
kisah poci-poci

IMG_20160523_214044

Diantara 2 poci teh yang rasanya berbeda aku bagai orang sekarat yang kekurangan infus cairan....haus dan haus rasanya...Terkadang dalam tiap tegukan aku suka mencampur satu teh dengan teh disebelahnya....kadang rasanya tak karuan, kadang terlalu pahit atau terkadang juga lidahku menangkap rasa dominan antara satu dengan yang lain....ingin aku menghargai pemandangan sempurna di depan mataku, tapi aku seperti tersihir, lupa bagaimana caranya menghargai....aku menjadi buta sekaligus dungu dan dehidrasi akut...

Dan Poci-poci ini adalah extacy...rasanya terus mengganggu, bahkan jika kureguk salah satu cangkirnya, belum habis setengah, aku sering merindukan cangkir teh disebelah yang aromanya makin mewangi protes sekuat-kuatnya minta isinya dicium, direguk, dicicipi, dipeluk lekukan badanya dalam genggaman dan cengkraman kuku yang tajam.

Cangkir itu tak acuh jika tergores, tak perduli jika harus terlihat cacat dan tak mengindahkan walau langit menertawakan....dan panas air teh tanpa belas kasihan hampir membakar bibirku, membuat lidahku mati rasa, kelu sedikit melepuh, namun cangkir itu bagai terkekeh dengan puas...sangat puas!

Pengulangan ini abadi... konsisten tidak berujung...

haaaah.....sudahlah biarlah begitu....

mau bagaimana lagi....

mungkin aku sudah terserang penyakit gila no 78!!!!



















Share:

Tertipu di Marrakesch

 Screenshot_20160525-142255-01

Tidak menyangka jika saya akan membenci kebanyakan pedagang di Marrakesch, dikerumuni hingga tak bisa pergi diperdaya hingga tak bisa memilih. Seperti siang itu saat saya mengunjungi pasar yang sangat turisti  Djema al fenna, tadinya berkunjung kesana hanya penasaran saja, namun ternyata benar saja apa kata orang, datang ke tempat ini seperti dirampok, melihat pertunjukan dancing snake saja ditagih 300 ribu, mereka kira semua turis itu berduit mereka tidak senang saat saya menyodorkan uang 20 ribu, dan mereka menjadi agresif dan menyebalkan, 'kau sudah difoto dengan ularku madame ujar mereka setengah berteriak' . Dongkol sekali rasanya, yup saya memang difoto dengan ular yang saya pikir cacing besar yang tambun :D

Screenshot_20160525-142113-01

Beberapa meter dari situ saya tiba-tiba ditawari henna, saya sudah menggeleng berulang, namun perempuan itu terus mengikuti malah tak habis akal ia menarik tangan saya dan mulai melukis dengan cepat sambil mengalihkan perhatian saya dengan berbicara, saya sudah bilang tidak untuk yang terakhir kalinya, namun taktik busuknya dengan mengatakan biarkan saya melukis di tanganmu karena saya menyukaimu itu berhasil. Dan benar saja begitu dia selesai dia mengatakan nah sudah jadi, ini semua hanya 200 ribu saja aku beri diskon untukmu, ujarnya, dan untuk kesekian kalinya saya mendapat pelajaran yang sama tidak ada penjual yang memberikan sesuatu secara cuma-cuma, jika mereka mengatakan kamu cantik, ganteng,  dan mereka sangat menyukaimu itu bullsihit, yang jelas mereka hanya ingin uangmu :D

Screenshot_20160525-142158-01 (1)

 Oya jika jalan ke pasar ini jangan mau mencicipi sesuatu jika kau tidak ingin membeli, mereka sangat pelit dan tidak suka jika orang hanya mencicipi, mereka terlihat marah jika kita tidak mau membeli, YUP meski mereka yang menawarkan mencicipi! :D

Screenshot_20160525-142123-01 (1)

 Hari berikutnya saya kena tipu nomer dua ada seorang pria berdiri di hotel tempat saya menginap. Karena bangunan megah tempat saya menginap itulah membuat pria itu menyangka saya adalah Billionaire, yah tak apalah dianggap begitu saya amien-kan saja :) dia menjanjikan membawa saya tour ke tempat tradisional. mendengar kata tradisional selalu membuat saya tertarik, dan dia mengatakan bayaran sebanyak 150 ribu saja untuk menunjukan tempat-tempat ini. 'That money is nothing for you lah... for new experience ujarnya'.

Esoknya ia membawa kita dengan Taxi harga tamu hotel yaitu 3 kali lipat dari taxi yang pernah saya pakai sebelumnya, menyebalkan, oh ya... Taxi di Marrakesch itu jika kosong bisa mengangkut penumpang lain nya dalam satu waktu jika tujuannya tak jauh dari penumpang sebelumnya, mirip semi angkot, dan tidak ada satupun yang ber argo.

Screenshot_20160525-142232-01 (1).jpeg
Pertama-tama saya dibawa masuk gang kecil tempat toko-toko menjual souvenir, kita berhenti di tepat pembuatan roti dan mencicipi rasa roti yang dipanggang dalam oven traditional, lalu kita melewati Hammam tempat mandi dan pijat, si guide yang menyebalkan ini tak memberi kesempatan hanya untuk mengabadikan foto2 unik di gang ini. Dia seperti terburu-buru saja.

Dan sampailah saya dalam toko souvenir,  saya baru sadar jika toko ini tidak ada label harganya, dan seperti pedagang di pasar dia menawarkan ini dan itu dengan mudah, sampai kita tidak bisa berpikir jernih, pelajaran ke 100 jangan pernah masuk ke toko yang tidak mempunyai label harga di negeri manapun kecuali kau hanya mau membeli satu barang saja itupun yang kelihatan murah :D

Screenshot_20160525-142209-01

Screenshot_20160525-142243-01 (1)

Jika kau tidak berhati-hati kata nasihat temanku maka kau akan berakhir membeli karpet yang memenuhi seluruh rumahmu, meja kopi , rempah-rempah yang tidak pernah kau olah, henna dan kosmetik arab yang jarang kau pakai, lampu aladin yang tidak sesuai ditaruh dimana saja di rumahmu atau apalah yang tidak benar-benar kau inginkan, atau guide yang berakhir minta dibayar 350 ribu, dan  yup .......pengalaman adalah guru yang terbaik :D
Share:

Popular Posts

Blog Archive

Categories

Recent Posts