• MATA FATIMAH

    Siang menjelang sore itu saya tiba di Santorini . Airport yang kecil di pulau kecil ini hiruk pikuk dengan turis yang datang ke tempat tersebut, dengan referensi teman mobil sewaan mobil kecil yang harganya kurang dari 50 euro perhari itu sudah terpakir manis di luar. Seorang pria meminta saya untuk mengisi formulir dan menandatangani beberapa berkas, dan menunjukan beberapa detail kecil, lalu setelah mengetes keliling bandara beberapa putaran untuk membiasakan setir kiri, maka.......

  • TULUM

    Mendengar Mexico sendiri mind set saya langsung teringat film telenovela, dan karena pemain film nya cakep-cakep dan ganteng-ganteng saya makin ngebet ingin mengunjungi tempat ini. Namun tentu saja Mexico bukan tentang pria bertopi sombrero dan makanan nya yang terkenal di mancanegra, namun juga kaya akan reruntuhan bangsa Maya, yang untuk saya adalah Jackpot, bagaimana tidak pergi ke salah satu pantai yang dekat terindah di laut Karibia dengan reruntuhan bangsa Maya, asik nya! Nah Jika kamu berkunjung ke Mexico dan kebetulan menyukai wisata alam seperti pantai dan sekaligus pecinta reruntuhan Tulum adalah jawabannya, tempat ini merupakan kombinasi dari pantai, zona arkeologi, dan sekaligus kota....

  • NUSA LEMBONGAN

    Sudah sering kali ke Bali namun baru kali ini kesampaian mengunjungi Pulau Nusa lembongan dan Nusa cenigan, yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali, pulau ini sering disebut-sebut juga sebagai Gili island nya Bali. Awalnya trip ini tidak direncanakan sama sekali, namun muncul tiba-tiba selagi iseng melihat-lihat harga tiket, 3 hari sesudah lebaran tiketnya ternyata lumayan murah, maka spontan saja beli tiket, dan perjalanan kali ini saya mengajak anak dan ibu saya untuk berlibur......

  • JURNAL DI PHUKET

    Jalan-jalan ke pantai adalah favorit saya, karena terbiasa dimanjakan oleh pantai dengan pasir putih, kemilau air yang jernih, pohon kelapa yang daunnya melambai sepoi-sepoi tertiup angin dan langit yang berwarna biru cerah, saya jadi sangat picky untuk tidak pergi ke pantai yang terlalu crowded dan kotor. Menikmati pantai selagi liburan adalah hal penting untuk saya, karena itu juga saya selalu pilih-pilih tempat yang tidak terlalu turisti dan tidak terlalu banyak dikunjungi orang, alasannya selain tidak bisa bersantai, pantai yang dikunjungi banyak orang akan mengundang para pedagang asongan untuk selalu mengusik ketenangan, dan menurut pengalaman semakin banyak orang maka semakin banyak sampah yang terlihat di pantai......

  • Happy Budha

    Hampir di setiap kota besar selalu ada area penginapan untuk para backpacker atau budget traveler, dan saat saya mengunjungi Jogja setahun kemarin saya memutuskan untuk menginap di area yang dikenal dengan istilah kampung bule ini, nama jalanya dikenal dengan Jalan Prawirotaman. Jalan ini sebenarnya ada 3, yaitu Prawirotaman 1, 2 dan 3 namun yang paling digandrungi adalah yang pertama. Meskipun pada zaman dahulu area tempai ini adalah pusat penghasil batik cap dari keturunan Prawirotaman dan selain itu area ini adalah daerah markas prajurit Prawirotaman dan laskar pasukan hantu maut saat zaman perjuangan kemerdekaan.

Showing posts with label THAILAND. Show all posts
Showing posts with label THAILAND. Show all posts

Ayyuthaya kota peninggalan kuno kerajaan Siam

Bangkok  adalah salah satu kota yang menjadi salah satu wisata Favorit saya. Setelah beberapa hari menjadi turis di kota yang juga disebut City of Angel ini, saya berencana untuk melakukan daytrip untuk mengunjungi provinsi sebelah yang dulunya merupakan ibukota dari negeri Siam kuno.

Untuk sampai kesana saya harus menempuh jarak  kurang lebih 80 km dari pusat kota. Pagi itu sebuah mobil mini bus sudah menunggu di depan tempat saya menginap, dan tepat setelah saya menghabiskan sarapan ringan, seorang pria mendatangi saya dan menunjuk nama dalam kertas untuk memastikan bahwa ia menjemput orang yang tepat, yup thats me!

Di dalam minibus saya duduk bersama turis lainnya, dari percakapan mereka bisa ketahuan dari mana saja mereka berasal, dan saya duduk di tengah bersama orang israel dan Inggris. Sementara di kursi belakang 3 orang kebangsaan perancis bicara terus menerus hampir sampai tujuan 😁. Dan setelah 2 jam perjalanan, minibus kami sampai ditujuan di situs bersejarah Ayyuthaya.


Sampai disana saya memandangi reruntuhan kuil kerajaan Siam ini, tempat ini merupakan bagian dari Unesco heritage site yang dilestarikan, Karena kota yang lumayan besar dan terdiri dari sekitar 67 tempel dan reruntuhan maka untuk menuju spot-spot bersejarah ini kita harus berkendara menggunakan minbus tersebut. Dan karena tour ini singkat maka kita hanya bisa mengunjungi beberapa temple saja.

1. Wat Matmahat




Ini adalah temple persinggahan pertama dan yang menarik dari  tempat ini adalah sosok dari kepala Buddha yang dikellilingi oleh akar pohon yang kokoh dan tua, dan saat mengambil gambar para turis dianjurkan jongkok atau membungkuk untuk menghormati agar kepala kita tidak lebih tinggi dari Buddha

2. Wat Phra Si Sanphet




Yang merupakan temple paling bersejarah di sekitar komplek Ayyuthaya ini, 2 rumah stupa disana adalah  tempat abu dari ayah dan kakak dari sang raja Rama Thibodi, sementara stupa ke 3 berisi abu milikya.

3. Wat Lokaya Sutha




menurut saya ini adalah situs yang paling menarik dari beberapas situs disana, selain dari reruntuhan kerajaan di tempat ini juga terdapat patung Buddha tidur dengan tinggi 42 meter dan lebar 8 meter. Biasanya Buddha ini dibungkus oleh kain berwarana orange terang.

4. Wat phra mahathat




Yang merupakan salah satu tempat ibadah di kerajaan Ayyuthaya, bukan hanya karena merupakan pusat barang peninggalan Buddha yang paling dekat dengan Grand Palace. Pada masa lalu tempat ini merupakan tempat untuk peringatan dan perayaan pesta.


Opsi menuju ke Ayyuthaya dari Bangkok: 

1. Bis dari Mo Chit stasion (50Bath). sesampai disana menggunakan Taxi atau tuktuk (200 bath/jam atau 600 Bath keliling area Ayyuthaya, dan kendaraan ini bisa untuk 4 orang )
2. Mini van, mangkal di Victoria monument, dan berangkat jika sudah full (100 Bath)
3. Taxi untuk yang ingin private menuju kesana ini bisa jadi alternatif, harganya muali dari 1000 Bath
4. Mengikuti day tour seperti saya melalui travel agent 850 Bath include makan siang, tiket masuk temple dan pp hotel (harga agent bervariasi)

Fyi : harga diatas adalah kisaran tahun-tahun kemarin, setiap tahunnya harga diatas bisa mengalami perubahan 

Share:

Tipe akomodasi gratis untuk para traveler

2669970597_2a8c855d1a


Traveling ke negara orang menurut saya pengeluaran terbesar adalah akomodasi dan makanan, saking borosnya saya sempat kepikiran mungkin di masa depan bakal ada suatu kapsul yang sekali konsumsi membuat manusia tidak membutuhkan makan dan minum setidaknya tahan hingga 3 hari, sehingga budget traveling hanya dialokasikan untuk transport hehehe, tapi namanya juga bukan robot, manusia perlu tidur dan kurang tidur adalah sesuatu yang membahayakan bagi kesehatan.

Untuk yang berkantong tebal atau para flashpacker kendala akomodasi pastinya tidak se - 'pain in the ass', para backpacker, dengan budget yang super pas-pas an kadang tujuan dari traveling itu lenyap sudah, karena berganti menjadi stress karena menggembel, boro-boro mau mengenal budaya negara lain yang ada terlunta-lunta demi memenuhi kebutuhan perut dan kesehatan. Tapi jangan kaya orang susah dooong : ) saat ini kan sudah banyak solusinya, nah bagi yang belum tahu kita refresh ulang sekalian menambah pengetahuan bagi yang belum tahu, namun sebelum melanjutkan ke main topik, perlu diingat bahwa di dunia ini tidak ada yang gratisan jika kamu tidak cukup koneksi maksudnya keluarga dan teman dekat, nah maka dari itu ada beberapa cara yang harus kamu lakukan untuk mendapat tumpangan gratis ini dan kuncinya hanya satu :  harus mau repot dengan proses registrasi di internet agar dapat tumpangan gratis, hoho ini dia opsi-opsinya

1. Numpang di rumah orang
Saat ini banyak sekali organisasi yang bermunculan mulai dari yang namanya Couchsurfing, Hospitalityclub, Globalfreeloaders, Belodged, sampai yang berbayar namun tidak semahal di hotel tentunya karena toh ujung-ujungnya kamu harus beramah tamah dengan orang rumah, enaknya dengan gaya ini selain dapat kenalan banyak juga bisa sharing opini dan lain sebagainya, kalo kamu merasa sreg dengan gaya ini yang kamu lakukan tinggal masukan kata-kata kunci tadi di halaman google, selanjutnya google akan membawa kamu ke halaman registrasi silakan dipelajari !


2. Liburan tukar rumah
Pernah nonton film the Holiday? dimana 2 orang bertukar rumah untuk berbagi pengalaman, hanya saja sayangnya ini tidak untuk setiap orang, karena mungkin orang tidak mau begitu saja bertukar rumah liburan jika yang salah satu kurang layak, meski tidak untuk semua negara namun tidak ada salahnya dicoba


http://www.lovehomeswap.com/
http://www.homeexchange.com/
http://www.homebase-hols.com/


3. Penjaga rumah dan Penjaga Anjing
Rupanya banyak yang membutuhkan jasa ini ketika si tuan rumah pergi liburan, banyak yang menginginkan kamu tinggal di rumah sederhana sampai rumah mewah ,  kamu bebas tinggal di rumah mereka sambil menjaga anjing, melakukan tugas bersih-bersih, merawat tanaman, pastinya tidak dibayar tapi lumayan kan bisa tinggal di rumah orang gratis, hehe  nah  ini contoh beberapa link nya kalo kamu tertarik

http://www.trustedhousesitters.com/
http://www.housecarers.com/
http://www.housesittingjobs.com/

http://www.housecarers.com/?hop=fafwl10

4. bekerja sambilan untuk  ditukar dengan Akomadasi
Organisasi paling populer adalah WWoofing yang merupakan kepanjangan dari willing workers on organic farms, intinya kamu diharuskan bekerja beberapa jam setiap hari di pertanian atau di perkebunan, nantinya kamu akan mendapat makan dan akomodasi gratis. Rupanya cara ini banyak digunakan para anak muda untuk menekan budget akomodasi dan jatah makan

http://www.helpexchange.net/
http://www.helpandhost.net
http://www.helpex.net/
http://www.womentravel.info/html/work_exchange_wwoof.htm

5. Bekerja sambil liburan
ini adalah tipe yang banyak disukai orang, tentang belajar budaya baru, sekaligus mempelajari keterampilan baru, bahkan dengan bekerja  sambilan ini, kamu bakal menemukan orang-orang baru yang juga tergabung dalam komuintas ini, beberapa ada yang bekerja di pub di London, atau menjadi Nanny, tukang pasang batako di Kanada, perawat di Australia, atau menjadi guru bahasa yang banyak dilakukan oleh banyak Orang Inggris , Amerika dan Australia.

http://www.restlessdevelopment.org
http://www.bunac.org/
http://www.podvolunteer.org
http://www.statravel.com.au/work-overseas.htm
http://www.nursingaustralia.info/buy_new.html?hop=fafwl10

yang terakhir buat kamu yang berprestasi kenapa engga coba apply beasiswa seperti travel scholarship, tema nya macem2 buat yang jago nulis, yang hobi photography, jago bikin film nah selengkapnya klik saja link dibawah ini

http://journals.worldnomads.com/scholarships/?affiliate=rwods&subid=&utm_source=rwods&utm_medium=para&utm_campaign=Scholar_para&_wat_id=ec27e363477e45fb9355873361e922ce_3

good luck!! :")



Catatan: link2 diatas hanya sebagian dari banyak link yang berhubungan dengan free accomodation yang ada di seluruh dunia, kemanan dan info dari link2 diatas tidak diketahui seratus persen , saya hanya sebatas memberikan info seputar akomodasi gratis.
Share:

Trip to Angkor wat


Setelah menempuh perjalanan hampir 20 jam karena bis antar negara plus jeda waktu istirahat membuat penantian saya dari Ho chi min ke Siam reap ini menyita waktu yang membuat sangat letih. Begitu sampai di terminal Siam reap yang sepi itu saya jadi agak khawatir, tidak seperti semua terminal yang pernah saya kunjungi ternyata terminal ini jam 9 malam sudah sepi, hanya tinggal segelintir saja kendaraan disana itupun nampaknya kendaraan yang sudah tidak menarik penumpang, sementara beberapa ratus meter menuju ke terminal ini pun saya tidak melihat banyaknya tanda-tanda kehidupan, setelah bertanya pada supir Bus ternyata saya harus mencari sisa tuk-tuk yang masih mangkal disana untuk menuju area utama di kawasan old market.  ketika kendaraan akan menepi saya melihat kertas karton yang dibentangkan dengan beberapa nama didalamnya, rupanya nama-nama yang ditulis di kertas karton tadi salah satunya adalalah nama 5 orang turis asal perancis yang duduk di sebelah saya selama perjalanan.

‘yeah that us, ujar mereka senang’

‘did someone will pick you up as well?’ ujar salah satu dari mereka?

‘No’ ujar saya lesu

‘why dont you join us? We can look for the room together!’

‘i’d love to but i already book my own room’

‘too bad’

Saat itu bis menepi dan sedikit berputar arah, begitu mengantri turun tiba-tiba saya melihat seseorang yang datang mendekati bus setengah berlari membentangkan karton dengan tulisan nama saya, antara senang karena dapat jemputan, saya jadi ragu, darimana mereka tahu nama saya. Melihat semua tuk-tuk yang ada disana sudah terisi penuh maka saya pun dengan ragu mendekati tukang tuk-tuk yang tersisa itu. Pertanyaan saya terjawab sudah tanpa saya bertanya, pastinya travel agent itu lah yang memberikan informasi penumpang pada beberapa tukang tuk-tuk ini.

‘Are u miss angelick, i will take you to your hotel’ ujar tukang tuk-tuk itu sambil menyilakan saya naik

Karena lelah yang menyerang  dan tidak melihat alternatif kendaraan lain tanpa berpikir apa-apa, saya ikut saja dia, dan beberapa tuk-tuk pun satu persatu meninggalkan terminal yang sudah benar-benar kosong itu, tak lupa turis-turis perancis itu melambaikan tanda perpisahan pada saya.  Sementara di perjalanan yang lumayan jauh itu tiba-tiba rasa takut mulai menyerang. ‘wah jangan-jangan saya mau diculik’

Namun nampaknya dia berhasil merubah pendapat saya, saat memulai percakapan dari cara bicaranya dia nampaknya memang mengambil keuntungan dari meminta info penumpang dan menawarkan jasa pada turis-turis asing, karena itu juga dia bisa lumayan berbahasa inggris, namun nampaknya tidak ada niatan untuk menculik para turis hehe.  Percakapan berlanjut, dia menawarkan hotel yang katanya murah tapi oke, sudah pasti hotel itu yang menawarkan komisi padanya. Ketika tahu saya sudah reservasi kamar di hotel lain dia terlihat kecewa, namun karena saya menyetujui bahwa saya minta diantar besok pagi melihat Angkor wat maka senyum di wajahnya mengembang kembali. Tiba di hostel yang dimaksud saya langsung  check in dan langsung geleng-geleng kelapa ketika tahu hanya saya satu-satunya perempuan dalam  kamar dengan 3 ranjang bertingkat itu. Dan saya mendapatkan ranjang atas, sial!

Setelah mandi dan makan malam malam dia area terdekat,  saya memutuskan kembali ke kamar dan langsung tidur saja, namun saat itu saya gelisah, tempat baru, suasana baru, dengan orang-orang yang baru lagi, namun sebenarnya yang paling adalah janji saya untuk barangkat jam 4.30 pagi dengan supir tuk-tuk, yang saya pikir akan sangat tidak mungkin karena capek yang menyerang, sambil mencoba memejamkan mata, setengah tertidur dan pikiran yang menerawang tak tentu arah akhirnya pada satu waktu saya membuka mata dan melirik jam yang sudah menunjukan jam 4, entah dapat semangat darimana, tiba-tiba spontan saya memutuskan untuk bangun saja dan menemui supir tuk-tuk yang sudah menunggu di luar. Dan berangkatlah kita menuju kerajaan Angkor.

Zaman sudah berubah, era teknologi dan digital sekarang membuat orang nampaknya lebih puas melihat segala sesuatu dari balik lensa. Baik itu melihat konser musik sampai melihat pergantian sunrise dan sunset orang lebih senang mengabadikan momen wow itu dengan melihat dari lensa kamera dibanding dengan mata telanjang langsung. Seperti semua orang tahu,  hasil foto, video tidak akan pernah sama sensasinya dengan kita melihat langsung saat itu juga, dan tentu saja selalu ada kepuasaan tersendiri.

Pernah seorang teman membuat lelucon tentang apa pentingnya orang traveling kesana-sini jika pada akhirnya misal berpetualang ke hutan Amazon yang jauh bisa kita nikmati di rumah sambil duduk depan tv berukuran besar, duduk di sofa empuk bertemankan sebotol soft drink dan kudapan, stereo system dengan efek suara yang mendukung dan kacamata 3d serta kipas angin akan membuat kita merasa seperti di hutan belantara yang liar.  Clever thought, tapi bukan itu kan intinya traveling? Saya bicara tentang ini karena berdasar pengalaman saya saat sunrise di Angkor wat, ketika pertama datang kesana saat masih gelap gulita, waktu itu saya tidak bisa melihat berapa banyak orang yang datang ke situs bersejarah ini, bahkan saya sempat mengikuti pemandu jalan rombongan lain yang membawa senter, namun begitu matahari mulai menampakan dirinya dengan malu-malu  mulai menerangi hari, saat melihat kebelakang betapa terbelalak nya saya melihat ribuan orang yang datang ke tempat ini mulai dari pagi-pagi buta untuk mengabadikan momen sunrise ini. Akhirnya matahari semakin tinggi dan mulai menerangi candi yang gelap itu dengan perlahan, saya langsung menutup mata karena silau dengan kilauan cahaya dari ribuan orang yang membidikan kamera nya ke arah datang nya sinar yang mulai menerangi candi Angkor wat.

SONY DSC

Saya beri tips, bagi yang akan berkunjung ke Angkor wat dan melakukan tour sunrise menurut saya pribadi memang oke, tapi menikmati sunrise disana tidak se spektakuler sunset, mungkin karena atmosfer dan warnanya lebih menarik dan hangat dibandingkan dengan sunris terlebih lagi jika malamnya kurang tidur dan pagi-pagi buta jam 5 subuh, sudah harus tiba dilokasi hehe.

SONY DSC

Kembali ke cerita. Saya baru tahu kalo supir tuk-tuk saya itu posesif, ketika selesai mengantar seharian melihat-lihat Angkor wat, ketika dia menanyakan tujuan besok yang belum saya rencanakan dan belum saya susun, dia memborbardir saya terus-menerus akan rencana yang saya belum pikirkan karena sangat kelelahan, dan sebal nya ketika saya menjawab belum tahu, dia malah balik bertanya kenapa tidak tahu?  I mean, saya sudah memberi dia tambahan rezeki dengan memilih dia mengantar seharian, plus bonus tambahan yang tadi malam saya beri karena mengantar ke hostel malam-malam, perlu diingat pergi sendirian artinya otomatis juga saya bayar tuk-tuk full price, tidak seperti rombongan beberapa orang dalam satu tuk-tuk yang bisa saling patungan. Namun saya tetap berusaha sopan dan tidak jadi kasar, sumpah saya sangat kesal saat itu , ‘hak saya dong mau jalan kesana kesini pakai tuk-tuk yang saya mau’,  namun saya masih bisa menahan diri dengan berkata sopan

‘Nampaknya tidak kemana-mana’  dan air mukanya berubah kecewa.

Keesokannya saat saya memutuskan rencana spontan kembali ke Angkor wat pada siang hari dengan meminta bantuan tuk-tuk langganan hotel. Di lokasi, saya dipergoki tukang tuk-tuk kemarin yang mengantar saya, awalnya saya tidak mengenalinya karena wajah orang sana nampak mirip-mirip apalagi hampir seharian dia membelakangi saya karena menyetir di depan, jadi wajahnya ingat-ingat lupa. Namun akhirnya saya ngeh juga kalo itu si mas tuk-tuk yang kemarin. Setelah mengucapkan halo dengan nada santai namun agak pedas dia bilang

‘you said you will stay at hotel yesterday and wont come back here again’.  See, ini orang cari untung sampai seposesif begitu sama pelanggan.

‘yes i suddenly changed my mind this morning’ ujar saya sambil ngeloyor pergi sambil melambai menjauh, sementara dia memandang saya dengan tatapan setengah sedih namun setengah kesal.

SONY DSC

Jika saya perhatikan diantara semua candi di komplek angkor ini yang menjadi favorit saya adalah candi Bayon, Bangunan candi ini sungguh unik karena memiliki ukiran seribu wajah tersenyum. Sebagian menyatakan wajah itu merupakan representasi dari wajah raja Suryavarman II, sang pendiri. Namun ada juga berpendapat katanya wajah-wajah yang beraneka ragam  itu adalah wajah sang Budha, semantara jika saya perhatikan wajah-wajah yang terukir pada menara-menara tersebut menghadap ke arah keempat penjuru mata angin.

Tempat wisata memang paling terkenal dengan para pencari uang, contoh lainnya adalah trik hadiah, jika sewaktu ada seorang gadis kecil bertanya padamu darimana kamu berasal  jika tidak mau membeli apapun tipsnya jangan menoleh atau menjawabnya, meski terkesan rude tapi itu satu-satunya jalan untuk menghindari tipe penjual seperti ini, kenapa?

karena dia akan bertanya seperti ini padamu :

hello, miss where do you come from?

indonesia

ooh, i love indonesia its such a beautiful country, i have friends who work there

really?

yes, and my friend say indonesian people are handsome and beautiful, just like you miss

oh thank you

by the way do you want to buy my bracelet?

no thank you

please miss... its good quality but the price is very cheap

no sorry

wait miss,.... i will give you one for free
why?

because i like you, its my gift for you

dan lalu........ sikap orang kebanyakan adalah merasa tidak enak  dengan hadiah itu dan akhirnya membeli beberapa gelang dari gadis ini meski banyak yang kurang menyukainya. You see what i mean?

cerita saya sendiri berbeda, dibanding gelang saya lebih melirik postcard yang dia jual, setelah memilih dan menyuruh dia bulak-balik mencari gamabr yang saya suka,  dia menagih harga 1 dollar, mata saya membelalak untuk 12 postcard ini saya harus bayar 10 ribu satunya? no saya tidak mau! terlalu mahal ujar saya gusar

tapi miss...  saya sudah bulak balik berlari-lari kesana-sini demi mencari gambar yang kau sukai!

dan air matanya mulai berlinang

sorry tapi terlalu mahal ujar saya pergi

miss!!! 1 dollar itu bukan satu tapi 12!!!!!

ujarnya berteriak sambil menangis

ooohhh....

saya cepat menghampirinya dan meminta maaf, maka saya menyerahkan 1 dollar itu ke dalam kepalan tangannya yang sibuk menyeka air matanya

maaf ya... saya kira harga satuannya

ujar saya menjelaskan

sambil bersungut diapun pergi

karena merasa bersalah, saya mengamati punggungnya yang menjauh selama beberapa menit, namun rupanya dia bisa melupakan kejadian itu dengan cepat karena ketika melihat turis lain yang berdatangan dengan sigap dia mendatangi mereka, dasar penjual !


bersambung

Share:

Jurnal di Phuket




Image

Jalan-jalan ke pantai adalah favorit saya, karena terbiasa dimanjakan oleh pantai dengan pasir putih, kemilau air yang jernih, pohon kelapa yang daunnya melambai sepoi-sepoi tertiup angin dan langit yang berwarna biru cerah, saya jadi sangat picky untuk tidak pergi ke pantai yang terlalu crowded dan kotor.  Menikmati pantai selagi liburan adalah hal penting untuk saya, karena itu juga saya selalu pilih-pilih tempat yang tidak terlalu turisti dan tidak terlalu banyak dikunjungi orang, alasannya selain tidak bisa bersantai, pantai yang dikunjungi banyak orang akan mengundang para pedagang asongan untuk selalu mengusik ketenangan, dan menurut pengalaman semakin banyak orang maka semakin banyak sampah yang terlihat di pantai.

Meskipun saya baru menjelajahi beberapa pantai saja di Indonesia, namun jika saya bandingkan dengan beberapa pantai  di negeri lain, Indonesia tak kalah dengan kecantikan alamnya.  Untuk kegiatan diving dan snorkeling pun, Indonesia menyimpan kekayaan terumbu karang yang beraneka ragam terutama di area-area lautan yang masih sulit dijamah dengan transportasi yang masih jarang dan realtif masih mahal.  Di Indonesia sendiri pantai favorit saya sejauh ini adalah Gili meno dan pantai Kuta di selatan Lombok, sementara area untuk bersnorkeling  sendiri yang menjadi favorit saya sejauh ini adalah area Gosong di Karimun jawa dan wakatobi.  Masih banyak area yang belum saya jelajahi seperti misalnya Derawan di Kalimantan, flores, Togian, Raja ampat di irian, dan laut-laut di kepulaan banda, yang menjadi daftar ber snorkeling saya. Ironisnya harga transportasi untuk melihat kekayaan di negeri sendiri ini jauh lebih mahal dibandingkan jika saya terbang ke luar negeri semisal berkunjung ke kepulauan-kepulaun kecil milik negara Thailand.

Cerita dari Phuket

Saya pergi ke Phuket  bersama rekan saya Nitha saat liburan beberapa tahun kebelakang, waktu itu kita mendapat tiket promo pesawat budget per orang Rp 683.00 pp kepergian dari Jakarta.  Saya ingat sekali sebelum tahun 2009 awal, Penerbangan ke Phuket ini belum ada yang direct dari Indonesia, cara mudahnya saat itu terbang ke Bangkok terlebih dahulu lalu disambung dengan bis atau penerbangan ke Phuket, dan waktu itu harga penerbangan total dari Jakarta per orang  mencapai  hampir 8 juta.  Namun karena saat ini Phuket sudah jauh semakin turisti,  mudah dijangkau dengan banyaknya alternatif penerbangan, maka tiket nya meski sudah naik dari tarif awal harga promo, namun tidak semahal zaman dahulu.

Di Phuket kita berdua menginap di sebuah guest house area Patong, penginapan kamar private yang kita pilih ini isinya adalah satu besar double size bed, lemari, TV, kamar mandi shower , washtafel, wc duduk, 2 buah kursi, fan putar di langit-langit dan Ac. Harga kamar yang  nice looking ini adalah 500 bath semalam alias 150 ribu untuk 2 orang. karena kita tinggal 1 minggu kita mendapet diskon yang dhitung-hitung harganya mendekati free semalam stay.

Area Patong tempat kita stay ini mirip sekali dengan jalan pantai di area kuta-legian Bali, dipenuhi cafe dan resto, namun dibandingkan pantai kuta, meski sama crowded disini enviromentnya lebih bersih. Untuk sekedar melihat pub-pub dan hiburan malam, kita sempat sight seeing di sebuah jalan bernama Bangla road.

Di Phuket untuk jalan-jalan kesana kemari kita berdua akhirnya sepakat menyewa scooter matic, tadinya kita berdua mencari Fino gara-garanya pas di Bangkok beberapa bulan lalu melihat scooter matic ini dengan warna warni yang lucu langsung jatuh cinta begitu saja, tapi rupanya stoknya di tempat yang kita sewa sedang kosong, tak ada fino maka  Scoopy warnanya merah hitam pun jadi, kita berdua langsung excited. Oya sejak 2 tahun lalu kedua motor matic idaman kita ini pun akhirnya mulai masuk di Indonesia meski variasi warnanya berbeda.

DSC02674
Tidak seperti info di website yang katanya harga sewa nya 100 bath per hari alias 30 ribu, rupanya beda motor beda harga, scooter matic yang kita sewa rupanya harganya 250 bath atau sekitar 75 ribu dan untuk hari kedua jika kita masih pakai harganya turun jadi 200 bath  meski  harganya lumayan namun karena kita berdua menyukainya akhirnya kita rental juga pada akhirnya, selain sangat mudah dikendarai motor ini juga good looking.

Alsahil dengan motor matic ini kita berbangga hati karena berhasil berkelana sampai ke arah selatan phuket mulai dari menyusuri pantai area karon dan kata, juga melihat keseluruhan phuket dari atas bukit, melihat  Big budha, kuil Wat chalong dan Phuket town, semua itu kita lakukan begitu saja tanpa bantuan peta apapun, hanya bermodal nekat dan mengikuti petunjuk jalan saja namun naasnya kita terbakar matahari. Nitha yang baru kali ini mengunjungi negara sepanas ini terkena sun stroke kulit muka nya sampai merah, badannya demam beginilah jika datang ke tempat yang panas pasti bawaanya lemas, demam dan sakit kepala, solusi nya cuman satu minum sebanyak-banyaknya. maka siang itu saya membiarkan Nitha beristirahat saja. 

Sore nya saat kita mencoba Thai massage ketika kita keluar menuju tempat motor diparkir tercengang lah kita menemukan tanda yang diduga tilang, kita tidak mengerti karena suratnya  semua ditulis menggunakan huruf dan bahasa thailand, akhirnya hanya bisa menebak karena ada lambang dan tulisan polisi , plus yang paling mencolok adalah kunci gembok beserta rantai besar di motor sewaan, Grrrr.....!! ketika menanyakan pada orang lewat artinya apa, rupanya kita salah parkir.

‘lah mana kita tahu kalo tidak boleh parkir di jalan kecil begituh, tidak ada sign apapun , dan lagian sebelumnya kan ada orang yang parkir disitu juga, makanya kita memutuskan parkir di sebelahnya yah sial,  di negara sendiri aja belum pernah sekalipun ditilang!!’  Mau tidak mau kita harus membayar denda 300 bath di kantor polisi, ‘Brengsek!!!’

Untuk melihat pulau-pulau cantik di luar Phuket seperti Phi-phi island, Maya beach, Phi-phi ley, Monkey island dan Khai island kita mengikuti tour  yang berangkat dari Rsada Harbour.  Perjalanan yang memakan 1 jam dari Phuket ini sungguh berkesan dimana saat itu di depan mata tersibak pemandangan laut hijau kebiru-biruan dengan berhiasakan bongkahan batu nan megah menjulang di kanan kiri, sementara airnya yang bening tak terkira menampakan ikan dengan warna pelangi di permukaannya, sungguh menakjubkan, karena menggunakan speed boat yang berukuran kecil kita bisa mengitari batuan nan cantik di kepulauan . Sementara Maya Beach lokasi suting salah satu film favorit saya The beach yang dimana pantai nya tidak terlalu besar seperti  di film, yang ternyata  pantai impian itu adalah hasil editan semata, namun tetap saja pulau ini harus dikunjungi sekali seumur hidup, selain pasirnya seputih kristal, panas teriknya mataharinya membuat pantulan warna air lautnya semakin indah. Namun karena pantai nya yang kecil dan kuantitas orang yang berkunjung tidak sebanding maka pantai ini menjadi crowded.
Image

Setelah menikmati indahnya scenery di Maya beach, kita singgah sebentar di Monkey Island alias pantai yang dihuni monyet-monyet jahil dan nakal yang terkadang mereka mengambil sesuatu dari turis-turis yang terlalu dekat dengan mereka, sebelum bersnorkeling kita menghabiskan makan siang di pulau Phi-phi Don sebelum menghabiskan waktu berjemur di Khai island yang cantik. Mengunjungi jajaran pulau tadi merupakan great experience, guys u must see this amazing place!!

Puas dengan kepulauan di sebelah tenggara Phuket, kesempatan berikutnya kita berkunjung ke utara Phuket tepatnya Panak island dimana didalamnya terdapat ice cream cave, gua yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit ini menjadi daya tarik tersendiri. Selain permukaan tanahnya tidak rata,  harus super  hati-hati juga berjalan di tempat ini selain bermodalkan senter juga sulit untuk melihat. kenapa itu dibilang gua ice cream ternyata di ujung terdapat bongkahan stalakmit yang memang mirip dengan Ice cream, yang menarik dari gua ini justru pemandangan tersembunyi di balik karang, disana saya melihat ada jalan kecil dengan air berwarna biru seperti hidden paradise misterius entah ada apa disana.
Jika di tenggara ada phi-phi ley, di utara terdapat Hong Island, di mana ini kita bisa melihat lagi pemandangan batu-batuan besar nan megah menjulang disana sini yang disusul dengan mengagumi keindahan James Bond Island alias pulau tempat tempat syuting mas 007. Tak selesai berdecak kagum 45 menit dari itu lalu menuju Talu Island untuk Canoeing, yang sangat seru sekali karena kita bisa melihat pemandangan tersembunyi yang tidak mungkin diselurusi dengan kapal.  

Di sebelah utara phuket ini terdapat Panyee Island yang merupakan muslim vilage di sinilah kita sempat menyantap makan siang, jaman dahulu tempat ini dihuni oleh muslim-muslim dari Indonesia tapi kini menjadi kawasan muslim di Thailand, pada zaman dahulu saat orang Indonesia tinggal di sana, mereka meninggalkan coretan lukisan-lukisan di dinding gua yang terdapat di dinding Khien Island, sampai sekarang coretan-coretan gambar itu masih ada disana.  Perjalanan terkahir  kita hari itu adalah mengujungi Naka island yang diamana enak untuk santai dan bermalas-malasan saja.

DSC02970

 Di provinsi Krabi tepatnya di Pranang cave, didalamnya dipenuhi dengan sesembahan berbentuk kelamin pria.  Di Pantai pranang ini selain indah juga sering dipakai panjat tebing, tebing2 yang menjulang tinggi disini permukaan reliefnya terlihat lebih cadas daripada di utara (pha nga) dan phi-phi Yang berada di tenggara, warnanya tekstur batuan disini pun agak gelap, nuansa merah kecoklatan dan hitam terkesan lebih seram. Sebelum bersnokeling kita singgah di Railay Beach untuk makan siang. Railay beach ini selain punya walking street yang dipenuhi cafe, toko souvenirs dll juga punya penginapan-penginapan dan scenery yang indah, selain asik buat ditinggali di tempat ini disewakan canoing untuk mengelilingi pulau. Sementara setelah memberi makan ikan dengan biskuit yang dipegang dari tangan saya yang langsung diserbu diserbu habis kawanan ikan, saya sampai merasakan tajamnya gigi-gigi mereka, selain di tempat ini karang-karangnya lumayan bagus, ikannya pun lucu-lucu, tapi sialnya banyak bulu babi itu, dan kaki saya pun tertusuk beberapa bulu babi ini  sampai ke atas kapal langsung saja diberi alkohol, untunglah membaik sehingga masih bisa menikmati cantiknya Poda island

Image

Last day in Phuket kita pakai untuk bersantai tak terasa satu minggu sudah kita disini. Hari itu kita bangun siang dan berjalan jalan ke Mall, beli souvenirs, nonton bioskop. Seperti di Bangkok dulu nampaknya semua Bioskop dan tiap pertunjukkan disini awalnya sebelum film dimulai semua harus berdiri mendengarkan lagu kebangsaan demi mengormati raja Thailand, wah rakyat Thailand ini sangat mencintai Raja mereka sekali, coba di Indonesia ditanamkan begitu juga ya ?
Karena Makanan disini umumnya pedas dan dicampur sayuran, karena tidak semua makan harus pakai nasi makanya tak heran badan cewek2 thailand ini skiny-skiny..karena asupan karbohidratnya ga sebanyak kita. Buktinya bisa dilihat bentuk badan mereka yang minim lemak bisa dilihat dari pakaian yang mereka kenakan. Biasanya sih pakaiannya atasan tanktop, dan bawahannya kalo tidak celana pendek pasti mereka pakai rok mini, selain itu rambut mereka lurus-lurus. Jika saya lihat di salon-salon dari pewarnaan, peluruskan dan penyambungan rambut nampaknya ngetren sekali disini, meski nampaknya mereka yang jalan dengan bule-bule tidak mengecat rambut, karena katanya bule biasanya suka dengan warna rambut hitam mereka yang asli.

Nah terus untuk masalah kulit, orang thailand banyak sekali yang berwarna coklat,  karena pastinya terbakar matahari akibat cuaca panas, penduduk asli ini juga matanya sipit, dan karena keseharian mereka berpakaian minim kita bisa melihat tatoo mereka yang beraneka ragam, ada yang di bertatoo di leher, lengan, pinggul, kaki bawah. hmm...kalo saya lihat-lihat lagi sih beberapa tato itu kelihatannya cute dan tidak urakan, terlebih lagi mereka nya pede.
Sore nya sehabis puas berbelanja, kita kembali ke pantai patong dan mengucapkan selamat tinggal pada sunset yang indah karena besok pagi kita sudah harus pulang hik. malamnya kita menimbang ada dua show yang belum kita lihat yaitu Simon cabaret show (pertunjukan para waria) dan Thai Boxing. Si Thai Boxing ini bukan pertunjukan yang ingin kita lihat awalnya namun karena tiap malam kita melihat parade iklan di jalan dengan mobil plus foto pemain anu vs anu dipajang di pinggir mobil, umumnya pertunjukkan Boxing ini seputar orang thailand melawan boxer dari luar negri, makanya penontonnya seru dan heboh. Setiap pawai Thai boxing ini suara speakernya sangat keras dan menggema sepanjang pantai. Yang lebih aneh pernah kita melihat di mobil yang berpawai ada foto orang thailand VS orang arab bertudung kayak fotonya Yaser Arafat begitu. Orang timur tengah kenapa sih meski jalan ke pulau pantai begini masih juga difoto memakai tudung kepala begitu? Jangan-jangan pas pertunjukan Thai boxingnya pun tudung kepala nya masih tetap dipakai begitu, gak salah tuh mas???

Nah sejak kejadian itulah kita jadi mulai penasaran dan concern apalagi alasannya karena melihat foto yang menggelikan itu, selain itu juga stadion di area Bangla ini keren juga jika dilihat dari luar, dibawahnya terdapat cafe-cafe hutan tropis yang kelihatannya Cozy, belum lagi jika lewat sana nampaknya penontonnya terdengar ramai dan antusias sekali.

Pada akhirnya karena nonton pertunjukan harus mengeluarkan biaya tidak sedikit plus pulang larut dan masalahnya kita harus bangun pagi sekali untuk penerbangan ke jakarta, akhirnya kita memutuskan bersitirahat saja malam itu, kita jadinya mulai packing dari awal lalu memutuskan cepat tidur saja karena harus bangun jam 4 pagi, Hik agak menyesal juga kenapa kita tidak tinggal lebih lama disini padahal masih ada satu pulau di utara bernama Similan Island yang katanya surganya para diver dan snorekeler, dan juga meski sempat ke Krabi tapi tak sempat tinggal untuk menjelajah indahnya pantai dan party night di Koh samui, defenetly next time!

 DSC03389

Cari oleh-oleh di Phuket?  satu-satunya mall terbesar di patong ini terdapat lantai yang bernama 'kampung thailand'  letaknya di lantai underground, dimana kita bisa temukan surga oleh2 dan souvenirs...plus tukang pijat dimana-mana... kalo saya setiap beli barang pasti nyari yang ada bandrol harganya, soalnya kalo benar2 blank harga bingung mau nawar berapa apalagi di negeri orang begini... Souvenirs thailand yang paling terkenal apalagi kalo bukan serba motif gajah2an (dari baju, gantungan kunci, kain, tas, topi, lukisan, hiasan sampai celana boxing )
Share:

Popular Posts

Blog Archive

Categories

Recent Posts