kecewa itu angin lalu..
Saya shock ketika mengetahui blog saya hilang selama-lamanya, semua tulisan, pengalaman dan puisi-pusi itu hilang begitu saja, sialnya saya tidak sempat memback-up semua tulisan saya yang memerlukan waktu beratus-ratus jam untuk membuatnya, teringat saya pernah daftar di wordpress ini, here iam........ saya officialy pindah curhat mulai hari ini....
Summer, where are you ?
Musim panas Ingkar janji
Setiap hari jika rintik hujan datang saya awalnya maklum dan manggut-manggut saja membiarkan hujaman-hujaman beningnya membasahi kebun bunga mawar saya sampai mereka mati layu kebanyakan minum air, atau saat dia menggelitik terus menerus ikan koi di kolam kecil saya sehingga membuat satu ikan saya meloncat bunuh diri, atau membasahi rambut keemasaan putri saya yang flu batuknya tak kunjung sembuh dan tak bisa main lagi karena merindukan matahari, namun lama-lama saya mati bosan sampai kemudian mati bosan bosan sebosan-bosannya...
Musim panas janjimu palsu
Saya ingat hari-hari dimana tubuh saya terbakar matahari karena menjelajahi pantai, kulit saya coklat secoklat-coklatnya, pernah saya hampir tidak mengenali diri saya sampai kulit muka saya mirip ular tampak bersisik karena berganti kulit, sekarang 3 tahun sudah kulit saya tidak pernah kembali, dan ini kulit saya yang baru, belang-belang tak beraturan, tapi sudahlah tak apa, yang penting musim hujannya cepat berhenti...
Tipe akomodasi gratis untuk para traveler
Traveling ke negara orang menurut saya pengeluaran terbesar adalah akomodasi dan makanan, saking borosnya saya sempat kepikiran mungkin di masa depan bakal ada suatu kapsul yang sekali konsumsi membuat manusia tidak membutuhkan makan dan minum setidaknya tahan hingga 3 hari, sehingga budget traveling hanya dialokasikan untuk transport hehehe, tapi namanya juga bukan robot, manusia perlu tidur dan kurang tidur adalah sesuatu yang membahayakan bagi kesehatan.
Untuk yang berkantong tebal atau para flashpacker kendala akomodasi pastinya tidak se - 'pain in the ass', para backpacker, dengan budget yang super pas-pas an kadang tujuan dari traveling itu lenyap sudah, karena berganti menjadi stress karena menggembel, boro-boro mau mengenal budaya negara lain yang ada terlunta-lunta demi memenuhi kebutuhan perut dan kesehatan. Tapi jangan kaya orang susah dooong : ) saat ini kan sudah banyak solusinya, nah bagi yang belum tahu kita refresh ulang sekalian menambah pengetahuan bagi yang belum tahu, namun sebelum melanjutkan ke main topik, perlu diingat bahwa di dunia ini tidak ada yang gratisan jika kamu tidak cukup koneksi maksudnya keluarga dan teman dekat, nah maka dari itu ada beberapa cara yang harus kamu lakukan untuk mendapat tumpangan gratis ini dan kuncinya hanya satu : harus mau repot dengan proses registrasi di internet agar dapat tumpangan gratis, hoho ini dia opsi-opsinya
1. Numpang di rumah orang
Saat ini banyak sekali organisasi yang bermunculan mulai dari yang namanya Couchsurfing, Hospitalityclub, Globalfreeloaders, Belodged, sampai yang berbayar namun tidak semahal di hotel tentunya karena toh ujung-ujungnya kamu harus beramah tamah dengan orang rumah, enaknya dengan gaya ini selain dapat kenalan banyak juga bisa sharing opini dan lain sebagainya, kalo kamu merasa sreg dengan gaya ini yang kamu lakukan tinggal masukan kata-kata kunci tadi di halaman google, selanjutnya google akan membawa kamu ke halaman registrasi silakan dipelajari !
2. Liburan tukar rumah
Pernah nonton film the Holiday? dimana 2 orang bertukar rumah untuk berbagi pengalaman, hanya saja sayangnya ini tidak untuk setiap orang, karena mungkin orang tidak mau begitu saja bertukar rumah liburan jika yang salah satu kurang layak, meski tidak untuk semua negara namun tidak ada salahnya dicoba
http://www.lovehomeswap.com/
http://www.homeexchange.com/
http://www.homebase-hols.com/
3. Penjaga rumah dan Penjaga Anjing
Rupanya banyak yang membutuhkan jasa ini ketika si tuan rumah pergi liburan, banyak yang menginginkan kamu tinggal di rumah sederhana sampai rumah mewah , kamu bebas tinggal di rumah mereka sambil menjaga anjing, melakukan tugas bersih-bersih, merawat tanaman, pastinya tidak dibayar tapi lumayan kan bisa tinggal di rumah orang gratis, hehe nah ini contoh beberapa link nya kalo kamu tertarik
http://www.trustedhousesitters.com/
http://www.housecarers.com/
http://www.housesittingjobs.com/
http://www.housecarers.com/
http://www.housesittingjobs.com/
http://www.housecarers.com/?hop=fafwl10
4. bekerja sambilan untuk ditukar dengan Akomadasi
Organisasi paling populer adalah WWoofing yang merupakan kepanjangan dari willing workers on organic farms, intinya kamu diharuskan bekerja beberapa jam setiap hari di pertanian atau di perkebunan, nantinya kamu akan mendapat makan dan akomodasi gratis. Rupanya cara ini banyak digunakan para anak muda untuk menekan budget akomodasi dan jatah makan
http://www.helpexchange.net/
http://www.helpandhost.net
http://www.helpex.net/
http://www.womentravel.info/html/work_exchange_wwoof.htm
http://www.helpandhost.net
http://www.helpex.net/
http://www.womentravel.info/html/work_exchange_wwoof.htm
5. Bekerja sambil liburan
ini adalah tipe yang banyak disukai orang, tentang belajar budaya baru, sekaligus mempelajari keterampilan baru, bahkan dengan bekerja sambilan ini, kamu bakal menemukan orang-orang baru yang juga tergabung dalam komuintas ini, beberapa ada yang bekerja di pub di London, atau menjadi Nanny, tukang pasang batako di Kanada, perawat di Australia, atau menjadi guru bahasa yang banyak dilakukan oleh banyak Orang Inggris , Amerika dan Australia.
http://www.restlessdevelopment.org
http://www.bunac.org/
http://www.podvolunteer.org
http://www.statravel.com.au/work-overseas.htm
http://www.nursingaustralia.info/buy_new.html?hop=fafwl10
http://www.bunac.org/
http://www.podvolunteer.org
http://www.statravel.com.au/work-overseas.htm
http://www.nursingaustralia.info/buy_new.html?hop=fafwl10
yang terakhir buat kamu yang berprestasi kenapa engga coba apply beasiswa seperti travel scholarship, tema nya macem2 buat yang jago nulis, yang hobi photography, jago bikin film nah selengkapnya klik saja link dibawah ini
http://journals.worldnomads.com/scholarships/?affiliate=rwods&subid=&utm_source=rwods&utm_medium=para&utm_campaign=Scholar_para&_wat_id=ec27e363477e45fb9355873361e922ce_3
good luck!! :")
Catatan: link2 diatas hanya sebagian dari banyak link yang berhubungan dengan free accomodation yang ada di seluruh dunia, kemanan dan info dari link2 diatas tidak diketahui seratus persen , saya hanya sebatas memberikan info seputar akomodasi gratis.
Tips ke Belitung untuk Independent traveler
Alright to the point saja ya, dibawah ini adalah beberapa info dan tips bagi yang ingin mengunjungi pulau dengan batuan raksasa, pulau nya laskar pelangi, pulaunya pemuja kerupuk ikan dan cumi

Hal yang paling penting sebelum memutuskan pergi ke area pantai:
- Pilihlah pergi saat bukan musim hujan, akhir tahun Belitung mulai sering hujan,akan sangat tidak nyaman meng explore tempat ini saat sedang sering hujan, ombak juga lumayan bergoyang goyang meski perjalanan hoping islands tidak terlalu jauh, sebaiknya pergi pertengahan tahun, ada kemungkinan tiket lebih murah, namun jika dipikir meski murah kalo disana jadinya terjebak di penginapan tidak bisa kemana-mana buat apa kan?-
Ok selanjutnya gimana?
-Jangan lupa tujuan Belitung itu Tanjung pandan bukan Tanjung pinang hehe, bedanya yang satu di Bangka, nah kalo sudah oke tinggal beli tiket pesawatnya setau saya ada Sriwijaya dan Batavia dari Jakarta, saya kemarin pilih Sriwijaya, perjalanan 45 menit dapat mineral water, bolu kukus dan permen, lumayan
- Tiket pesawat Jakarta-T pandan pp berkisar 700 sampai 1,2
- Pilih penginapan sesuai budget dan kebutuhan, maksudnya kalo cenderung wisata kuliner dan shopping mending pilih di kota, kalo suka pantai pilih penginapan yg mendekati pantai karena jarak kota ke pantai 30 km jadi harus pilih tempat masak-masak, jika oke bisa di booking jauh-jauh hari lewat telepon atau internet, dan ini wajib dilakukan, ingat belitung bukan bali yang jarak satu penginapan kepenginapan lainnya bersebelahan, jika kamar penuh apalagi tidak sesuai menuju penginapan laiinya apalagi dengan tentengan segunung bakal sangat bermasalah, tetap harus memerlukan jasa sewa mobil, tidak ada yang namanya angkutan kota
- Pastikan berkomunikasi dengan pihak penginapan untuk jemput dari bandara, di Belitung tidak ada Taxi, angkot atau pangeran pembawa kereta kuda Jika tidak pesan sebelumnya kamu akan dikenai biaya menyewa mobil yang hitungannya mencapai 350 ribu plus supir, males banget kan? sementara jemputan bandara- cottage pantai sekali antar rata2 Rp 150
Tips memilih penginapan
Jika lebih prefer tinggal deket pantai saran dari saya hanya ada 3 penginapan yang pantainya bagus, minusnya adalah ke tiga penginapan ini jauh dari lampu kota, resto, apotek yang memakan 90menit berkendaraan pp
- Bukit berahu
Terletak di area yang tersembunyi, di sana hanya ada cottage ini saja To, asik untuk yang ingin menyepi, cottage nya lumayan, full fasilitas, tv cable, kolam renang harganya mencapai 305 an sementara family room lebih mahal, minusnya untuk berenang dan menuju resto kita harus mau mendaki tangga sebanyak kurang lebih 103 langkah, lumayan ngos-ngosan buat yang jarang olahraga untuk family room terletak dekat resto dan kolam renang, ini ideal untuk keluarga yang bawa bayi atau anak -anak, namun tetap saja akses menuju lautnya harus menuruni tangga ini
- Kelayang Cottage

Memiliki pantai yang indah, di banding bukit berahu dengan pantai yang sempit, Kelayang memiliki pantai yang panjang, cantik dan bersih, pantai ini juga menjadi pusat kapal-kapal pencari ikan dan kapal hoping island berlabuh, Penginapan di Cottage ini basic berupa rumah panggung yang sudah memerlukan renovasi. Staff disana sebenarnya ramah-ramah dan menyenangkan, minusnya tempat ini seperti kurang diperhatikan seperti misal tempat tidur yang sudah waktunya diganti karena spring nya sudah mulai menonjol, dan tengahnya melempem, air keran dan air mandi berwarna keruh meski tidak menyebabkan gatal-gatal namun agak berbau tanah, nah namun jika tidak ada masalah dengan itu semua, tempat ini cocok untuk yang gila pantai bersih, meskipun begitu di pantai ini tetaplah harus berhati-hati dengan semacam serangga kecil sebesar kutu yang muncul di pantai sore hari yang sangat menyebabkan gatal-gatal. Disini kamar non ac 200, kamar ac 300, oya semua kamar non tv, tinggal berhari-hari nantinya dapet diskon, lumayan kan
- Lor inn
Hotel milik Tommy Suharto ini terletak di sebrang pantai yang liar nan cantik, jarak dari hotel ini ke area T Tinggi hanya 5 menit menggunakan kendaraan, dari kelayang cottage and beach menggunakan motor hanya memakan waktu 15 menit, menurut saya ini hotel yang paling oke depan pantai, harganya memang lumayan sih mulai 750-1 juta, good newsnya ada kok backpacker room berupa kamar sempit dengan 2 tempat tidur dengan kamar mandi di luar
Penginapan posh lain yang belakangnya pantai juga seperti Bahamas, Grand Hartika pantainya kurang bagus, bahkan di grand hartika tidak bisa dipakai berenang, namun untuk yang suka suasana ramai resto dan hangout bisa pergi ke area ini (Tanjung pendam)
-alternatif lainnya yang gila pulau, cobalah menginap di pulau kepayang, kamu bisa menyewa kapal nelayan dari tanjung kelayang menuju pulau tersebut, hanya saja nuansanya nature sekali jd jgan berharap banyak, listrik juga menyala hanya malam sampai subuh, untuk makan dan sebagainya nanti disiapkan oleh pihak penyedia jasa akomodasi
- atau kalo mau coba berkemah di pulau ? why not!
Tips dari saya jika memilih salah satu dari penginapan dekat pantai pastikan obat-obatan, snack dan kebutuhan kita dibeli dari awal karena untuk menuju kota harus menyewa mobil, bensin, plus driver yang memakan harga Rp 350-400, perlu diingat juga akomodasi dekat pantai ini begitu malam tiba, tidak terlalu banyak yang bisa dikerjakan selain makan-minum di resto hotel atau menonton TV, jika yang suka party kurang cocok kecuali anda datang bersama grup
info penginapan lainnya bisa klik disini : http://belitung.yogyes.com/id/hotel/
things to do in Belitung?
-Belitung ini intinya explore pantai dengan bongkahan batu, hampir di setiap pantai ada batu raksasa ini, jangan takut kehabisan pose di batunamun pantai yang bagus itu dia area barat daya mendekati utara, sisanya pantai di pulau-pulau (saat hoping island) atau pantai bagian selatan yang masih liar dan masih jarang ter explore turis karena lumayan jauh dan jalannya sempit, bagian belitung timur sendiri mempunyai beberapa pantai yang lumayan namun tidak sebagus di area yang saya sebutkan tadi

-Di area belitung timur selain pantai yang bisa dilihat ada bendungan, vihara dewi kwan inn, area manggar replika sekolah nya Andrea hirata, Gantung rumah Andrea hirata yang sekarang dijadikan museum,lalu beberapa pantai seperti lalang, pantai burung mandi
- Untuk di kota ada rumah adat belitung, lalu museum jadul yang buat saya garing namun sebenernya menarik bagi yang tertarik dengan sejarah pertimahan dan keramik membatu yang ditemukan di perairan belitung , dibelakang museum ini ada semacam taman bagi buaya burung dan monyet
- yang bisa dilakukan di kota lainnya ya kuliner, shopping, dan melihat danau kaoling dekat bandara, nah danau ini sebenarnya kecil terbentuk dari campuran kapur dan tanah liat,namun yang menarik pantulan warna airnya yang biru kehijauan mengingatkan pada kawah putih namun asiknya tidak berbau belerang, tempat ini sih bagusnya untuk foto-foto
- Hoping island is a must, rugi kalo tidak melakukan aktivitas ini, banyak pantai bagus yang bisa disinggahi, mulai dari pulau burung, pulau lengkuas, pulau batu layar, pulau babi kecil, pulau kepayang (yang punya penginapan dan konservasi penyu) sampai pulau pasir yang berupa gundukan pasir berwarna putih membulat kecil ditengah laut

-snorkeling
pengalaman saya snorkeling disini hanya di area pulau lengkuas, secara pribadi di area yang direkomendasikan semua penyedia layanan kapal, karangnya tidak sebagus di Gosong karimun jawa atau di Wakatobi namun lumayan sekali lah untuk cuci mata begitu menaburkan remah roti, segerombolan ikan pelangi langsung bermunculan, tapi di Belitung ini pasti banyak area spot snorkeling yang bagus hanya tidak sempat ter explore saja

-Diving
Makanan rekomendasi
- Chinese Food Diva
terletak di jalan sriwijaya, masakan cina nya oke punya, harganya terjangkau, tempatnya sih biasa namun rasanya mantap, selain Diva ada resto lain seperti Dinasty, Sari Laut.
- Bakmi atep
Juga berada di jalan sriwijaya, bakmie yang disebut juga bakmi artis (karena sering dikunjungi artis) ini berwarna kuning diberi taburan taoge, irisan timun, potongan kentang rebus, emping melinjo dan kuah udang kental yang berwarna kecoklatan. katanya kaldu itu adalah berasal dari udang asli ditambahi bumbu merica, laos dan daun salam. bayangan nya perpaduan antara kuah pempek dan lomie, terbayang?

-Snack kerupuk cumi dan kerupuk ikan khas belitung
-Gangan kepala ikan ketarap, pengalaman Gangan saya sebenarnya kurang sukses, saya tidak memesan Gangan di kota melainkan di penginapan, hasilnya kuahnya mirip bumbu sarden yang diberi air banyak, ikannya juga waktu itu salahnya menggunakan ikan bulat. selagi di Belitung katanya harus mencoba makanan ini.
- Ikan laut khas belitung
Jika sehari-hari makan ikan mas, bawal, kakap,kerapu cobalah ikan-ikan bakar khas seperti ketarap, jabung, kerisi, dan yang terutama adalah ikan bulat panggang kecap plus sambel trasi sijuk, ini wajib dicoba, harganya lumayan kisaran 65-75 per kg, jumlah itu cukup untuk 4 porsi orang kurus dan 2 orang gendut hehe, oya jika saya perhatikan rata-rata ikan ini disimpan di freezer mungkin karena pasarnya tidak sold out tiap hari

- Jus jeruk kunci yang asem2 segar
- Cumi tepung
- kepiting Kalimango saus padang
- Lemper panggang isi abon ikan Pak Miman Belitung
Transport ?
- Seperti yang saya bilang diatas untuk kemana-mana pilihannya sewa mobil, alternatif lainya sewa motor, motor ini kisaran Rp 50.000 sehari belum termasuk bensin, namun enaknya dipakai putar-putar kota atau pinggiran pantai di barat daya yang menghubungkan area bukit berahu-fishing village-Kelayang sampai Lor inn- tanjung tinggi , sementara untuk mencapai belitung timur memerlukan waktu jarak tempuh lebih dari 100 km, idealnya sewa mobil
-untuk sewa bisa ditanyakan langsung ke penginapan
-untuk hoping island jika bingung bisa langsung menuju spot tanjung kelayang disana ada penyedia jasa layanan ini,perahunya sendiri rata-rata 350 memuat 6 orang atau lebih jadi bisa patungan, guide biasanya dibayar 150 seharian, akomodirkan bekal untuk makan siang karena di pulau tidak ada warung nasi
Oleh-oleh khas belitung?
-yang pasti cemilan cumi dan kerupuk itu wajib, oleh-oleh ini bisa dibeli di area jalan sriwijaya, enaknya semua toko akan langsung memasukan ke kardus dan mengemasnya berupa paket jadi tinggal ditenteng, snack ini bervariasi mulai dari Getas ikan, Kerupuk cumi, Kemplang segi, Abon ikan, Kerupuk habong, Kerupuk habong stik, Kerupuk kulit ikan, Kericu bu Jun, Teri krispi, harga paket seperti gambar dibawah nya per 7-9 buah bisa mencapai 100-150
- Terasi sijuk, aroma ikannya terasa sekali
- Tauco dan dodol (bagi yang doyan)
- Belitung itu kota kabupaten di kota nya sendiri 'kurang ada yang unik' namun ada satu barang yang sarankan bisa di beli yaitu batu meteor atau biasa yang disebut batu satam ini biasanya dijadikan perhiasan, di Indonesia selain solo, belitung juga terkenal dengan batu ini, kabarnya penambang timah menemukan batu ini tanpa sengaja di kedalaman 50 m, nah batu ini selain unik untuk dijadikan perhiasan katanya bisa menghindarkan dari racun, syetan dan jin hehehe.
tips dari saya bagi yang tertarik jangan beli di sembarang tempat, sebenarnya pinggir jalan sriwijaya dan toko oleh-oleh ada beberapa namun ditakutkan palsu, belilah di tempat yang mempunyai sertifikat seperti misalnya di rumah pengrajin nya langsung pak Firman Z, kabarnya toko-toko mengambil barangnya dari sana, harganya pun bisa ditawar,alamatnya Jl. Gatot Subroto 39- beliau sudah menjadi pengrajin ini sudah lama,kerap melakukan pameran dari skala nasional sampai internasional, pak Firman ini juga memiliki koleksi dari Australia, Cekoslawakia dan Arab, harga nya lumayan juga sih mulai yang 100 ribu yang berupa batu tanpa hiasan sampai miliaran tergantung besar kecil dan kualitasnya, maklum lah batu dari luar angkasa hehehe.
(tipe yang sudah tinggal dipakai kalung begini di tempat pak firman dihargai 400an nego dikit, jika disinari lampu berubah menjadi kehijauan, jika browsing di internet pasarnya mencapai 1,2 an sampai tak terhingga, jadi mending beli jika kebetulan kesini)
Hal yang paling penting sebelum memutuskan pergi ke area pantai:
- Pilihlah pergi saat bukan musim hujan, akhir tahun Belitung mulai sering hujan,akan sangat tidak nyaman meng explore tempat ini saat sedang sering hujan, ombak juga lumayan bergoyang goyang meski perjalanan hoping islands tidak terlalu jauh, sebaiknya pergi pertengahan tahun, ada kemungkinan tiket lebih murah, namun jika dipikir meski murah kalo disana jadinya terjebak di penginapan tidak bisa kemana-mana buat apa kan?-
Ok selanjutnya gimana?
-Jangan lupa tujuan Belitung itu Tanjung pandan bukan Tanjung pinang hehe, bedanya yang satu di Bangka, nah kalo sudah oke tinggal beli tiket pesawatnya setau saya ada Sriwijaya dan Batavia dari Jakarta, saya kemarin pilih Sriwijaya, perjalanan 45 menit dapat mineral water, bolu kukus dan permen, lumayan
- Tiket pesawat Jakarta-T pandan pp berkisar 700 sampai 1,2
- Pilih penginapan sesuai budget dan kebutuhan, maksudnya kalo cenderung wisata kuliner dan shopping mending pilih di kota, kalo suka pantai pilih penginapan yg mendekati pantai karena jarak kota ke pantai 30 km jadi harus pilih tempat masak-masak, jika oke bisa di booking jauh-jauh hari lewat telepon atau internet, dan ini wajib dilakukan, ingat belitung bukan bali yang jarak satu penginapan kepenginapan lainnya bersebelahan, jika kamar penuh apalagi tidak sesuai menuju penginapan laiinya apalagi dengan tentengan segunung bakal sangat bermasalah, tetap harus memerlukan jasa sewa mobil, tidak ada yang namanya angkutan kota
- Pastikan berkomunikasi dengan pihak penginapan untuk jemput dari bandara, di Belitung tidak ada Taxi, angkot atau pangeran pembawa kereta kuda Jika tidak pesan sebelumnya kamu akan dikenai biaya menyewa mobil yang hitungannya mencapai 350 ribu plus supir, males banget kan? sementara jemputan bandara- cottage pantai sekali antar rata2 Rp 150
Tips memilih penginapan
Jika lebih prefer tinggal deket pantai saran dari saya hanya ada 3 penginapan yang pantainya bagus, minusnya adalah ke tiga penginapan ini jauh dari lampu kota, resto, apotek yang memakan 90menit berkendaraan pp
- Bukit berahu
Terletak di area yang tersembunyi, di sana hanya ada cottage ini saja To, asik untuk yang ingin menyepi, cottage nya lumayan, full fasilitas, tv cable, kolam renang harganya mencapai 305 an sementara family room lebih mahal, minusnya untuk berenang dan menuju resto kita harus mau mendaki tangga sebanyak kurang lebih 103 langkah, lumayan ngos-ngosan buat yang jarang olahraga untuk family room terletak dekat resto dan kolam renang, ini ideal untuk keluarga yang bawa bayi atau anak -anak, namun tetap saja akses menuju lautnya harus menuruni tangga ini
- Kelayang Cottage
Memiliki pantai yang indah, di banding bukit berahu dengan pantai yang sempit, Kelayang memiliki pantai yang panjang, cantik dan bersih, pantai ini juga menjadi pusat kapal-kapal pencari ikan dan kapal hoping island berlabuh, Penginapan di Cottage ini basic berupa rumah panggung yang sudah memerlukan renovasi. Staff disana sebenarnya ramah-ramah dan menyenangkan, minusnya tempat ini seperti kurang diperhatikan seperti misal tempat tidur yang sudah waktunya diganti karena spring nya sudah mulai menonjol, dan tengahnya melempem, air keran dan air mandi berwarna keruh meski tidak menyebabkan gatal-gatal namun agak berbau tanah, nah namun jika tidak ada masalah dengan itu semua, tempat ini cocok untuk yang gila pantai bersih, meskipun begitu di pantai ini tetaplah harus berhati-hati dengan semacam serangga kecil sebesar kutu yang muncul di pantai sore hari yang sangat menyebabkan gatal-gatal. Disini kamar non ac 200, kamar ac 300, oya semua kamar non tv, tinggal berhari-hari nantinya dapet diskon, lumayan kan
- Lor inn
Hotel milik Tommy Suharto ini terletak di sebrang pantai yang liar nan cantik, jarak dari hotel ini ke area T Tinggi hanya 5 menit menggunakan kendaraan, dari kelayang cottage and beach menggunakan motor hanya memakan waktu 15 menit, menurut saya ini hotel yang paling oke depan pantai, harganya memang lumayan sih mulai 750-1 juta, good newsnya ada kok backpacker room berupa kamar sempit dengan 2 tempat tidur dengan kamar mandi di luar
Penginapan posh lain yang belakangnya pantai juga seperti Bahamas, Grand Hartika pantainya kurang bagus, bahkan di grand hartika tidak bisa dipakai berenang, namun untuk yang suka suasana ramai resto dan hangout bisa pergi ke area ini (Tanjung pendam)
-alternatif lainnya yang gila pulau, cobalah menginap di pulau kepayang, kamu bisa menyewa kapal nelayan dari tanjung kelayang menuju pulau tersebut, hanya saja nuansanya nature sekali jd jgan berharap banyak, listrik juga menyala hanya malam sampai subuh, untuk makan dan sebagainya nanti disiapkan oleh pihak penyedia jasa akomodasi
- atau kalo mau coba berkemah di pulau ? why not!
Tips dari saya jika memilih salah satu dari penginapan dekat pantai pastikan obat-obatan, snack dan kebutuhan kita dibeli dari awal karena untuk menuju kota harus menyewa mobil, bensin, plus driver yang memakan harga Rp 350-400, perlu diingat juga akomodasi dekat pantai ini begitu malam tiba, tidak terlalu banyak yang bisa dikerjakan selain makan-minum di resto hotel atau menonton TV, jika yang suka party kurang cocok kecuali anda datang bersama grup
info penginapan lainnya bisa klik disini : http://belitung.yogyes.com/id/hotel/
things to do in Belitung?
-Belitung ini intinya explore pantai dengan bongkahan batu, hampir di setiap pantai ada batu raksasa ini, jangan takut kehabisan pose di batunamun pantai yang bagus itu dia area barat daya mendekati utara, sisanya pantai di pulau-pulau (saat hoping island) atau pantai bagian selatan yang masih liar dan masih jarang ter explore turis karena lumayan jauh dan jalannya sempit, bagian belitung timur sendiri mempunyai beberapa pantai yang lumayan namun tidak sebagus di area yang saya sebutkan tadi
-Di area belitung timur selain pantai yang bisa dilihat ada bendungan, vihara dewi kwan inn, area manggar replika sekolah nya Andrea hirata, Gantung rumah Andrea hirata yang sekarang dijadikan museum,lalu beberapa pantai seperti lalang, pantai burung mandi
- Untuk di kota ada rumah adat belitung, lalu museum jadul yang buat saya garing namun sebenernya menarik bagi yang tertarik dengan sejarah pertimahan dan keramik membatu yang ditemukan di perairan belitung , dibelakang museum ini ada semacam taman bagi buaya burung dan monyet
- yang bisa dilakukan di kota lainnya ya kuliner, shopping, dan melihat danau kaoling dekat bandara, nah danau ini sebenarnya kecil terbentuk dari campuran kapur dan tanah liat,namun yang menarik pantulan warna airnya yang biru kehijauan mengingatkan pada kawah putih namun asiknya tidak berbau belerang, tempat ini sih bagusnya untuk foto-foto
- Hoping island is a must, rugi kalo tidak melakukan aktivitas ini, banyak pantai bagus yang bisa disinggahi, mulai dari pulau burung, pulau lengkuas, pulau batu layar, pulau babi kecil, pulau kepayang (yang punya penginapan dan konservasi penyu) sampai pulau pasir yang berupa gundukan pasir berwarna putih membulat kecil ditengah laut
-snorkeling
pengalaman saya snorkeling disini hanya di area pulau lengkuas, secara pribadi di area yang direkomendasikan semua penyedia layanan kapal, karangnya tidak sebagus di Gosong karimun jawa atau di Wakatobi namun lumayan sekali lah untuk cuci mata begitu menaburkan remah roti, segerombolan ikan pelangi langsung bermunculan, tapi di Belitung ini pasti banyak area spot snorkeling yang bagus hanya tidak sempat ter explore saja
-Diving
Makanan rekomendasi
- Chinese Food Diva
terletak di jalan sriwijaya, masakan cina nya oke punya, harganya terjangkau, tempatnya sih biasa namun rasanya mantap, selain Diva ada resto lain seperti Dinasty, Sari Laut.
- Bakmi atep
Juga berada di jalan sriwijaya, bakmie yang disebut juga bakmi artis (karena sering dikunjungi artis) ini berwarna kuning diberi taburan taoge, irisan timun, potongan kentang rebus, emping melinjo dan kuah udang kental yang berwarna kecoklatan. katanya kaldu itu adalah berasal dari udang asli ditambahi bumbu merica, laos dan daun salam. bayangan nya perpaduan antara kuah pempek dan lomie, terbayang?
-Snack kerupuk cumi dan kerupuk ikan khas belitung
-Gangan kepala ikan ketarap, pengalaman Gangan saya sebenarnya kurang sukses, saya tidak memesan Gangan di kota melainkan di penginapan, hasilnya kuahnya mirip bumbu sarden yang diberi air banyak, ikannya juga waktu itu salahnya menggunakan ikan bulat. selagi di Belitung katanya harus mencoba makanan ini.
- Ikan laut khas belitung
Jika sehari-hari makan ikan mas, bawal, kakap,kerapu cobalah ikan-ikan bakar khas seperti ketarap, jabung, kerisi, dan yang terutama adalah ikan bulat panggang kecap plus sambel trasi sijuk, ini wajib dicoba, harganya lumayan kisaran 65-75 per kg, jumlah itu cukup untuk 4 porsi orang kurus dan 2 orang gendut hehe, oya jika saya perhatikan rata-rata ikan ini disimpan di freezer mungkin karena pasarnya tidak sold out tiap hari
- Jus jeruk kunci yang asem2 segar
- Cumi tepung
- kepiting Kalimango saus padang
- Lemper panggang isi abon ikan Pak Miman Belitung
Transport ?
- Seperti yang saya bilang diatas untuk kemana-mana pilihannya sewa mobil, alternatif lainya sewa motor, motor ini kisaran Rp 50.000 sehari belum termasuk bensin, namun enaknya dipakai putar-putar kota atau pinggiran pantai di barat daya yang menghubungkan area bukit berahu-fishing village-Kelayang sampai Lor inn- tanjung tinggi , sementara untuk mencapai belitung timur memerlukan waktu jarak tempuh lebih dari 100 km, idealnya sewa mobil
-untuk sewa bisa ditanyakan langsung ke penginapan
-untuk hoping island jika bingung bisa langsung menuju spot tanjung kelayang disana ada penyedia jasa layanan ini,perahunya sendiri rata-rata 350 memuat 6 orang atau lebih jadi bisa patungan, guide biasanya dibayar 150 seharian, akomodirkan bekal untuk makan siang karena di pulau tidak ada warung nasi
Oleh-oleh khas belitung?
-yang pasti cemilan cumi dan kerupuk itu wajib, oleh-oleh ini bisa dibeli di area jalan sriwijaya, enaknya semua toko akan langsung memasukan ke kardus dan mengemasnya berupa paket jadi tinggal ditenteng, snack ini bervariasi mulai dari Getas ikan, Kerupuk cumi, Kemplang segi, Abon ikan, Kerupuk habong, Kerupuk habong stik, Kerupuk kulit ikan, Kericu bu Jun, Teri krispi, harga paket seperti gambar dibawah nya per 7-9 buah bisa mencapai 100-150
- Terasi sijuk, aroma ikannya terasa sekali
- Tauco dan dodol (bagi yang doyan)
- Belitung itu kota kabupaten di kota nya sendiri 'kurang ada yang unik' namun ada satu barang yang sarankan bisa di beli yaitu batu meteor atau biasa yang disebut batu satam ini biasanya dijadikan perhiasan, di Indonesia selain solo, belitung juga terkenal dengan batu ini, kabarnya penambang timah menemukan batu ini tanpa sengaja di kedalaman 50 m, nah batu ini selain unik untuk dijadikan perhiasan katanya bisa menghindarkan dari racun, syetan dan jin hehehe.
tips dari saya bagi yang tertarik jangan beli di sembarang tempat, sebenarnya pinggir jalan sriwijaya dan toko oleh-oleh ada beberapa namun ditakutkan palsu, belilah di tempat yang mempunyai sertifikat seperti misalnya di rumah pengrajin nya langsung pak Firman Z, kabarnya toko-toko mengambil barangnya dari sana, harganya pun bisa ditawar,alamatnya Jl. Gatot Subroto 39- beliau sudah menjadi pengrajin ini sudah lama,kerap melakukan pameran dari skala nasional sampai internasional, pak Firman ini juga memiliki koleksi dari Australia, Cekoslawakia dan Arab, harga nya lumayan juga sih mulai yang 100 ribu yang berupa batu tanpa hiasan sampai miliaran tergantung besar kecil dan kualitasnya, maklum lah batu dari luar angkasa hehehe.
(tipe yang sudah tinggal dipakai kalung begini di tempat pak firman dihargai 400an nego dikit, jika disinari lampu berubah menjadi kehijauan, jika browsing di internet pasarnya mencapai 1,2 an sampai tak terhingga, jadi mending beli jika kebetulan kesini)
Cerita dari Wakatobi
Karena punya hobi melakukan aktivitas snorkeling saya mulai mencari tahu akan keindahan Taman Nasional Kepulauan Wakatobi yang kabarnya merupakan taman laut terbesar kedua setelah Taman Nasional laut Teluk Cendrawasih di Papua. Di kepulauan ini, banyak orang mengagumi pesona Karang Kaledupa yang merupakan karang terluas dan terpanjang di Indonesia, tak heran karena letaknya berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia.
Menurut informasi kepulauan Wakatobi memiliki 25 gugusan terumbu karang. Terumbu karang tersebar di antara 37 pulau yang ada. Di kepulauan ini, baru enam pulau saja yang dihuni. Sementara hanya 11 pulau yang memiliki nama. Sisanya, 31 pulau masih tak bernama dan belum dikelola. Kajian ekologi yang dilakukan The Nature Conservancy (TNC) dan World Wide Fund for Nature (WWF) pada tahun 2003 menemukan 396 jenis karang batu penyusun terumbu karang. Di kawasan itu, sebanyak 590 jenis ikan ditemukan berkembang biak. Wakatobi layak mengklaim sebagai surga nyata bawah laut di jantung segitiga terumbu karang dunia yang meliputi enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Niugini, Pulau Solomon, dan Timor Leste. Taman Nasional Wakatobi memiliki 750 jenis terumbu karang dari 850 jenis terumbu karang di dunia. Dari tiga pusat penyelaman kelas dunia, Wakatobi lebih unggul, kabarnya Karibia hanya memiliki 50 jenis terumbu karang, sedangkan Laut Merah (Mesir) punya 300 jenis terumbu karang, amazing bukan?
Sayangnya transportasi dari jawa masih terbilang mahal dan tidak mudah, dan walaubagaimanapun harus berganti pesawat baling-baling dari Baubau jika akan menuju kesana, walau begitu ada alternatif kapal laut yang memakan waktu 9-10 jam yang buat saya kurang efisien. Tak hanya transportasi udara, akses dari pulau ke pulau saya bilang masih poor. Akomodasi yang ada sejauh ini diperuntukan untuk perputaran pengambilan barang dan pangan saja, bukan untuk turis, tak heran kapal kayu yang tempat duduknya kurang nyaman dan kotor ini kurang ideal untuk perjalanan laut yang memakan watu 2-3 jam antar pulau nya. Harapan saya sih kedepan nya pengadaan kapal feri cepat bagi turis yang ingin meng-explore area ini, seperti contohnya feri-feri di area Phuket- Thailand, selain bisa meng-explore banyak area juga memperkenalkan kecantikan negerinya pada seluruh turis yang datang dari penjuru dunia. Dengan banyaknya kapal feri yang mengangkut dari satu pulau ke pulau lain orang juga otomatis akan membutuhkan Guide. Ini tentunya bisa memberikan pekerjaan bagi guide-guide baru yang sudah hapal area Wakatobi di luar kepala. Selain itu pastinya pulau-pulau lain cantik bisa di jadikan pemasukan wisata, dipelihara dan dimaksimalkan penggunaannya.
Pengalaman saya menuju wakatobi sendiri jadi memakan waktu lama, karena saya memilih tipe penerbangan yang santai, saya sampai harus berganti pesawat beberapa kali, namun bagusnya saya jadi sempat menengok beberapa pantai di bau-bau yang lumayan cantik, hanya saja karena tidak dipelihara di pantai yang disebut-sebut sebagai nirwana contohnya jadi terkesan kumuh karena rumah-rumah dan warung penduduk di sepanjang pantainya, pengalaman dari pantai ke lautnya sendiri sih keren, hanya jika melihat spot sebaliknya sangat disayangkan. Selain wisata pantai nya, yang menurut daya tarik bagi saya yang adalah benteng keraton Buton yang merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Sulawei tenggara ini. Benteng peninggalan Kesultanan Buton tersebut dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596). Pada awalnya, benteng tersebut hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengelilingi komplek istana dengan tujuan untuk mambuat pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan. Hebatnya Benteng yang merupakan bekas ibukota kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur/gunung. Benteng yang berbentuk lingkaran ini dengan panjang keliling 2.740 meter. Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan september 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektar.
(pantai nirwana)
Di wangi-wangi sendiri begitu tiba dari bandara, untuk sampai ke pusat kota yang berjarak sekitar 100 km, semua harus menggunakan jasa sewa mobil plus supir yang biasa dipatok 80 ribu satu mobil, enaknya semakin banyak orang semakin berkurang biayanya karena bisa patungan, dan jalan menuju pusat kota ini yang sangat saya suka, dipinggir kanan kiri jalan terbentang padang-padang kecil nan cantik, disepanjang pantai yang masih asri ini. Sementara dari pusat kota nya menuju pantai sebaiknya menyewa motor yang harganya kisaran 50-75 per 8jam-10 jam, untuk mobil kisaran 250-350 tergantung tipe kendaraannya. Untuk mendapatkan cash di kota inilah tempatnya, tidak terlalu banyak opsi ATM, namun yang jelas ada ATM bersama, dan ATM berlogo visa, mastercard.
Pantai yang bisa dikunjungi disini dari kota bila berkendaraan menuju pantai terdekat yaitu Waha memakan waktu 20 menit, sementara resort milik bupati wangi-wangi yang paling Posh bernama patuna resort berjarak 35 menit dari kota, lucunya menuju kawasan resort ini tidak ada semacam tulisan dan sebagainya, tempatnya berada di kiri jalan, petunjuknya hanya gerbang besar yang jarang ada di sepanjang area ini. Di resort ini juga kita bisa memesan minuman atau snack sambil leyeh-leyeh dengan pemandangan pantai yang cantik.
Oleh karena karena keterbatasan waktu dan biaya pula saya tidak sempat meng-explore seluruh Wakatobi. Saya hanya mampir sejauh Hoga, itupun sudah parno berhubung pergi pada musim air laut sehingga kapal cepat yang menghubungkan Wanci dan Kaledupa sempat terombang ambing dengan dahsyat dan tidak itu saja, kapal sempat turun naik melawan ombak yang bergejolak saat itu, kabarnya itu tidak seberapa pada musim tertentu air laut sempat masuk memenuhi dalam kapal. Maka perjananan ke Tomia nya sendiri akhirnya saya tunda. Selain masalah biaya dan waktu. untuk mengunjungi tempat-tempat ini bepergian saaat musim air laut memerlukan nyali besar dan kesabaran karena waktu jarak tempuh yang tidak sebentar.
Maka karena kondisi diatas, saya sarankan pergilah pada musim dimana air laut sudah tenang, sayangnya menurut bapak yang saya temui disana, Tak hanya di Bandung, musim panas dan hujan nampaknya sudah tidak menentu, seharusnya awal Juni laut sudah lumayan tenang, namun masih berpotensi cuaca buruk dan hujan, karena itu pula ketika awal saya tiba di Baubau dari bandara Hasanudin Makassar pendaratan terpaksa ditunda karena jarak pandang pilot hanya 1 m (seharusnya minimal 5 m) maka pesawat terpaksa kembali ke Makassar. Sehingga total perjalanan saya yang harusnya memakan waktu 1 jam menjadi 3 jam, dikarenakan cuaca buruk.
Anyway, perjalanan saya berikutnya mengunjungi Pulau Hoga berkesan serba campur aduk, antara kagum dengan terumbu karang yang fantastis juga sport jantung setiap melihat biawak yang berkeliaran dan banyaknya tokek-tokek di kamar panggung tempat saya menginap, mungkin karena saya bukan penggemar reptil. Di pulau ini setahu saya hanya ada 2 penginapan yang satu milik orang Belanda dan yang satu lagi yang sekaligus merupakan tempat peneliti-peneliti yang datang dari luar negeri ini (Wallacea) dikelola oleh Pak Jupri. Disana serba harus direncanakan selain harus contact dulu agar serba disediakan baik kebutuhan air dan makanannya, listrik hanya menyala dari jam 18-24 malam, kadang pagi-pagi jam 7-8 dinyalakan lagi, namun hanya beberapa jam saja kadang juga tidak. Air bersih hanya disediakan 1 galon setengah per orangnya.
Untuk mencapai karang cantik sendiri saya harus berjalan sekitar 300m dari bibir pantai yang menurut saya lumayan sulit karena harus berjalan tersendat dalam air yang dipenuhi rumput laut, sebenarnya ada jembatan panjang yang mengarah ke lautan, namun sayang tidak ada tangga untuk turun. Awalnya saya agak kecewa karena terumbu karang di jarak 200 meter hanya beberapa karang kecil yang nampak mati dan kurang berwarna seperti yang saya temui di Gili trawangan namun rupanya mencapai 300 meter dari pantai inilah saya baru menemukan kumpulan terumbu karang yang sebenarnya. Sayangnya karena karang cantiknya berada jauh dari 3 meter kebawah, warna-warninya kurang kentara, namun masih keliatan luar biasa tentunya. Tidak seperti di area Gelang ‘Karimun Jawa’ saya sempat mabuk mengagumi warna-warni berbagai terumbu karang dan ikan warna warni dari jarak 3-5 m dari permukaan air laut. Baru kali ini juga saya ber-snokeling di laut dalam tanpa baju pengaman. Saya sampai takut melihat jurang berwarna biru menganga di bawah kaki saya, untungnya semua bisa terbayar dengan melihat indahnya terumbu karang yang luar biasa banyaknya.
Ketika saya hendak bertolak, Bapa2 yang juga kebetulan menginap disana baru menyebutkan bahwa ada area dibelakang pulau yang saya harus lihat karena lebih bagus dari yang di depan katanya. “yah Bapak bukan bilang dari kemarin-kemarin’ ujar saya kecewa. Yup untuk area Hoga saja, pulau yang kecil ini nampaknya memerlukan minimal 3 hari untuk bisa meng-explore. Belum lagi ke area Tomia dan spot ‘mari mabuk ‘ seperti yang orang-orang bilang. Jadi saya sarankan harus punya waktu 2 minggu kalo ingin meng-explore Wakatobi keseluruhan. Kabarnya di area Wangi-wangi juga terumbu karangnya bagus untuk di explore, namun saya memang lagi sial, waktu saya mau coba snorkeling di sana, tiba-tiba air lautnya surut dan pastinya tidak ideal untuk ber-snokeling.
Ps : Sekedar tips tambahan yang akan sangat berguna bagi yang tertarik ke pulau Hoga : Bawalah selalu senter dan obat nyamuk bakar
Oya di surga ini tepatnya di Tomia ada resort para diver dengan kelas internasional yang harganya selangit, resort ini juga bisa dijadikan liburan keluarga atau misal honey moon, tempatnya sangat private, kapal lokal dilarang mendekat dari radius beberapa ratus meter, dan kabarnya berada di area yang sangat cantik dan tidak jauh dari lokasi terumbu yang fantastis sehingga bisa bersnokeling dan diving kapan saja. Resort yang ber tarif dollar ini juga memiliki fasilitas nanny bagi keluarga yang membutuhkan sehingga saat ayah dan ibu pergi diving dengan tenang. Tak heran jika resort ini menyediakan fasilitas persinggahan kapal pesiar mewah dan pesawat private langsung dari bali, hehehe ada yang tartarik? untuk lebih jelasnya silakan cek disini :
http://www.wakatobi.com/resort.html
Iamsterdam
Hari dimana ketika saya menjejakan kaki di Amsterdam adalah ketika saya hampir ketinggalan kereta, hampir kehilangan tiket, hari ketika saya memasuki kehamilan saya yang berusia 6 bulan lebih dan hari ketika udara mendadak berubah menjadi dingin kembali di akhir Mei 2011 yang seharusnya sudah agak menghangat... Hari itu ketika pertama kalinya menginjak tanah di kota yang kata orang disebut-sebut sebagai city of freedom. Hari yang cukup gloomy mengantarkan saya pada senyuman seorang pria yang umurnya lebih muda dari kita berdua, dia sudah menunggu kedatangan saya dan T.K di kursi depan Starbuck, pria itu bernama Ronald, dulunya tinggal di Bandung, namun sudah beberapa tahun ini ia sudah tidak pernah pulang dan di tempatnya lah saya dan T.K menginap selama 4 malam saja.
Ceritanya kita berdua akan menghabiskan 4 hari di kota ini untuk cuci mata dan having fun setelah berpulang dari kota Paris yang melelahkan, dibandingkan Paris yang katanya pusat fashion, kota cinta dan pusatnya makanan enak, saya merasa ada yang tidak sreg disana, entah apa, saya juga kurang mengerti. T,K selalu mengatakan mungkin itu semua akibat ekspektasi saya yang berlebih akan Paris yang menjadi impian kebanyakan wanita, namun nampaknya saya telah dikecewakan oleh kota cinta itu, entah salah momen, entah apa...
Omong-omong begitu kita bertiga mulai duduk di dalam bus dan mulai melaju perlahan, sebuah athmosfer kota kecil cantik ini langsung memicu daya tarik saya seketika, senyum mengembang begitu saja begitu melihat kota ini dari balik jendela bis yang track nya bersliweran diantara kendaraan umum dan sepeda-sepeda Ontel yang menghiasi sepanjang jalan, saya langsung jatuh cinta dengan kota ini dan langsung kerasan.
Rumah Ronald berjarak sekitar 40 menit dari terminal, area sekitarnya adalah pemukiman yang asri, di sepanjang jalannya dibatasi oleh sungai yang jernih airnya, tipe rumah di sana beragam mulai dari flat yang terlihat minimalis sampai rumah flat yang terlihat agak besar dengan pekarangan yang cantik, rumah Ronald sendiri merupakan flat yang sederhana dengan 1 kamar tidur, ruang tamu, dapur dan 2 kamar mandi kecil, kita berdua kebagian tidur di tempat tidur tamu yang bersatu dengan sofa di ruang tamu. Ronald tinggal bersama ibu nya yang sama sekali tidak bisa berbahasa Belanda, beliau sehari-hari berbincang-bincang dengan bahasa jawa dengan keluarga dan teman-teman community nya, selebihnya beliau berbahasa Indonesia dengan saya dan Ronald.
Di Amsterdam ini juga saya terkena flu yang lumayan berat, yang nampaknya ditularkan dari Ronald, selama beberapa hari disini terlepas dari angin dingin yang sering berhembus tiba-tiba, saya sempat beler tidak karu-karuan, hebatnya Ibunya Ronald ini membuatkan kami sup hangat yang dampaknya luar biasa, tidak saja menghangatkan tubuh tapi juga menghangatkan hati saya yang pada waktu sempat homesick selama perjalanan Eropa yang sudah hampir memakan waktu 1 bulan, sup hangat itu bagai masakan rumah buatan yang tidak bisa digantikan oleh makanan semahal apapun di eropa waktu itu hehe.
Selama di A'dam ini saya hanya menengok satu museum, yang akhirnya saya sesali karena ternyata dengan harga yang sama rupanya di Rijkmuseum item lukisan-lukisan yang dulunya pernah ada sudah dikurangi, sangat menyesal kenapa saya tidak memilih Van gogh dari awal, entahlah.. i mean, saya bukan penggemar berat Van Gogh meskipun ada sedikit dari lukisannya saya print di atas kanvas dan menjadi hiasan dinding di rumah, namun ujung-ujungnya nya jadi menyesal di akhir, mungkin karena saya membandingkan dengan La Louvre dan National gallery.
Untuk berpergian saya dan T.K menggunakan bis dan tram, asiknya kita diberi pinjam oleh Ronald 2 kartu smartcard yang tinggal kita top up tanpa harus beli, bersepeda kelihatannya juga lumayan menyenangkan yang waktu itu harga sewanya adalah sekitar 8 euro seharian namun tidak kita pilih karena perut saya yang sudah kian membesar ini, dan keseharian kita selama disini adalah seperti tujuan awal kita yaitu berjalan-jalan dan cuci mata.
A'dam penuh dengan gang yang menghubungkan satu jalan ke jalan yang lain, diantara gang-gang tersebut mulai jam 4 sore terlihat yang namanya saya sebut sebagai 'penjaja cinta palsu sesaat' mulai membuka 'counter' dan memamerkan 'dagangan' mereka, di area ini tentunya dilarang mengambil gambar dan foto, jika nekat mereka tidak tanggung-tangung berteriak memarahi habis-habisan. Kata orang belum ke A'dam jika belum cuci mata ke area RLD dan menghisap Mariyuana yang disana legal dan tipenya beragam itu, namun saya akan menjadi seorang ibu yang tolol jika harus mematuhi apa kata orang dalam kehamilan yang menginjak 6 bulan lebih, dan saat itu saya harus senang duduk di cafe pinggir sungai ditemani bau mariyuana yang bersliweran sesekali dengan ditemani segelas juice tomat yang rupanya rasanya bagai saus tomat itu, yuck!
Di sebuah kamar kaca saya menemukan tanda dikontrakan, rupanya kamar kaca yang dipakai wanita-wanita yang menjajakan diri itu dikontrak sistem perbulan bahkan mungkin bisa perminggu, dan persyaratannya hanya satu : memiliki EU pasport 😱 yup sejak 27 negara gabungan Eropa ini mensyahkan kerja sama dalam bidang ekonomi itu maka mereka memperbolehkan warga negaranya tinggal dan bekerja di negera-negara yang sudah disahkan itu, kabarnya banyak pelajar melakukan kerja sampingan ini untuk menambah pendapatan, hal seperti itu nampaknya sudah tidak tabu, di dalam pikiran saya merenung sendiri, dengan bebasnya jalan RLD ini tidak membuat image akan orang-orang di kota ini menjadi buruk sama sekali, orang-orang yang saya temui sejak saya tiba disana sampai hari terakhir saya bertolak dari sana, semuanya begitu menyenangkan ramah dan bersahaja, seolah dunia mereka berada jauh dari benua penuh dosa, dan anehnya terlepas dari itu semua, saya merasa kerasan di kota kecil yang konon dalam 3 hari dapat dengan mudah bisa terjelajahi ini, atau mungkin juga saya merasakan sedikit dari sisa-sisa kenangan dari Indonesia dahulu yang tak bisa hilang dari sana, entahlah..
Belanda ini jika saya perhatikan tidak punya makanan khas, ujung-ujungnya saya dan T.K berakhir di Irish pub atau menyantap mie goreng di warung Cina, makan Steak, Kebab atau morning pancakes. Selama disana tidak tertarik sedikitpun mengunjungi restoran Indonesia yang ada di beberapa area, selain mahal juga pasti rasanya tidak akan sama persis, jadi buat apa? Sementara ice cream yang menyegarkan kita beli di Zaansechancs, big day out ke sebuah desa miniatur belanda yang berjarak 50 menit dari pusat kota, desa yang cantik dengan kincir angin yang berumur sangat tua ini cukup mengobati kerinduan bagi wisatawan yang tertarik dengan workshop cara membuat sepatu kayu, berfoto di rumah tipe khas pedesaan dengan cafe yang menjual souvenirs, ice cream dan keju belanda yang terkenal, selain terhibur oleh binatang-binatang yang lucu-lucu seperti sapi-sapi dan kambing-kambing yang berada disana, kawasan ini cocok untuk piknik bersama anak-anak yang menyukai alam, jadi not bad lah jika sudah mulai bosan dengan perkotaan.
Satu yang wajib dicoba selagi mengunjungi A'dam ini adalah Boat tour, karena adam dikenal juga sebagai Venetian of the west alias kota yang penuh dengan canal, maka pengalaman ini jangan dilewatkan, selain mengagumi bangunan-bangunan dari atas perahu, jalur kapal ini membawa kita ke area yang tidak dilalui transport tentunya. Yup begitulah, benar juga kata orang, 3 hari saja disini sebenarnya sudah cukup melihat main highlight dari kota ini.
Last day karena cuaca buruk, saya dan T.K memilih bersantai saja dan menghabisakan waktu bersama dengan menonton Hangover 2 yang di Paris judulnya dirubah menjadi Very bad trip 2 hehe, rupanya bioskop di kota kecil ini kabarnya hanya ada 5 itupun kecil-kecil malah ada yang kelihatanya seperti pementasan gedung theater kecil, bioskop yang terbesar adalah ukuran XXI skala sedang untuk kota Bandung, selepas dari itu menengok salah satu mall yang terus terang bisa dibilang biasa saja, namun karena hari itu sedang ada promosi coklat gratis kita berdua malah bulak -balik pintu masuk 😁
Montmarte.... im in love
Paris yang mengundang sejuta wisatawan dari seluruh dunia nampak terlihat lelah dan muram saat saya dan T.K berkunjung kesana, Paris yang mataharinya terik pada bulan Mei membuat saya hanya berpakaian satu kaos model you can see saja saat itu. Kota cinta itu seperti meleleh begitu saja menyisakan hiruk pikuk turis yang berbondong-bondong di depan Norte Dame, Paris juga nampak berkeringat menyaksikan obsesi turis yang mengantri berbelanja di Champs-Elysées demi berburu Louis Vuitton yang tidak pernah saya suka. Selain 'katanya' tiruan KW 1 yang beredar di pasaran dibuat di pabrik yang sama dengan bahan yang slightly lebih murah, ironi nya semua turis yang bisa traveling sampai Paris dan mampu beli LV asli pastinya mampu beli LV dengan harga 200-300 dollar lebih mahal di negeri asalnya (bukan begitu?) daripada harus mengantri seharian disini, saya masih bisa mengerti jika modelnya hanya bisa didapat di Paris saja, tapi semisal model standar yang banyak dijual sampai ke emperan di negeri-negeri asalnya, buat saya perjuangan seperti itu hanya buang-buang waktu dan energy saja (well... no offense but at least itu opini saya) anyways... enough about LV!.
Paris hitam putih itu sudah sirna sejak lama, sekarang athmosfer nya sudah berubah sangat drastis menjadi penuh warna oleh fashion dan zaman. Jika saya perhatikan wanita-wanita Paris kelihatan lebih modis dan nampak lebih menarik dibandingkan dengan para wanita di beberapa kota di Eropa yang pernah saya kunjungi, entah karena aura nya atau mungkin karena mereka memang lebih trendy dan cantik-cantik karena hasil keturunan pernikahan campuran dengan banyaknya imigran dari negara lain yang datang ke kota ini.
Kota cinta yang sudah berubah itu menyisakan athmosfer baru yang kurang nyaman di hati saya, selain metro yang kotor mungkin hari-hari saya selama disana hampir setengah harinya dihabiskan dengan turun naik metro ini, meski begitu bohong jika saya bilang saya membenci Paris, begitu banyak yang disukai dari kota ini, terlepas dari view-view ternama di seluruh dunia, Bistro-bistro unik dengan harga mahal yang menyajikan makanan-makanan enak, keju dan roti-roti andalannya mulai dari croissant sampai baguette, toko-toko bukunya, Ice cream-ice cream nya, gang-gang kecilnya, seni yang beraneka ragam, gedung-gedungnya, bahkan orang-orangnya sendiri sangat menarik. Sampai ketika hari berikutnya mood saya berubah banyak saat saya menengok Montmarte.

Tidak ada yang spesial saat menuju Montmarte, pagi itu saya bersama T.K malah lupa menukarkan uang pada hari sebelumnya, karena itu di area yang sangat turisti ini nilai uang Pounds dengan sangat mengecewakan turun dengan drastis terhadap Euro plus potongan nya, karena itu satu-satunya budget kita dan kita tidak mencoba mencari opsi money changer lain, maka dengan dongkol kita menerima penukaran itu, salah nya kita tidak mengecek lebih teliti dengan lebih detail, nasi sudah menjadi bubur, maka daripada memikirikan terus peristiwa hari itu kita mulai menyibukan diri dengan pemandangan di depan mata.

Hari yang cerah, Montmarte terlihat sibuk mengungkung orang-orang disekelilingnya, tanpa buang waktu kita menaiki elevator sampai menuju Sacré-Coeur Basilica, kata orang di area inilah potret dari Parisein berkumpul, banyaknya orang yang ber hangout duduk di tangga, mulai dari yang menikmati view kota paris dari ketinggian, sampai yang menonton pertunjukan oleh anak seniman jalanan yang mengundang perhatian, mereka terlihat bersuka cita dengan senyum diwajahnya, saling berpelukan bahkan ada yang berciuman dengan mesra, saya dan T.K sendiri setelah puas melihat-lihat ke dalam gereja, dan menonton pertunjukan sambil berkeliling, lalu kita berdua memutuskan duduk-duduk di atas rumput untuk melepas lelah. Roti baguette dengan keju yang kita beli di sebuah toko lokal di area Gentilly menjadi santapan kita siang itu, sambil duduk melihat Paris dari atas bukit kita terus mengobrol sampai piknik kita habis dan melanjutkan sight seeing kita di area ini.
Sambil menikmati Montmarte kita berhenti di salah satu pub dan memesan minuman sambil memperhatikan rombongan turis yang berlalu-lalang kian kemari, meski tempat ini begitu penuh namun tidak mengurangi aura Parisien nya sama sekali. Sehabis minum sambil bersenda gurau dan menikmati ice cream, kita berdua iseng menapak tilas film Amelie yang mengambil lokasi syuting di area ini, sambil sesekali mengagumi cantiknya kawasan ini.
Benar kata orang bahwa belum Paris kalo belum ke Montmarte, dengan banyaknya bistro, jalanan kecil dan para pelukis jalanan serta pengamen dengan akordeon saya merasa kerasan dan terasa sedang benar-benar ada di Paris dibandingkan berjalan di area kota nya sendiri, setidaknya ini adalah athmosfer yang mendekati ekspekatsi saya akan Paris, muluknya saya berharap menemukan sisi lain dari Paris yang klasik bukan ke glamoran kota metropolis dan shopping serta soal fashion nya melulu, saya ingin melihat Paris masih seperti dalam film midnight in Paris ( film yang menceritakan kisah seorang pemuda yang kembali ke masa lalu setiap tengah malam di kota Paris dan bertemu para artist pada masa itu ), mungkin euforia itu muncul karena pernah ada aura besar para artist yang dulunya pernah tinggal disini seperti Salvador Dalí, Amedeo Modigliani, Claude Monet, Piet Mondrian, Pablo Picasso and Vincent van Gogh dan mungkin energinya masih bersemayam disana, tak hilang oleh waktu, entahlah... setidaknya saya merasakan jatuh cinta lagi di sini.
Paris hitam putih itu sudah sirna sejak lama, sekarang athmosfer nya sudah berubah sangat drastis menjadi penuh warna oleh fashion dan zaman. Jika saya perhatikan wanita-wanita Paris kelihatan lebih modis dan nampak lebih menarik dibandingkan dengan para wanita di beberapa kota di Eropa yang pernah saya kunjungi, entah karena aura nya atau mungkin karena mereka memang lebih trendy dan cantik-cantik karena hasil keturunan pernikahan campuran dengan banyaknya imigran dari negara lain yang datang ke kota ini.
Kota cinta yang sudah berubah itu menyisakan athmosfer baru yang kurang nyaman di hati saya, selain metro yang kotor mungkin hari-hari saya selama disana hampir setengah harinya dihabiskan dengan turun naik metro ini, meski begitu bohong jika saya bilang saya membenci Paris, begitu banyak yang disukai dari kota ini, terlepas dari view-view ternama di seluruh dunia, Bistro-bistro unik dengan harga mahal yang menyajikan makanan-makanan enak, keju dan roti-roti andalannya mulai dari croissant sampai baguette, toko-toko bukunya, Ice cream-ice cream nya, gang-gang kecilnya, seni yang beraneka ragam, gedung-gedungnya, bahkan orang-orangnya sendiri sangat menarik. Sampai ketika hari berikutnya mood saya berubah banyak saat saya menengok Montmarte.
menikmati Confit de canard
Tidak ada yang spesial saat menuju Montmarte, pagi itu saya bersama T.K malah lupa menukarkan uang pada hari sebelumnya, karena itu di area yang sangat turisti ini nilai uang Pounds dengan sangat mengecewakan turun dengan drastis terhadap Euro plus potongan nya, karena itu satu-satunya budget kita dan kita tidak mencoba mencari opsi money changer lain, maka dengan dongkol kita menerima penukaran itu, salah nya kita tidak mengecek lebih teliti dengan lebih detail, nasi sudah menjadi bubur, maka daripada memikirikan terus peristiwa hari itu kita mulai menyibukan diri dengan pemandangan di depan mata.
view dari montmarte
Hari yang cerah, Montmarte terlihat sibuk mengungkung orang-orang disekelilingnya, tanpa buang waktu kita menaiki elevator sampai menuju Sacré-Coeur Basilica, kata orang di area inilah potret dari Parisein berkumpul, banyaknya orang yang ber hangout duduk di tangga, mulai dari yang menikmati view kota paris dari ketinggian, sampai yang menonton pertunjukan oleh anak seniman jalanan yang mengundang perhatian, mereka terlihat bersuka cita dengan senyum diwajahnya, saling berpelukan bahkan ada yang berciuman dengan mesra, saya dan T.K sendiri setelah puas melihat-lihat ke dalam gereja, dan menonton pertunjukan sambil berkeliling, lalu kita berdua memutuskan duduk-duduk di atas rumput untuk melepas lelah. Roti baguette dengan keju yang kita beli di sebuah toko lokal di area Gentilly menjadi santapan kita siang itu, sambil duduk melihat Paris dari atas bukit kita terus mengobrol sampai piknik kita habis dan melanjutkan sight seeing kita di area ini.
Sambil menikmati Montmarte kita berhenti di salah satu pub dan memesan minuman sambil memperhatikan rombongan turis yang berlalu-lalang kian kemari, meski tempat ini begitu penuh namun tidak mengurangi aura Parisien nya sama sekali. Sehabis minum sambil bersenda gurau dan menikmati ice cream, kita berdua iseng menapak tilas film Amelie yang mengambil lokasi syuting di area ini, sambil sesekali mengagumi cantiknya kawasan ini.
Benar kata orang bahwa belum Paris kalo belum ke Montmarte, dengan banyaknya bistro, jalanan kecil dan para pelukis jalanan serta pengamen dengan akordeon saya merasa kerasan dan terasa sedang benar-benar ada di Paris dibandingkan berjalan di area kota nya sendiri, setidaknya ini adalah athmosfer yang mendekati ekspekatsi saya akan Paris, muluknya saya berharap menemukan sisi lain dari Paris yang klasik bukan ke glamoran kota metropolis dan shopping serta soal fashion nya melulu, saya ingin melihat Paris masih seperti dalam film midnight in Paris ( film yang menceritakan kisah seorang pemuda yang kembali ke masa lalu setiap tengah malam di kota Paris dan bertemu para artist pada masa itu ), mungkin euforia itu muncul karena pernah ada aura besar para artist yang dulunya pernah tinggal disini seperti Salvador Dalí, Amedeo Modigliani, Claude Monet, Piet Mondrian, Pablo Picasso and Vincent van Gogh dan mungkin energinya masih bersemayam disana, tak hilang oleh waktu, entahlah... setidaknya saya merasakan jatuh cinta lagi di sini.





