• MATA FATIMAH

    Siang menjelang sore itu saya tiba di Santorini . Airport yang kecil di pulau kecil ini hiruk pikuk dengan turis yang datang ke tempat tersebut, dengan referensi teman mobil sewaan mobil kecil yang harganya kurang dari 50 euro perhari itu sudah terpakir manis di luar. Seorang pria meminta saya untuk mengisi formulir dan menandatangani beberapa berkas, dan menunjukan beberapa detail kecil, lalu setelah mengetes keliling bandara beberapa putaran untuk membiasakan setir kiri, maka.......

  • TULUM

    Mendengar Mexico sendiri mind set saya langsung teringat film telenovela, dan karena pemain film nya cakep-cakep dan ganteng-ganteng saya makin ngebet ingin mengunjungi tempat ini. Namun tentu saja Mexico bukan tentang pria bertopi sombrero dan makanan nya yang terkenal di mancanegra, namun juga kaya akan reruntuhan bangsa Maya, yang untuk saya adalah Jackpot, bagaimana tidak pergi ke salah satu pantai yang dekat terindah di laut Karibia dengan reruntuhan bangsa Maya, asik nya! Nah Jika kamu berkunjung ke Mexico dan kebetulan menyukai wisata alam seperti pantai dan sekaligus pecinta reruntuhan Tulum adalah jawabannya, tempat ini merupakan kombinasi dari pantai, zona arkeologi, dan sekaligus kota....

  • NUSA LEMBONGAN

    Sudah sering kali ke Bali namun baru kali ini kesampaian mengunjungi Pulau Nusa lembongan dan Nusa cenigan, yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali, pulau ini sering disebut-sebut juga sebagai Gili island nya Bali. Awalnya trip ini tidak direncanakan sama sekali, namun muncul tiba-tiba selagi iseng melihat-lihat harga tiket, 3 hari sesudah lebaran tiketnya ternyata lumayan murah, maka spontan saja beli tiket, dan perjalanan kali ini saya mengajak anak dan ibu saya untuk berlibur......

  • JURNAL DI PHUKET

    Jalan-jalan ke pantai adalah favorit saya, karena terbiasa dimanjakan oleh pantai dengan pasir putih, kemilau air yang jernih, pohon kelapa yang daunnya melambai sepoi-sepoi tertiup angin dan langit yang berwarna biru cerah, saya jadi sangat picky untuk tidak pergi ke pantai yang terlalu crowded dan kotor. Menikmati pantai selagi liburan adalah hal penting untuk saya, karena itu juga saya selalu pilih-pilih tempat yang tidak terlalu turisti dan tidak terlalu banyak dikunjungi orang, alasannya selain tidak bisa bersantai, pantai yang dikunjungi banyak orang akan mengundang para pedagang asongan untuk selalu mengusik ketenangan, dan menurut pengalaman semakin banyak orang maka semakin banyak sampah yang terlihat di pantai......

  • Happy Budha

    Hampir di setiap kota besar selalu ada area penginapan untuk para backpacker atau budget traveler, dan saat saya mengunjungi Jogja setahun kemarin saya memutuskan untuk menginap di area yang dikenal dengan istilah kampung bule ini, nama jalanya dikenal dengan Jalan Prawirotaman. Jalan ini sebenarnya ada 3, yaitu Prawirotaman 1, 2 dan 3 namun yang paling digandrungi adalah yang pertama. Meskipun pada zaman dahulu area tempai ini adalah pusat penghasil batik cap dari keturunan Prawirotaman dan selain itu area ini adalah daerah markas prajurit Prawirotaman dan laskar pasukan hantu maut saat zaman perjuangan kemerdekaan.

Brighton

Apabila orang Inggris ingin berjemur dan menghitamkan kulit yang mereka lakukan adalah berkunjung ke negara tropis. Pada musim panas dan liburan orang-orang datang ke pantai untuk menikmati matahari, salah satu kota di pinggir pantai yang biasa dikunjungi wisatawan adalah Brighton, selain wisata pinggir pantai yang menyuguhkan panorama memukau tempat ini juga dipenuhi gedung kesenian, tempat shoping yang berkesan, dan makanan pinggir pantai yang lezat.

SONY DSCSONY DSC

Tepat di pinggir pantai ada suatu area bernama Brighton Pier, tempat ini lah pusat dari highlight pantai jika berkunjung kesini, selain terdapat banyak toko souvenirs dan restaurant di tempat ini banyak terdapat atraksi serta riding, meski seperti festival carnaval dadakan maksudnya bukan bukan theme park yang sesungguhnya tapi tempat ini lumayan menghibur. Mulai dari roller coaster, rumah hantu, bom-bom car, sampai permainan mesin dengan koin ada disini, saya sempat main beberapa atraksi namun sayang cuaca waktu itu sedang tidak bersahabat maka saya harus puas dengan permainan mesin koin.

SONY DSC SONY DSC

5657283616_ea1fae5193brighton-pier 5656709459_4eeb9b6bae 5657285140_1d65454524

Brighton terletak di kawasan Sussex timur, di musim panas kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan, sayangnya pantai disini pasirnya penuh dengan batu, sehingga kurang ideal untuk jalan2 atau bertelanjang kaki. Tempat shootingnya beberapa film terkenal seperti film favorit saya Brighton rock dan Angus, thongs and perfect snooging ini sangat menyenangkan untuk dikunjungi.

Saya datang ke tempat ini dua bulan lebih awal dari musim panas sehingga udaranya masih dingin sekali, sesekali juga cuaca mendung dan angin lautnya besar sekali. Saat berjalan-jalan di pinggir pantai saya menemukan banyak sekali stall atau stan kecil yang menjual makanan laut mentah super fresh, porsinya per cup seperti cup ice cream hanya saja ukurannya sedikit lebih besar. Macam-macam sekali yang mereka jual mulai dari Octopus, Udang, Cumi, Kerang, jika tak biasa mungkin agak eneg makan makanan mentah, tidak seperti di Jepang yang disediakan Wasabi selain untuk menetralisir makanan mentah dan menambah rasa di Indonesia semua Sea food umumnya serba di bakar atau digoreng atau minimal direbus itupun biasanya memakai tambahan saus yang kaya rasa, tapi untungnya disini disediakan saos khusus, jadi rasanya tidak terlalu anyir, tapi memang setelah dimakan baunya agak sedikit menyengat karena rasanya ‘laut’ sekali, selain makanan laut dan sup ikan yang disajikan dalam bentuk cup minuman jadi tinggal di seruput saja, di area ini juga selain hiburan di Pier tadi di pinggirannya dipenuhi toko-toko souvenir, Stan tarot dan ramal meramal harganya lumayan mulai 10 quid sampe 20 quid lebih.

brighton-shellfish-oyster

brighton-shellfish-ff

Di pinggir pantai disediakan lapangan penuh pasir di mana musim turis tempat ini dipergunakan untuk volley pantai, di pinggiran pantai ini juga marak beberapa pub malam yang oke punya, model pub disini tidak terlalu glamour seperti pub di tengah kota, malah cenderung sedikit kotor karena ada genangan air di lantai di salah satu ruangan, mungkin karena konsepnya dekat pantai

Pub disini umumnya terdiri dari beberapa ruangan dengan Dj yang berbeda-beda, malah ada satu ruangan yang hampir jarang sekali ada orang yang dance, namun tempat ini asik untuk cooling down setelah hiruk pikuk dan penuh sesak, ruangan lain yang lebih santai dengan sofa, asik juga dipakai untuk hangout.

10042009(009) 10042009(010) 10042009(011)  10042009(033)

Brighton ini terkenal juga dengan area ‘shopping lane’, maksudnya adalah semacam gang kecil yang menyenangkan untuk shopping, kawasan ini merupakan area toko-toko kecil yang terlihat lucu serta unik, gambaran toko nya semisal jika kamu mengunjungi pasta and pancake house yang sedang menjamur di kota besar semisal Nanny pavilion, atau Tree house dengan gaya rumah country tea house cozy nan klasik, dengan wallpaper motif bunga dengan warna Tosca, Turquise, atau kuning redup, di kawasan ini juga sarat sekali dengan restaurant Italia.

NorthLaines

Berjalan-jalan di sekitar lane yang mirip gang-gang kecil ini ternyata sungguh menyenangkan meskipun hanya sebatas window shopping, di area ini saya sempat singgah di toko buku yang menjual buku-buku dan novel-novel lama yang belum pernah saya lihat sebelumnya, saya hanya bisa terkagum-kagum disini.

BrightonLanes Colin Page Antiquarian Books shop-front-648-443 THE LANES, BRIGHTON

Selain itu semua di Brighton ini saya sempat mengunjungi kawasan gay village yang ternyata cukup mengecewakan untuk turis yang datang jauh-jauh demi menyaksikan tempat dengan orang-orang tidak biasa ini, entah mungkin karena bukan weekend atau salah moment tapi saat jalan-jalan kesana, sepanjang jalanya di kanan kiri nampak sepi tidak sehingar-bingar gay village di Manchester.

List yang bisa kamu kunjungi selanjutnya jika berada disini adalah Dom brighton jika tertarik dengan theater dan konser, selain itu yang tak kalah keren adalah Brighton pavillion atau Royal Pavvilion yang mempunyai konsep bangunannya yang sangat tidak biasa

SONY DSC

.SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

fact : Bentuk bangunan kubah Brighton Pavillion mirip bangunan konsep timur tengah, mungkin lebih cocok dibangun di Turki atau Maroko, dan yang anehnya lagi ternyata interior dalemnya justru berbau chinese sekali, sementara pangeran George iii yang mendesain tempat ini belum pernah sekalipun pergi ke Cina.

Di Brighton Pavillion ini banyak yang bisa kamu lihat mulai dari ruangan-ruangan keluarga kerajaan plus perabot keseluruhan seperti contohnya ruang tidur keluarga kerajaan, ruang tamu, dapur dengan peralatannya, ruang makan lengkap dengan meja yang super panjang. Saya selalu tak habis pikir kenapa meja zaman kerajaan sepanjang itu, terlepas dari porsi terkadang juga meja sepanjang itu hanya diisi oleh satu atau dua orang saja jika sedang tidak melakukan jamuan, bayangkan betapa banyak menu yang harus dihidangkan untuk memenuhi setidaknya setengah meja panjang itu?

index

jika melihat porsi makan orang inggris sebenernya tidak seberapa dibanding porsi makan orang Jerman atau orang Amerika, tapi buat aku yang biasa makan lauk lebih sedikit dari nasi, selalu saja kewalahan menghabiskan apapun disini.. tapi kasihan nya orang inggris yang datang ke indonesia harus memesan 2 atau 3 kali untuk porsi yang mereka makan, itupun porsi orang pada umumnya bukan porsi para keluarga kerajaan loh, meski keluarga kerajaan sekarang makan dengan menu spesial, tapi menu nya sudah jauh berbeda dengan menu abad sebelumnya, mau tahu apa saja yang keluarga kerajaan makan di Inggris zaman dahulu? Ini dia :

  1. Daging panggangDaging panggang umumnya babi ternak atau babi hutan yang dikonsumsi setiap makan katanya sih merupakan ekspresi dari kekayaan, hanya orang kaya yang mampu makan daging segar. Dalam satu tahun dapur kerajaan telah menghidangkan   1,240 oxen, 8,200 domba, 2,330 kijang, 760 calves, 1,870 babi, and 53 babi hutan. Itu artinya lebih dari 14,000 binatang

  2. Ekor berang2 panggang
    Potongan daging ini populer pada hari juma’t menurut tradisi kristen daging dilarang pada hari itu, oleh karena itu orang pada abad pertengahan mengklasifikasikan berang2 sebagai ikan

  3. Daging ikan paus

Menu populer lainnya pada hari jumat adalah daging ikan paus yang merakyat dan murah karena banyaknya suply daging ini dari laut utara, daging ini pastinya cukup utuk porsi 100 orang lebih, penyajiannya bisa direbus atau dipanggang

  1. Burung merak Panggang

biasa disajikan dengan hiasan bulu2 indahnya diatas meja beserta paruhnya dihiasi daun berwarna keeemasan

  1. Organ Dalam alias daleman aka Jeroan J

Rupanya orang zaman abad pertengahan tidak suka membuang bagian dalam makanan, bagian organ dalam seperti paru, limpa, dipkamung sebagai kelezatan dan bahkan udders dianjurkan membuat badan fit dan biasanya di awetkan di air cuka

  1. Pudding hitam
    sosinya dibuat dari usus dan darah babi yang dibekukan

  2. kepala babi liar
    kepala babi dihiasi dengan daun bay serta rosemary, disajikan di tengah2 perayaan natal

  3. Angsa Panggang
    Angsa panggang disajikan pada perayaan spesial saja, karena angsa digambarkan sebagai kebangsawanan dan terlalu terhormat untuk dikonsumsi setiap hari. Penyajiannya biasanya diberi mahkota emas kecil diatas kepalanya. Saat ini hukum di inggris menyatakan bahwa semua angsa adalah milik kerajaan dan tidak diperbolehkan dimakan kecuali titah dari ratu

  4. Sayuran
    mungkin ini adalah makanan yang tidak biasanya dikonsumsi terlalu banyak karena makanan ini hanya dikonsumsi kaum miskin


  5. Marzipan
    pasta yang dibuat dari almond, gula dan putih telur serta kayu manis dan lada, biasanya dicicipi sebagai dessert, meskipun saat itu dessert tidak terlalu populer diantara kalangan aristrokasi sampai kemudian abad 18 orang mulai menyukainya


  6. Fruitcake pedas
    disajikan untuk menghormati tamu pada sore hari

  7. Wine and Alesejarah mengkalkulasi bahwa dalam satu tahun keluarga kerajaan ini menghabiskan 600. 0000 galon ale cukup untuk mengisi kolam renang sebesar ukuran kolam pertandingan olympiade dan sekitar 75000 galon anggur cukup untuk mengisi 1500 bak mandi


amazing bukan?


Ada kejadian lucu sewaktu saya mampir kesini, di setiap ruangan terdapat penjaga yang masing-masing mengawasi pengunjung agar tidak ada yang merusak atau mengambil properti disana, nah ternyata mengambil gambar pun tidak diperbolehkan, ketika sampai di ruang itu saya sangat terkagum-kagum dengan meja panjang yang berada disana, maka timbul keinginan untuk mengambil foto meja panjang tersebut, maka sambil memperhatikan pengawas lengah saya jadinya bulak-balik yang berujung menimbulkan kecurigaan pengawas disana, namun akhirnya sambil sembunyi-sembunyi saya berhasil mengabadikan foto meja panjang itu pada akhirnya meski tidak terlalu bagus karena menggunakan kamera handphone, dengan pandangan curiga sang pengawas mendekati saya namun karena saya sudah berusaha bersikap sewajarnya dan cepat-cepat meninggalkan ruangan, pengawas itu berhenti mengikuti saya, ‘untung saja’ ujar saya senang.

Dari seluruh ruangan ruangan disini yang paling saya suka adalah ruang musik yang memiliki interior yang menakjubkan, rasanya seperti dalam kapal alien nan megah.

BrightonPavillion1964

img072

img076 (3)

Tips : Jika ada budget selagi kamu ada di Brighton jika ingin merasakan fish and chips berkualitas, kamu bisa coba makan di Harry ramsden, saya sangat merekomendasikan restauran yang tak jauh dari pantai ini, selain ikannya fresh variasinya oke.
Share:

cerita dari Gay village

Kota Manchester yang terletak di barat laut inggris ini merupakan kota yang melegenda dan juga didengar banyak orang karena prestasi dari kesebalasan pemain bola nya (Manchester united), selain dari pusat seni, kota ini dinobatkan sebagai kota nomor 2 di Inggris setelah London

SONY DSC

SONY DSC

Pertama kali menginjakkan kaki di Manchester bersama T.K sang partner in crime saya langsung bisa melihat bangunan ber-arsitektur Victorian style sampai kontemporer bercampur menjadi satu. Manchester Townhall yang terletak di Albert square adalah contoh bangunan Gothic yang diabadikan sampai sekarang, tempat ini juga lah lokasi yang sering dipakai untuk film seperti misalnya film Sherlock holmes, tempat ini biasa dipakai untuk menggantikan House of parliament yang didalamnya terdapat Big ben yang terkenal ini. Bangunan yang mencolok lainnya bernama The Beetham Tower (termasuk di dalamnya Hotel Hilton, restaurant dan apartement) merupakan bangunan tertinggi di United kingdom setelah gedung-gedung tinggi di London, namun sebenernya bangunan yang lebih tinggi bernama the Piccadilly Tower juga tengah dibangun dibelakang Manchester Piccadilly.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Bangunan lain seperti Museum science dan industri, Opera house dan bagi para pencinta seni bisa dengan mudah bisa mengunjungi City art gallery. Nah selain dari bangunan, kota ini juga mempunyai taman Heaton park di bagian utara kota yang merupakan taman kota terbesar di eropa. Di tengah kota sendiri terdapat taman kecil yang biasanya dipakai muda mudi bersantai, bersenda gurau, membaca, menikmati sandwich dan tak jarang pula terlihat pemusik jalanan beraksi di sekitar taman ini.

SONY DSC

Terlepas dari bangunan modern saya dan T.K tertarik untuk mengunjungi China town untuk menyantap dinner sore itu, kita menyantap menu yang mirip dengan suki dua rasa kaldu dalam satu wajan yang diberi pembatas diantaranya, satu kaldu dengan taburan bunga lawang atau disebut juga pekak  dan cabe sechzuan yang membuat rasa kaldu menjadi tajam yang akhirnya kita putuskan untuk kurang menyukai bumbu kaldu yang rasanya kurang bisa diterima oleh kita berdua, untungnya dim sum yang kita pesan tidak terlalu mengecewakan.

SONY DSC

SONY DSC

Salah satu Highlite yang menjadi list saya selama di Manchester selain bersantap di Chinese town , yaitu naik 'The Manchester eye' atau permainan yang kita kenal dengan nama Bianglala, kemudian menengok kehidupan malam para gay di area Canal street yang merupakan 'The Heart of the Gay Village'.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Gay Village sejak 1940 merupakan tempat komunitas para Gay, mulai dari yayasan dan pusat Gay yang menjaring social Gay club semuanya ada di kota ini. Cafe dan Pub-pub disini dipenuhi Gay-gay yang sudah tak sungkan dan terang-terangan ber hangout di Canal street ini, Tabloid-tabloid dan surat kabar independent nya pun semua serba berhubungan dengan Gay, yang buat saya menarik juga sebagai pengetahuan.

Nah tentunya tidak harus menjadi Gay apabila pergi ke tempat ini, namun seperti tempat-tempat yang pernah saya kunjungi, baik athmosfer dan orang-orang disekitarnya lebih lebih friendly dan menyenangkan bila diajak berbincang-bincang dan bertukar pikiran.

oya gang-gang sepi menuju ke arah Canal street ini adalah tempat bertransaksi untuk Marijuana. Rupanya beberapa tipe Marijuana yang sudah dinetralisir dan digolongkan menjadi tipe kelas tertentu, di Manchester dan di London dijual secara bebas.

Malam itu ketika sedang ber hangout saya berkenalan dengan beberapa gay di salah satu pub, salah satu dari mereka yang paling berkesan bernama Tracy dan pasangannya Lily, Tracy bercerita bahwa dia mulai tertarik pada sesama jenis sejak kecil, dia lebih enjoy berteman, memeluk dan bersentuhan dengan teman wanita lainnya, awalnya katanya dia tidak mengerti tapi semua mulai terasa jelas saat dia duduk di sekolah menengah, dia bilang perlu usaha keras untuk berterus terang pada ke dua orang tua nya sampai akhirnya beberapa tahun kemudian orang tua nya mau menerima kenyataan itu dan mempersilahkan mereka hidup bersama dan nantinya menikah apabila memang sudah saatnya. Lily sendiri saat ini sedang memulai diet ketat karena berat badannya yang semakin tak terkontrol, dia bilang dia ingin terlihat lebih langsing saat mengenakan gaun pengantin nanti ujarnya sambil tertawa lebar, dia juga memperlihatkan tato wajah Tracy, rambut nya yang brunette serta mata biru safir dengan bingkai hati mengelilingi sekitarnya dengan warna pink cerah terlihat manis sekali di pungung Lily, dia bilang dia sangat bangga akan tatoo itu dan hampir selalu dipamerkan pada orang-orang baru. Beda nya dengan Tracy, orang tua Lily sama sekali melarang keras anaknya berhubungan dengan sesama jenis, namun sebagai wanita dewasa Lily harus memilih tak memperdulikan mereka dan tetap menjalin hubungannya dengan wanita impiannya Tracy. Rencananya sih mereka berdua akan menikah dan bulan madu di Amsterdam.

Walau Inggris serba bebas namun, mengingat Inggris sebenarnya adalah negara Kristen karena Ratu Inggris sendiri merupakan kepala Gereja disana . Sebagian berpendapat bahwa para Gay harus mempunyai hak untuk menikah dan tentu saja menjalani kehidupan sesuai dengan pilihannya, namun masih banyak yang menentang pendapat ini. Perdana mentri Inggris baru-baru ini berpendapat bahwa Gay married ini sebaiknya diperbolehkan dan didaftarkan secara civil asal tidak dilakukan di Gereja dan bukan digelar secara ritual keagamaan.

Sementara lagu Just Dance-nya Lady Gaga berkumandang dan menambah suasana party semakin memanas pikiran saya berkelana menyusuri ucapan Tracy tadi, meski di budaya barat orang sangat menghargai privacy antara orang tua dan anak tapi nampaknya kasus penyuka sesama jenis adalah sesuatu yang masih kadang tabu dan tidak bisa diterima apalagi oleh orang tua sendiri contohnya orang tua Lily ini, entah saya harus kagum atau kecewa pada orang tua yang bisa menerima kenyataan seperti itu. Tapi terlepas dari masalah agama yang berpendapat itu salah besar, tentunya saya ucapkan juga salut untuk mereka yang mungkin bisa melihat sesuatu dari sisi yang sulit orang bisa lihat dan sanggup menerima sebagai sesuatu yang berharga dalam bagian hidup mereka.

Namun meski konsep perkawinan Gay ini buat saya pribadi tidak bisa berhasil karena jauh dari pemahaman saya, namun ada kata-kata Lily yang membuat saya sadar akan cinta yang benar-benar buta bahwa siapa pun pasangan kita, berlainan jenis atau sesama jenis konsep nya mengacu pada kebahagian.....‘Marriage is celebration of love and should be open to everyone’ begitu katanya. Yah.... cinta memang terkadang buta dan sangat tidak masuk akal memang.
Share:

exploring england journal - (pendahuluan)

Saat awal 2009- pertengahan 2014 ini saya punya kesempatan mengunjungi inggris sebanyak 3 kali dan dari 3 kali visit tadi yang terlama adalah 2009 yang mancapai 3 bulan, tahun 2011 hanya 1 bulan dan 2014 hanya 2 minggu itupun lebih banyak berpusat di Redbourn (kira-kira 1 jam 1/2 dari London ke utara) karena ada kepentingan keluarga. Nah meskipun belum hatam semua area karena waktu dan biaya tapi semuanya terekam jelas di kepala, dan akan saya coba kupas di england journal (E.E.J)  sampai part sekian di halaman-halaman berikutnya dari blog ini.

map_of_united_kingdom

oke ini kira-kira peta perjalanan (yang saya beri tanda merah) yang sudah saya lakukan dalam 3 kali visit inggris (yup sejauh ini baru sampai situ) dan akan bertambah terus sampai utara yang nampaknya akan dimulai tahun depan... i hope :)
Share:

nusa lembongan-ceningan visit

Sudah sering kali ke Bali namun baru kali ini kesampaian mengunjungi Pulau Nusa lembongan dan Nusa cenigan, yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali, pulau ini sering disebut-sebut juga sebagai Gili island nya Bali. Awalnya trip ini tidak direncanakan sama sekali, namun muncul tiba-tiba selagi iseng melihat-lihat harga tiket, 3 hari sesudah lebaran tiketnya ternyata lumayan murah, maka spontan saja beli tiket, dan perjalanan kali ini saya mengajak anak dan ibu saya untuk berlibur.

Untuk ke Nusa lembongan ini saya memilih menginap di Sanur karena rencananya saya akan membeli tiket sehari sebelum keberangkatan, ada variasi harga yang ditawarkan untuk menuju ke pulau ini, mulai 75 ribu sampai ratusan ribu, tergantung dari kapal dan perusahaan penyedia layanan ini. Sepanjang Sanur terdapat kios yang memberikan harga variatif, setelah tanya sana-sini pilihan tentu saja jatuh pada yang termurah, apalagi kita kan turis lokal. Nah kapal cepat dengan harga 150 pp Ini lokasinya berada tepat diujung jalan Hangtuah, loket ini diapit oleh rumah makan terkenal warung Mak beng yang selalu penuh  dan ATM mandiri jadi sangat mudah menemukannya, setelah tiket sudah dibeli maka hari itu saya menghabiskan waktu bersantai dan bermain di Sanur.

Besoknya saya bersama ibu saya malah bersantai ria mengobrol ngalor ngidul sambil menikmati sarapan di home stay tempat kita menginap, sampai akhirnya saya baru ngeh kalo saat itu belum men setting jam handphone secara otomatis padahal perbedaan Bali dan Bandung itu 1 jam, dikira masih punya waktu 50 menit lagi, waaaaah!! Ternyata saya hanya punya waktu 10 menit lagi hingga jam keberangkatan kapal. Kita semua kalang kabut apalagi jarak penginapan kita menuju pelabuhan itu memakan waktu 15 menit berjalan kaki dan itu tidak mungkin dengan semua barang bawaan yang super bejibun itu plus anak jalan 3 tahun yang baru saja bangun, ooooh nightmare!!!

Untungnya salah satu staff home stay bisa membawakan barang-barang besar dengan motor yang hanya ada satu, sementara kita bertiga mencoba berlari marathon sambil kalang kabut meski saya punya feeling bahwa kapalnya bakal terlambat, you know jam karet!. Dan akhirnya setelah perjuangan yang lumayan kita bisa mengejar kapal yang siap untuk berangkat, untungnya ada staff yang mengenali kami waktu beli tiket kemarin dan dia menyuruh kapal untuk menunda sebentar dan secepatnya menaikan kami, sambil terengah-engah dan mencoba mencari tempat duduk akhirnya kita duduk di seat yang masih tersedia, fiuh untung saja!!

Perjalanan menuju Nusa Lembongan itu memakan watu 30 menit dan di tengah-tengah perjalanan mulai mendekati pulau si kapal sempat mengalami arus-arus yang kurang menyenangkan, untuk yang tertarik ke pulau ini saya sarankan usahakan se pagi mungkin karena semakin siang arus nya semakin besar, dan membuat sport jantung. Untungnya perjalanan lumayan sebentar, dan kira-kira 500 meter semakin mendekati pulau, kapal berjalan semakin stabil lagi dan sport jantung sebelumnya nya perlahan mulai mereda, dan semakin dekat kita bisa melihat permukaan air yang sangat jernih dan pantai yang putih dari kejauhan, meski banyak kapal yang parkir tapi kelihatannya pantai nya bersih dan bagus, kita semakin excited saja.
IMG_4097Pemandangan Mushroom bay

IMG_4096

Di depan pantai banyak terdapat jasa porter jadi jangan takut jika membawa bawaan yang banyak, kita bisa melakukan tawar menawar harga dengan mereka dan dengan senang mereka akan membawakan bawaan kita yang bejibun. Sebenarnya Villa Tanis tempat kita menginap hanya berjarak kurang lebih sekitar 30 meter dari kapal berlabuh, letaknya di depan pantai juga, namun karena pasir pantai yang membuat kita sulit untuk berjalan apalagi menenteng tas besar maka kita menggunakan jasa ini. Sambil menunggu waktu check in kita berenang dan dan bermain-main sedikit di pantai.

Pantai yang disebut Mushroom bay ini adalah tempat datang dan pergi nya kapal yang menghubungkan Nusa lembongan dengan Sanur atau dengan Lombok, beberapa kapal yang menuju Gili island biasanya berhenti disini untuk menurunkan atau menaikan penumpang. Di pantai ini juga dipenuhi kapal-kapal nelayan yang biasa mengangkut orang-orang untuk melakukan olahraga air seperti bersnokeling, bottomglass boat, diving. Kegiatan yang biasa dilakukan di sekitar pantai ini adalah mendayung, banana boat, surfing, diving dan jet ski.
IMG_3922kolam renang di The Tanis villa

DSC_0004_7

contoh saung-saung untuk bersantai yang berada di The Tanis

Setelah check in, istirahat dan makan siang di sebuah restaurant kecil yang juga cottage saya berinisiatif menyewa sepeda motor yang harganya lebih mahal dari resort tempat kita menginap yaitu 70 ribu sehari penuh, daripada harus kembali lagi ke resort, kita ambil penyewaan di tempat kita makan saja, tidak apalah toh kita cuma sewa satu motor saja. Setelah mengisikan bensin seorang bli menyerahkan kuncinya pada saya, tanpa menanyakan nama atau menanyakan dimana saya tinggal mereka merentalkan motor begitu saja tanpa basa-basi, bahkan saya lihat banyak motor tidak ada plat nomornya juga, menyimpan motor dengan kunci menggantung pun disini tidak ada yang perduli. Ah andai saja Bandung seperti disini.


DSC_0002_13

                                                            Jalan akses menuju pusat di nusa lembongan

Oke pertama-tama bicara tentang satu motor dengan 3 orang dengan motor vario yang agak berat itu lumayan susah apalagi mengendarainya di jalan yang super jelek, wah kita sampai mau terjatuh beberapa kali karena double sulitnya. Yang kedua kita agak bingung karena di pulau kecil ini kurang petunjuk jalan, petunjuk yang ada hanya untuk resort saja sementara jalan menuju ke pedesaan atau Nusa ceningan tidak ada sama sekali. Berbekal peta pun tetap saja bingung hehe. Sambil meraba-raba setiap ada petunjuk resort kita berhenti, intinya jadi mengikuti insting saja, sampai saya melihat petunjuk resort yang pernah saya baca di sebuah blog tentang sandy bay, karena penasaran jadi tertarik mengunjungi tempat ini, dan akhirnya ketemu.

Rupanya Sandy bay ini merupakan resto dengan konsep beach club tepat di depan pantai yang bersih dengan tepian yang dihiasi karang, cantik namun terkesan begitu liar apalagi ombak yang dahsyat sayangnya tidak bisa dipakai berenang. Di resto ini ada kolam renang bergaya infinity pool yang pemandangannya langsung melihat laut lepas. Disini kita sempat menikmati mocktail segar, sementara anak saya Caty bermain-main dengan permainanan seperti garpu, ember dan sekop yang dimiliki oleh beach club ini. Tempat yang menyenangkan untuk sekedar minum dan menikmati keindahan laut, harga minuman yang ditawarkan oleh resto ini dari kisaran 35 ribu sampai ratusan (untuk yang ber alkohol).
IMG_3984

 IMG_3995 IMG_3999IMG_4008Setelah puas dengan Sandy bay kita mencoba mengunjungi Nusa ceningan yang berjarak kurang lebih setengah jam, untuk mengunjungi Nusa ceningan kita harus melewati jembatan yang menurut saya lumayan menakutkan, pertama pijakannya terbuat dari kayu saja sehingga terasa kurang stabil, yang kedua jarak jembatan ini sangat sempit, dan yang ketiga ada beberapa celah yang lumayan besar diantaranya sehingga untuk melewatinya dengan perlahan agak sungkan, namun karena melihat pengendara motor yang cuek saja melewatinya akhirnya saya memberanikan diri, tanpa melihat kebawah, saya terus tancap gas dan mempertahankan keseimbangan, dan karena seram maka rasanya seperti 2 menit yang terlama dalam hidup, hiiiiii.

Owkeh setelah melewati jembatan kematian itu (lebay) saya mencoba mencari tempat kedua yang sering saya lihat di blog , Le Pirate namun karena tidak ada petunjuk lagi-lagi meraba-raba, di nusa ceningan lebih parah karena petunjuk hanya satu atau dua itupun petunjuk resort, sementara saya menikmati melihat pemandangan kampung dan hutan bakau, Caty tertarik melihat babi-babi ternak dan sapi-sapi yang sesekali terlihat dibalik pepohonan.

Di ujung pulau ini banyak terdapat kapal tempat petani rumput laut berlabuh dan dari area ini lah para pengrajin rumput laut di Bali berasal. dan ternyata jika saya kesulitan mengendarai motor ini di Nusa lembongan, ternyata Nusa ceningan jalan nya super super buruk, saya hampir menghentikan perjalanan dan mengurungkan niat sebelum menemukan Le pirate, karena sangat berbahaya dan berlubang-lubang namun akhirnya setelah hampir saja berbalik pulang di sebelah kanan jalan saya melihat logo Le pirate beach club, dengan bernafas lega langsung berhenti dan memarkir motor sambil beristirahat lagi karena sudah melewati jalan menyeramkan yang bikin senewen, kita berisitirahat dulu sejenak dari nightmare.

Untuk menggambarkan Le pirate hanya satu kata : so cute, sementara untuk pemandangan nya : so gorgeus! Resort yang terletak di tebing tinggi ini memiliki beberapa rumah kayu yang di cat putih biru dengan bergaya tempat ganti baju dan toilet-toilet pinggir pantai di luar negri, penginapan minimalis dengan kamar mandi open roof yang ini sungguh unik dan cantik, dilengkapi dengan hammock dan bantal-bantal nyaman depan serambi. Dengan infinity pool dan view yang cantik, Le pirate ini worth it untuk dikunjungi meski untuk sekedar minum-minum, untuk kisaran harganya sendiri lebih terjangkau dari Sandy bay, untuk minuman termurah kisaran mulai dari harga 15 ribu, apabila ingin menginap di tempat ini mesti pesan jauh hari karena sering kali penuh.

IMG_4027 IMG_4028 IMG_4029 IMG_4037

Hari ke dua, kita menghabiskan waktu bersantai di satu tempat saja yaitu dream beach, dengan menyewa motor dengan harga sewa 40 ribu kita memutuskan untuk tidak kembali ke Nusa Ceningan karena kita sudah melihat 70 persen dari area tersebut kemarin. Di tempat yang saya maksud ini terdapat beach house club juga dan pastinya dengan infinity pool nya. Resort dengan pantai dream beach ini memiliki pantai yang bersih nan cantik, jika hanya akan menuju pantai dan menikmati keindahan pantai kita bisa keluar masuk resort ini dengan gratis kecuali akan menggunakan kolam renangnya maka akan dikenai tarif 50 ribu, jika tidak tertarik dengan resort ini ada jalan depan menuju pantai juga dengan menggunakan akses tangga yang agak licin, namun jangan khawatir anak tangganya rendah kok hehehe.

Di area dream beach ini ada ada devil tears yang biasa dipakai untuk uji nyali meloncat dari atas tebing ke laut, namun saya ogah mencoba, dan berakhir menikmati pantai lalu menikmati makan siang di resort beach club ini. Dream beach ini ideal untuk para surfer karena ombaknya yang tinggi meski begitu masih digunakan berenang saat pagi ketika ombaknya tidak mengganas.

IMG_4052 - Copy IMG_4049 IMG_4063 IMG_4076 IMG_4090IMG_4091

Hari ketiga saya memutuskan bersnokeling di 3 spot yaitu di kawasan mangrove yang tidak jauh dari Lembongan, lalu area dekat nusa penida. Untuk bersnokeling ini kalian bisa menanyakan langsung pada pihak tempat penginapan biasanya kapal nelayan dengan harga sewa 350 ini cukup untuk 6 orang jadi bisa saling patungan, namun karena saya hanya bertiga kita melakukan tur private langsung dari hotel. Berhubung ombak jam 11 mulai besar spot depan Nusa penida terpaksa saya lewatkan jadinya hanya 2 spot penting saja, 1 spot lainnya beberapa ratus meter di area lain dekat yang masih wilayah kepulauan Nusa penida juga, meskipun begitu saya cukup puas karena bisa snorkeling sepuasnya tanpa harus menunggu orang lain hehe.  Sayangnya pada saat itu ombak yang semakin besar membuat kita agak sport jantung juga pada saat perjalanan pulang, nah untuk bersnokeling saya sarankan sepagi mungkin, dan kalo mungkin jam 11 sudah kembali ke mushroom bay untuk menghindari ombak yang besar.
nusa-lembongan-map
Nusa Lembongan snorkeling spot map

Nah selama disini,  Setiap sore hari  kita selalu menikmati sajian bakso yang selalu mangkal di Mushroom bay, untungnya bakso itu bakso ayam pula, selain dalam bakso nya kaya akan tulang saya baru ngeh kalo lagu abang tukang bakso yang bilang tidak usah pakai kol itu rupanya adalah typical bakso yang berasal dari kepulauan timur seperti contohnya bali ini rupanya, saya selalu berpikir kalo lagu abang tukang bakso itu tidak tepat karena membubuhkan kol dalam bakso hehe, (ya maaf beberapa kali ke bali belum nemu bakso pakai kol :D ) anyways intinya bakso ini yang menjadi pilihan kita karena merupakan alternatif murah untuk makan malam, warung makan untuk orang lokal di pulau ini bisa dihitung  dengan jari itupun harus selalu bermotor ria karena lumayan jaraknya dari mushroom bay. Dengan kuah yang agak kuning tambahan kol dan mie putih, telur serta kupat sebenarnya ini lebih menyerupai soto jadi semacam perpaduan  yang ga jelas gitu deh hehehe.

So jadi itulah perjalanan selama 3 malam di Nusa lembongan, tadinya saya sudah booking 4 malam namun karena kita merasa sudah cukup berada di pulau ini (meski kawasan Jungut batu dan beberapa area lainnya belum terjelajahi sepenuhnya serta upacara adat bali yang beberapa tahun sekali digelar di pulau ini terlewatkan) namun setidaknya kita sudah merasa gembira dengan perjalanan kita  dan apa yang kita lihat sejauh ini, mengingat betapa sulitnya bermotor di pulau ini karena buruknya jalan akses ke mana-mana, maka pada hari keempat kita langsung check out saja  dan untungnya untuk malam keempat nya tidak dikenai charge.  Akhirnya kita memutuskan kembali ke Sanur dan membawa oleh-oleh pengalaman baru yang seru dan pantai-pantai yang indah dalam ingatan :D

Sementara Info pantai yang bisa dikunjungi di Lembongan  menurut versi internet nya ialah : Pantai Tanjung Sanghyang, Dream Beach, Selagimpak, Selambung, Sunset Beach, Pemalikan, Lebaoh (pantai pusat rumput laut) sementara tempat-tempat lain yang ramai dikunjungi wisatawan antara lain; Rumah Bawah Tanah (Underground House) Gala-gala, Goa Sarang Walet Batu Melawang, Art Shop Center Buanyaran, Rawa-rawa Pegadungan, Tempat Romantis Kolong Pandan Sunset Park.

so siapa sekarang yang tertarik ke Nusa Lembongan-Ceningan?
Share:

stonehenge

Pertama kali saya melihat Stonehenge ini pada sebuah wallpaper yang saya dapat dari internet beberapa tahun kebelakang, tepatnya ketika saya mulai mengenal sistem aplikasi windows, awalnya saya tidak terlalu tertarik dan tidak tahu menahu gambar kumpulan batu apakah itu, pikir saya bisa saja hanya gambar buatan komputer semata, karena resolusi gambar yang tinggi jadi terlihat enak dipandang saja, namun ketika minat traveling saya semakin muncul beberapa tahun terakhir setelah itu secara tak sengaja menemukan info tentang bebatuan yang bernama Stonehenge ini dan ternyata setelah saya lihat fotonya sama dengan foto yang pernah saya lihat sebelumnya, setelah membaca sejarahnya maka saya semakin tertarik mendatangi tempat ini.

SONY DSC

Stonehenge ini rupanya berlokasi tak jauh dari Saisbury, U.K. Selagi ada kesempatan mengunjungi area ini, maka saya bertekad untuk melihat kumpulan batu ini dari dekat secara nyata. Untuk masuk arena ini harga tiket masuknya sekitar 6,9 quid, mungkin orang berpikir 2 atau 3 kali untuk membayar harga tersebut demi melihat batu saja yang juga tidak bisa disentuh seperti misal dahulu masih tahun sebelum tahun 80an saat batu-batu ini belum dijadikan sebagai tempat wisata, siapa saja bisa bermain-main disana dan menyentuhnya.

SONY DSC

Tapi tentu saja itu memang bukan batu sembarangan, batu-batu biru ini ternyata setelah diselidiki, materi dan sebagainya ternyata asalnya dari Wales yang jaraknya beratus ratus kilo  dari tempat ini, yang menarik adalah pada zaman itu tidak ada kendaraan apapun yang sanggup mengangkat batu-batu besar itu sampai kesana, apalagi untuk memberdirikan sesuai stuktur bangunan asli sebelumnya yang dulunya berantakan ini, bentuknya sendiri diduga mirip Colesseum di Italy ini, hanya saja jika yang ini tidak bertingkat  itupun jika memang tidak pernah ada yang mencuri sisa-sisa batunya.

SONY DSC

Struktur asli Stonehenge ini juga tak pernah ada yang tahu seperti apa bentuknya, karena toh struktur yang sekarang sudah seperti itu ternyata hanya dugaan beberapa ahli dan peneliti saja. Di bagian-bagian bawah batu ini pun tidak ada jejak apapun semisal bekas di seret. Menurut mitos nya batu-batu itu diangkut oleh raksasa sampai bisa disana. Bagaimana caranya batu-batu itu sampai disana tentu saja tidak ada yang tahu. Para peneliti sendiri mengatakan bahwa tempat ini nampaknya pernah digunakan sebagi pusat observasi bintang dan pre historical kalender karena letaknya yang sejajar dengan matahari, ada juga malah yang bilang lokasi pendaratan Alien dan tempat pemujaan dewa. Bahkan ada yang mengatakan ada seorang pemuda yang melakukan ritual setan ditempat ini entah tujuannya serius atau hanya sompral, tapi akhirnya dia berakhir gila karena melihat sesuatu di Stone henge ini, yang sampai sekarang tak ada yang tahu apa itu.

Fact : Seperti Pyramid, batu-batu pemujaan lain yang hampir serupa, yang terletak di pulau-pulau kecil Scotlandia (  Arran, Orkney, Hebridis dll ) juga patung-patung setinggi 4 meter di pulau paskah Chili, patung-patung di  Bada Valley Sulawesi Indonesia, batu berbentuk bulat simetris yang banyak ditemukan di Amerika selatan dan juga Candi-candi peninggalan yang sampai sekarang masih dipertanyakan, dan bagaimana caranya orang zaman dulu bisa membangun suatu bangunan  seperti itu serta mengangkut puluhan ton batu besar sampai ke tempat-tempat tersebut ,jawabanya selalu sama, tidak pernah ada yang tahu persis.

 
Share:

wisata kuliner seru

Selain hobi jalan-jalan sekalian berkunjung ke tempat baru saya juga sangat menikmati makanan-makannya, dibanding orang-orang yang sudah mempunyai rekor makan yang beraneka ragam sebenarnya saya masih dalam tahap newbie :) di Bandung sendiri sih karena banyak makanan enak jadinya lidah ini jadi manja dan kadang tak mau mencoba makanan baru, untuk di Bandung sendiri menurut saya meski makanan dan jajanannya enak-enak tapi tidak ada extreme kuliner, mungkin karena melihat wangsa pasar juga bakal kurang laku, menurut saya makanan yang 'agak tidak biasa' di Bandung itu sate ular, lalu yang lainnya yang jarang dikonsumsi seperti ikan Hiu, ikan Pari dan Gurita, yang menurut saya rasanya kurang enak karena agak-agak berbau pesing mungkin juga karena dibawa jarak jauh sehingga sudah tidak fresh lagi, nah makanan-makanan tadi adalah beberapa jenis makanan yang saya coba untuk experience dan seru-seru an saja sekaligus penasaran dengan rasanya seperti misalnya ketika saya berkunjung ke Karimun jawa saya sempat mencoba makan bulu babi (sea urchin) hewan laut yang durinya terkenal beracun ini setelah saya coba cicipi rupanya dalamnya seperti pasir dan ketika dicoba  rasanya asin.


sea-urchin01

Ketika berkunjung ke Thailand rupanya masakan Thailand tidak jauh dari rasa Tom Yam yang umumnya paduan asam pedas, umumnya masakannya menggunakan daun ketumbar, dengan lidah indonesia masih tidak terlalu jauh beda deh, di Thailand saya suka dengan buah-buah an segar yang dijual di jalan-jalan, jajanan jalannya sendiri yang terkenal adalah Pad thai nya semacam mie goreng+telur, tauge, ayam, udang, yang dicampur bumbu-bumbu tertentu seperti saus ikan, cabe, saus asam yang rupanya sekarang marak di food court kota besar di Indonesia.

SONY DSC

Untuk Thailand jajanan pinggirannya termasuk sangat murah, jika ingin mengunjungi negara ini on budget Thailand sangat saya rekomendasikan, meski di area Phuket karena sekarang sudah sangat terkenal harga-harga makananya lebih mahal dari area Thailand yang lain termasuk Bangkok. Di Bangkok sendiri wisata kuliner teraneh saya adalah jangkrik, ulat, kumbang, lebah, dan kalajengking yang digoreng sangat kering, kadang dibumbui merica dan garam. Nah  yang paling enak menurut saya diantara itu semua adalah ulat mungkin karena ulat mempunyai daging di dalamnya. Jika ingin mencoba makanan-makanan aneh ini kita harus jeli-jeli mencari penjualnya karena tukang jualannya sering berpindah-pindah tempat dalam keramaian umumnya mereka jualan memakai gerobak, di area China town dan di Kao san road.

SONY DSCkalajengking crispy




Imagepenjaja extreme kuliner di Kao san road (ulat, kumbang, jangkrik, kalajengking)


SONY DSCstreet food Phuket


Di Vietnam saya sempat mencicipi sate burung unta dan sate kijang waktu itu kebetulan ada internationa; food festival jadi ada bermacam-macam makanan di seluruh dunia termasuk makanan yang tak biasa. Menurut saya rasa burung unta ini agak sedikit liat dan agak berbau (seperti halnya bebek, jika tidak pandai mengolah kadang bebek agak berbau) Karena masih termasuk Asia tenggara makanan Vietnam juga tidak terlalu shocking di lidah, makanan jalan yang saya suka disini adalah stall makanan laut dan (PHo) Mie nya. saya bisa makan berbagai macam kepiting, keong, kerang dengan bumbu khasnya yaitu cabe merah pedas, jeruk nipis, semacam daun (entah daun apa ) soy sauce plus merica bubuk, selewat terdengar tidak istimewa tapi makanan street food favorit saya adalah tipe-tipe keong dan kepitingnya.

pho-logoMie vietnam yang selalu disajikan dengan tipe daun-daunan, tauge, bawang, jeruk nipis & cabe-cabe an

Stall street food Vietnam ini hampir ada di setiap pinggiran jalan khususnya tempat saya tinggal di area backpacker Pham ngu lao, di tempat ini juga menjual cumi-cumi gantung dan telur bebek yang katanya untuk kesehatan khususnya aphrodisiac untuk laki-laki, saya coba iseng mencoba telur ini setelah saya buka saya langsung merinding rupanya didalamnya bukan setengah matang tapi bebek setengah hidup hiiiiiiiii, sebenarnya ini lebih tepat disebut embrio, hanya beberapa memang udah hampir matang karena kuku-kuku nya sudah terbentuk. mencoba nya saja sudah ingin muntah maka saya mengurungkan niat mencoba ayam setengah hidup itu, bebek embrio ini tak hanya terkenal di Vietnam rupanya terkenal juga di Philipina hanya beda nama, disana namanya Balut dan merupakan salah satu street food yang terkenal.

04_balut_190x190balut (embrio bebek)


Jika saya lihat jajanan lainnya di vietnam ini dimana-mana menjual springroll, mungkin kalo disini semacam gorengan, nah bagi muslim kalo datang kesini harus agak berhati-hati memesan makanan karena umumnya dimana-mana dagingnya babi, jadi harus tanya-tanya dulu Vietnam juga terkenal dengan penyuka daging anjing

SONY DSCstan bbq rusa, buaya dan burung unta


SONY DSC

SONY DSCtipe street food di Vietnam


Terlepas dari makanan-makanan diatas menurut saya kelapa muda Vietnam ini paling juara, di pinggiran jalan umumnya banyak penjual kelapa hijau ukuran kecil, asiknya kelapa yang mereka jual itu dingin karena kelapanya sudah dimasukan ke dalam freezer sehingga di hari panas meminum kelapa muda ini langsung menyegarkan tenggorokan, tidak seperti kelapa disini yang harus dimasukan gelas lalu airnya ditambah sedikit air gula dan susu agar enak, pokonya kelapa disana TOP deh. Selain kelapa menurut orang kopi Vietnam terkenal enak, tapi sayang karena saya bukan fans kopi saya tidak sempat mencoba kopi vietnam asli. Oya disini juga saya menemukan Beer yang tulisannya begini :  ‘the cheapest beer in the world’ hehe

SONY DSCkelapa segar Vietnam dengan spring roll nya


Di area st Albans inggris saya pernah mencoba mix grill steak safari, jadi konsep restoran ini menjual daging steaknya dan kita sendiri yang memanggangnya dalam batu panas,  konsep batu panas ini sekarang sudah ada dimana-mana tapi yang justru unik itu dari resto itu adalah daging yang mereka tawarkan, ada beberapa option untuk dagingnya, kita bisa memilih yang mix atau hanya pilih salah satu saja, waktu itu pilihan saya jatuh pada mix safari karena didalamnya terdapat berbagai macam daging yang belum pernah saya makan, dalam opsi mix itu  terdapat daging kanggoro, daging Burung unta, daging Buaya dan Zebra.

6466118_f1024

Seharusnya saya tidak memakan daging buaya (hehe) tapi karena penasaran mencoba jadinya ngebandel saja ups, kabarnya steak buaya ini banyak dikonsumsi di area Darwin Australia. Sementara pengalaman makan steak safari ini kurang mengena di lidah, rupanya daging-daging tadi rasanya kurang enak untuk dinikmati, apalagi yang daging buaya, ini mungkin karena kebiasaan saya makan steak harus dengan bumbu-bumbu dengan rasa yang kuat, kecuali rasa dagingnya umum seperti misalnya beef saya tak keberatan makan daging sapi hanya memakai pepper, tapi terlepas dari rasa yang kurang mengena, dan harga yang mahal saya menikmati experience yang tak biasa itu.

Share:

Popular Posts

Blog Archive

Categories

Recent Posts