• MATA FATIMAH

    Siang menjelang sore itu saya tiba di Santorini . Airport yang kecil di pulau kecil ini hiruk pikuk dengan turis yang datang ke tempat tersebut, dengan referensi teman mobil sewaan mobil kecil yang harganya kurang dari 50 euro perhari itu sudah terpakir manis di luar. Seorang pria meminta saya untuk mengisi formulir dan menandatangani beberapa berkas, dan menunjukan beberapa detail kecil, lalu setelah mengetes keliling bandara beberapa putaran untuk membiasakan setir kiri, maka.......

  • TULUM

    Mendengar Mexico sendiri mind set saya langsung teringat film telenovela, dan karena pemain film nya cakep-cakep dan ganteng-ganteng saya makin ngebet ingin mengunjungi tempat ini. Namun tentu saja Mexico bukan tentang pria bertopi sombrero dan makanan nya yang terkenal di mancanegra, namun juga kaya akan reruntuhan bangsa Maya, yang untuk saya adalah Jackpot, bagaimana tidak pergi ke salah satu pantai yang dekat terindah di laut Karibia dengan reruntuhan bangsa Maya, asik nya! Nah Jika kamu berkunjung ke Mexico dan kebetulan menyukai wisata alam seperti pantai dan sekaligus pecinta reruntuhan Tulum adalah jawabannya, tempat ini merupakan kombinasi dari pantai, zona arkeologi, dan sekaligus kota....

  • NUSA LEMBONGAN

    Sudah sering kali ke Bali namun baru kali ini kesampaian mengunjungi Pulau Nusa lembongan dan Nusa cenigan, yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali, pulau ini sering disebut-sebut juga sebagai Gili island nya Bali. Awalnya trip ini tidak direncanakan sama sekali, namun muncul tiba-tiba selagi iseng melihat-lihat harga tiket, 3 hari sesudah lebaran tiketnya ternyata lumayan murah, maka spontan saja beli tiket, dan perjalanan kali ini saya mengajak anak dan ibu saya untuk berlibur......

  • JURNAL DI PHUKET

    Jalan-jalan ke pantai adalah favorit saya, karena terbiasa dimanjakan oleh pantai dengan pasir putih, kemilau air yang jernih, pohon kelapa yang daunnya melambai sepoi-sepoi tertiup angin dan langit yang berwarna biru cerah, saya jadi sangat picky untuk tidak pergi ke pantai yang terlalu crowded dan kotor. Menikmati pantai selagi liburan adalah hal penting untuk saya, karena itu juga saya selalu pilih-pilih tempat yang tidak terlalu turisti dan tidak terlalu banyak dikunjungi orang, alasannya selain tidak bisa bersantai, pantai yang dikunjungi banyak orang akan mengundang para pedagang asongan untuk selalu mengusik ketenangan, dan menurut pengalaman semakin banyak orang maka semakin banyak sampah yang terlihat di pantai......

  • Happy Budha

    Hampir di setiap kota besar selalu ada area penginapan untuk para backpacker atau budget traveler, dan saat saya mengunjungi Jogja setahun kemarin saya memutuskan untuk menginap di area yang dikenal dengan istilah kampung bule ini, nama jalanya dikenal dengan Jalan Prawirotaman. Jalan ini sebenarnya ada 3, yaitu Prawirotaman 1, 2 dan 3 namun yang paling digandrungi adalah yang pertama. Meskipun pada zaman dahulu area tempai ini adalah pusat penghasil batik cap dari keturunan Prawirotaman dan selain itu area ini adalah daerah markas prajurit Prawirotaman dan laskar pasukan hantu maut saat zaman perjuangan kemerdekaan.

Bromo trip ( Tak perlulah aku ke New Zealand )

Dibandingkan traveler lain saya lumayan telat mengunjungi Bromo, meski saya suka dengan alam pegunungan namun hiking bukan hobi saya, pernah saya mencari tahu bagaimana cara menuju puncak Everest tanpa hiking, rupanya jawaban nya yaitu tour naik pesawat dengan harga yang sangat fantastis, akhirnya hanya bisa menikmati lewat gambar saja hehe. Dibandingkan gunung terkenal lain Bromo sangat 'cetek'  karena sudah ada akses tangga, menuju ke kaki gunungnya pun bisa memakai kuda, namun karena saya tidak menggunakan akses kuda setidaknya saya akan menghitung moment ini sebagai pendakian gunung yang namanya lumayan terkenal diseluruh indonesia. :D

Perjalanan ke Bromo saya mulai dari Surabaya, 4 dewasa dan 2 anak, saya dan adik saya terkadang melakukan tour bersama seperti ini, selain seru, juga agar anak ada teman bermain. Nah karena bawa anak-anak perjalanan yang harusnya backpacker budget dengan angkutan umum kita lebih memilih patungan menyewa mobil dari bandara, disana kita dikenakan tarif 650 one way termasuk driver dan bbm, kita diantarkan langsung menuju desa terdekat dari Bromo yaitu Cemoro lawang. Lama perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam dari bandara, dan meuju kesana kita melewati wisata lumpur Lapindo di Sidoarjo, sisa nya melewati jalan yang tidak terlalu lebar melewati perkampungan  namun jalannya sudah bagus.

Setelah 3 jam perjalanan dari Surabaya,  saat menuju kawasan wisata bromo ini sampai puncak masih sekitar 15 km perjalanan, udara mulai terasa sejuk, dan mobil yang membawa kita terus menunjuk naik menuju ketinggian 2200 meter dari permukaan laut, semakin atas pemandangannya semakin spektakuler, jalannya sangat kecil dan berkelok-kelok, terkadang kita melihat kabut tebal dan awan yang nampak mudah untuk dicapai dari sini. seperti hamparan karpet di kiri kanan jalan, membuat orang betah berlama-lama memandangnya, belum apa-apa saya sudah jatuh cinta dengan tempat tinggal suku tengger ini.

DSC01036_1

IMG_20150225_185936Sesampai di desa Cemoro lawang ini saya melihat typical homestay nya semua nampak tua dan kurang terawat, akhirnya pilihan jatuh pada homestay yogi sebelah cemara indah hotel, rumahnya yang kelihatan bangunan baru ini terlihat lebih baik dibanding homestay lainnya, dengan 3 kamar tidur, ruang tamu, plus air hangat, jangan kaget jika homestay di desa ini lebih mahal daripada homestay di desa sebelumnya karena dari sini kita bisa melihat pemandangan sunset bromo yang cantik. Untuk rumah keluarga ini harganya adalah 750 ribu dan kita akhirnya patungan lagi bersama. Setelah istirahat kita menuju hotel sebelah yang mempunyai akses pagar untuk melihat bromo, gunung batok dan hamparan pasir nan luas, dan sisa hari itu kita menikmati sunset dengan beberapa mangkok bakso dan tukang dagang yang giat menjajakan syal, sarung tangan, kaos kaki dan oleh-oleh bromo. Oh alam indonesia begitu indahnya.

DSC01052_1

IMG_20150225_185001

DSC01033_1

Bromo malam itu sangat dingin, adik saya menggunakan 2 selimut tebal plus kaos kaki, jaket dan kupluk, beruntung kita mempunyai air hangat sehingga dinginnya air di toilet tidak menusuk kulit ini. intinya malam itu kita kurang tidur dan harus bangun Jam 8 pagi karena dijemput oleh driver jeep yang akan membawa kita ke 3 tempat hari itu. Kita sengaja tidak mengikuti tour sunrise karena alasan terlalu pagi untuk anak-anak, dan membaca betapa crowdednya penanjakan saat sunrise, maka kita men skip menyaksikan pemandangan fenomenal tersebut. Oya tarif Jeep nya adalah 450 ribu dan tiket masuk ke kawasan national bromo ini dikenakan tarif 35 ribu per orang.

Tujuan pertama adalah Padang Savana alias bukit teletubbies, area hamparan rumput hijau dengan ilalang liar serta bunga warna-warni di kawasan ini serasa sedang berada di negeri orang. Yang membuat sempurna adalah tebing-tebing yang mengungkung seluruh kawasan ini, kita bagai berada di dalam mangkok dengan pemandangan yang spektakuler,  di tempat ini rupanya banyak dipakai sebagai tempat shooting film dan foto pre wedding.

DSC01099 IMG_20150304_2 DSC01116_1 DSC01115_1DSC01104 DSC01134

Rupanya pagi itu tidak sedingin di Cemoro lawang, sinar matahari malah terasa hangat sekali disana. Begitu driver menurunkan kita dikawasan padang yang di penuhi bukit kecil saya baru ngeh kenapa tempat ini disebut sebagai bukit Teletubbies, ketika melihat tempat ini langsung mengingatkan saya pada Shire tempat para Hobbit tinggal. Kita berfoto-foto sambil berpiknik snack disana. Ingin rasanya berada terus disana.

Dibandingkan dengan Padang savana yang hijau dan subur, Pasir berbisik adalah hamparan pasir hitam nan indah dengan batu-batu alam yang dulunya pernah dipakai shooting film Dian satro ini, namun begitu lokasi ini sangat populer dan menarik untuk spot foto. Nah tak lama dari situ kita baru mengunjungi gunung Bromo. Jeep sengaja diparkir jauh dari kaki gunung untuk memberikan para tukang kuda mendapatkan keuntungan untuk mengantarkan orang-orang atau anak yang staminanya kurang oke sampai menuju tangga menuju Bromo. Tarif pp menuju kaki kawah gunung per kuda adalah 125 ribu. Sementara anak-anak menggunakan kuda kita yang masih sehat walafiat semua berjalan kaki.

DSC01164 DSC01156 Di kaki gunung bromo ini ada kuil bagi penganut agama Hindu, tak heran karena suku Tengger ini adalah penganut Hindu Mahayana. Katanya Pada abad ke-16, para pemuja Brahma di Tengger kedatangan pelarian dari orang Hindu Parsi (parsi berasal dari kata Persia, yaitu “wilayah di sekitar negara Iran”). Akhirnya, orang-orang Tengger yang semula beragama Brahma beralih ke agama Parsi, yaitu agama Hindu Parsi. Perpindahan agama orang Tengger dari agama Brahma ke Hindu Parsi ternyata tidak serta merta menghilangkan seluruh kepercayaan awal mereka. Orang Tengger masih tetap melakukan ajaran Buddha. Bahkan kebiasaan ini pada akhirnya dianut juga oleh penganut Hindu Parsi, sementara ada tiga prinsip ajaran Hindu masyarakat Tengger antara lain pemujaan kepada Tuhan, pemujaan kepada Leluhur dan pemujaan kepada alam semesta.

Masyarakat Tengger mempercayai Sang Hyang Agung, roh para leluhur, hukum karma, reinkarnasi, dan moksa. Kepercayaan masyarakat Tengger terhadap roh diwujudkan sebagai danyang (makhluk halus penunggu desa) yang di puja di sebuah punden. Punden biasanya terletak di bawah pohon besar atau dibawah batu besar. Roh leluhur pendiri desa mendapatkan pemujaan yang lebih besar di sanggar pemujaan. Setahun sekali masyarakat suku tengger mengadakan upacara pemujaan roh leluhur di kawah Gunung Bromo yang disebut dengan upacara Kasada.

Rupanya dari pelataran parkir menuju ke kaki gunung tidak berasa hanya saja ketika mulai mendaki kaki kawah gunung menguras energi juga dan semakin atas buat saya yang jarang berolahraga semakin berat saja. Belum lagi dari bawah kaki kawah menuju puncak kawah yang menaiki ratusan tangga, namun tidak sebarapa karena kita bisa beristirahat setiap mencapai beberapa anak tangga. Begitu sampai atas melihat kedalam kawah sempat merinding karena kawahnya yang besar, langsung gemetaran meraih sesuatu karena insting takut jatuh, hehe, kawah bromo ini cukup menakutkan dan fobia berada di temapt tinggi langsung menyerang, namun pada saat itu rupanya beberapa orang mengalami WOW moment saat berada di puncak itu.

IMG_20150226_185618 IMG_20150226_185016  DSC01173_1DSC01179_1DSC01196_1DSC01192_1 IMG_20150226_194306

Overall.... taman nasional ini sangat lah spektakuler, ini adalah salah satu tempat di dunia ini yang saya bisa bilang woooow, Guys!!!!  you must visit bromo national park !!!
Share:

Aldbury dan Ashridge

‘today, i fancy going to pretty english village, do you know somewhere near here?’

‘hmm…. let me think……. have you been to Aldbury?’

‘nop’

‘Aldbury have beautiful scenery, …. you can drink and eat in they pub, also its near to Ashridge national forrest’

‘sounds cool’

Dan itulah tujuan saya, T.K dan caty hari itu, setelah mengobrol sebentar dengan Pak Peter Ayah T.K, kita menuju Albury sambil berbekal petunjuk arah berupa peta yang digambarkan oleh ayah T.K siang itu. Melihat tangannya bergetar-getar saat menulis sambil mengingat lokasi Aldbury, dengan telinga kiri yang berubah menjadi ungu serta tangan kiri nya yang membengkak, ingin rasanya saya menangis.

Sudah 2 tahun lalu ia divonis kanker paru-paru, bahkan sambil menerangkan dimana Aldbury dibalik suara parau nya yang nyaris hilang ia masih berusaha selalu aktif setiap harinya sambil menghabiskan kebanyakan sisa hari nya dengan berkebun atau melakukan pekerjaan rumah yang ringan, bahkan sekali-kali masih pergi keluar menyetir mengunjungi museum tempat ia menghabiskan waktu untuk bekerja cuma-cuma sambil sekalian bertemu teman seumuran nya.

Di hari lain ia hanya mampu duduk di kursi sambil menonton program televisi dan berusaha turun naik ke kamar tidurnya dengan menggunakan tongkat bantu, saat saya mengunjungi nya musim panas tahun lalu  tubuhnya kian ringkih, dan para tentangga nya lah yang sering memasak untuk dirinya, terkadang 2 kali seminggu ada perawat rutin yang datang mengkontrol perkembangan nya, mau bagaimana lagi ia hanya hidup seorang diri, namun saat kita mengunjunginya saat itu masih terlihat bahwa semangat hidupnya sangat tinggi.

Setelah pamit untuk pergi meninggalkannya beberapa jam untuk beristirahat, tiba-tiba lamunan saya buyar saat T.K mengatakan bahwa kita sudah semakin mendekati Aldury.

IMG_1478 IMG_1479       IMG_1525 IMG_1527

Begitu sampai di desa itu banyak mobil-mobil yang diparkir di pinggiran area Pub, sambil mencari tempat parkir mata saya tak henti-hentinya melihat pemandangan sekitar. Dibandingkan area Costwold yang sangat fairy tale, English village ini juga cantik untuk dikunjungi dan hanya berjarak sekitar 50 menit dari rumah Pak Peter, Caty begitu bersemangat melihat bebek-bebek yang berenang di kolam taman depan Pub.

IMG_1489IMG_1490

Karena lapar, maka kita sepakat menikmati jamuan luch di pub yang juga merupakan penginapan tersebut. Sambil iseng melihat harga penginapan rupanya untuk family room alias untuk 4 orang dikenakan sekitar 1,5 juta rupiah untuk menginap disana, untuk double room pun ternyata dikenakan harga yang sama, semua including breakfast, lumayan mahal juga untuk taraf bed and breakfast. Setelah beristirahat sebentar dan menikmati hidangan serta minuman, kita melanjutkan berjalan-jalan disekitar area itu.

IMG_1502 IMG_1505IMG_1516IMG_1519IMG_1520IMG_1522

Di depan pub ini ada area taman dengan peninggalan masa abad pertengahan yaitu berupa papan hukuman yang biasa digunakan untuk menghukum sekaligus mempermalukan orang yang sudah melakukan kesalahan. Papan hukuman yang disebut The Stock ini masih ada disana. Setelah berfoto dan bermain-main disana kita megunjungi kantor pos sekaligus mini shop yang ada di depan taman tersebut untuk membeli permen untuk Caty.
the stocks

IMG_1507

Aldbury enak dipakai untuk berjalan kaki, tak sedikit saya melihat para pengendara sepeda melewati jalur pedesaan ini, dan mereka seringkali berhenti dengan iseng saya menanyakan beberapa pengendara sepeda yang ternyata salah satunya asal negeri Thailand, ada jalur yang biasa mereka  tempuh yang disebut juga Ashridge cycle route yang dimulai dari Ashridge park melewati Aldbury lalu, Ivinghoe Beacon, kemudian menuju Tring Station mengitari kanal di area stasiun di Berkhampstead  lalu kembali melewati Ashridge.

Salah satu dari mereka merasa heran karena tidak menyangka akan bertemu seseorang yang juga dari asia tenggara di salah satu desa di Inggris, setelah mengucapkan selamat tinggal pada mereka, kita meneruskan berfoto ria dan berjalan-jalan kecil di sekeliling rumah yang cantik, dan sebelum meninggalkan Ashridge kita menyempatkan diri  untuk menikmati jamuan high tea dan scone disana.

IMG_1523IMG_1524

Di jalan pulang kita sempat mampir menuju Ashridge estate, awalnya hanya lewat namun karena melihat banyaknya keluarga yang datang kesini baik bersama anak-anak dan juga anjing, kita akhirnya masuk menuju tempat ini. Di Ashridge estate yang luasnya sebesar 2000 hektar ini terbentang bagai karpet hijau yang luas, rupanya tempat ini penuh oleh para keluarga yang senang bermain-main di  alam dan rumput nan hijau ini,  banyak orang berkemah di dalam hutan, berjalan kaki mengikuti rute yang ada. Satu-satunya shop dan cafe di area ini juga terlihat sangat penuh, selain souvenirs, dan makanan, di dalam area shop ini dijual novel-novel yang hasil pembeliannya diperuntukan untuk charity, dengan harga yang sangat murah 2 pounds saya bisa mendapat 3 buah novel, wow sangat menggiurkan.

IMG_1531

IMG_1532

Ashridge forest yang juga berada di lingkungan itu rupanya dipakai banyak shooting film mulai dari Harry potter (Goblet of fire- 2005) , Maleficent (2014)  Dracula – the untold story (2014) dan brothers grimm’s yang rilis tahun 2015 ini serta masih banyak lagi. Lucunya baru kali itu di tempat parkir ini juga saya mendapat teguran kasar dari seorang pemuda yang membawa anjingnya berjalan-jalan, karena lucu saya sempat memandangi anjingnya dari kaca jendela, dan tanpa disangka si pemuda ABG itu setengah berteriak “Hey, its not a TV!!!’ dengan kaget dan tidak menyangka dengan reaksi pemuda tanggung itu saya hanya tersenyum kecut,  i mean buat apa sih bawa anjing lucu kalo orang lain tidak boleh melihat, dongkol juga kalo dipikir-pikir, namun di perjalanan pulang sambil terus menghirup udara segar kenangan menyebalkan itu akhirnya hilang mengingat kita akan pulang dan saya harus memasak makan malam untuk ayah T.K, Sambil memandangi pohon-pohon Oak yang tinggi itu saya membatin karena saya tahu itu adalah visit terakhir kali ke rumahnya ever selama saya di Inggris saat tahun lalu saya membuat beberapa kali makan malam untuk nya nya… Dan ingatan itu begitu pedih sampai hari ini…
Share:

Alsace

Sewaktu mengunjungi Paris beberapa tahun lalu, saya langsung jatuh cinta dengan pemandangan sebuah provinsi pada foto sebuah iklan di stasiun metro. Tempat itu bernama  Alsace yang merupakan area Perancis bagian timur yang berbatasan dengan Jerman dan Swiss.  Di Alsace sendiri ada beberapa area yang bisa dikunjungi baik itu menggunakan jasa tour atau secara independent. Kota yang sering dikunjungi karena keindahannya adalah Keyserberg, Starsbourg, Mullhouse, wissembourg, Hunaiwr, Ribeauville, Bergheim.

Namun kali ini saya hanya akan membahas dua kota saja yaitu Riquewihr dan Colmar yang kaya akan bangunan tua nya, Tempat seperti inilah yang sangat saya sukai. Nah karena berbatasan langsung dengan Jerman oleh karena itu mirip dengan typical desa-desa kecil di Jerman. Dulunya hampir semua penduduk  Alsace ini berbicara bahasa Jerman, maka tak heran sampai hari ini area ini kental dengan athmosfer Jerman.

Colmar

Ada beberapa highlight yang bisa dilihat di Colmar ini salah satu nya Old town, Tanner district, The fishmonger district,  LIttle Venice, The pfifter house, Hochlansbourhg castle, Gazon du faing, the Dominican chruch dan masih banyak lagi.

Colmar_Fachwerk8613 Saat memasuki Colmar ini banyak wisatawan tidak menyangka dengan penampakan model  replika patung Liberty yang merupakan salah satu replika tertinggi di dunia karena mencapai 12 meter. Patung ini  bisa dilihat beberapa meter saat memasuki kota ini, Namun janganlah  heran dan bingung akan penampakan patung itu, mengingat bahwa pemahat patung  The statue of LIberty yang ada di New york itu berasal dari sini dan rupanya patung ini dibuat pada perayaan 100 tahun meninggalnya sang maestro Auguste Bartholdi untuk mengenang beliau.

14831461888_de2ba03fb8_n Rumah-rumah di area Colmer pada masa lalu di bagi menurut profesi nya, pada saat itu penduduk di area ini bekerja salah satu nya selain sebagai petani juga sebagai nelayan, pelaut, tukang kulit, contohnya jika kita berjalan-jalan di Tanner district maka kita akan melihat rumah-rumah dengan cat netral namun tetap mempunyai khas bingkai-bingkai kayu. Dulunya para abad ke 17-18 pengrajin kulit ini menggunakan atap rumah nya untuk mengeringkan kulit-kulit yang akan diproduksi.

copyright-french-moments-colmar Quai-de-la-Poissonnerie-G.-WuerthColmar20130609 013 Namun jika masuk ke area The fishmonger, tempat dimana para nelayan menjual hasil tangkapan mereka di area ini. Rumah-rumah berbingkai kayu di area ini terlihat lebih berwarna warni, mungkin juga karena sudah direnovasi tahun 1970 an karena kebakaran besar di area sana.  Sementara area Little Venice nya sangat menawan hati dulunya dipakai sebagai jual beli Anggur dan pasar acapakali juga dipakai oleh para tukang perahu yang mengantar pesanan. Karena letaknya mengapit sungai maka area ini disebut-sebut sebagai little Venice. Dan saat ini ada beberapa perahu yang difungsikan untuk turis bagi yang ingin berkeliling kanal ini. Untuk Old town sendiri seperti hal nya memasuki setting disneyland sangat cantik, namun tentunya pada musim panas terlalu crowded dan sangat turisti.

Riquewihr

Riquewihr ini hanya berjarak 11 km dari Colmar untuk menuju tempat ini biasanya orang menggunakan Bus 101 dan 106 dari Colmar dan tempat ini terasa lebih asri karena berada diantara pegunungan nan cantik, dan bagi penggemar timber house bergaya abad pertengahan seperti Colmar area ini wajib dikunjungi. Yang pertama dikunjungi oleh para turis adalah main street atau Rue du Général de Gaulle disinilah pusat dari rumah-rumah cantik berada, dari sana orang mengunjungi Le dolder sebuah tower yang dibangun pada abad 13 yang dulunya dipakai untuk pengawas kota.  Dibelakang tower ini terdapat The tower of Thieves dimana dulunya tempat ini dipakai sebagai ruang penyiksaan.

riquewhir-alsace-france GF18_02  GF18_08 GF18_09 GF18_11 
Rumah-rumah ini dulunya banyak dipakai sebagai restaurant dan tempat penyimpanan anggur. Namun saat ini ada tambahan toko souvenirs, hotel dan dan toko kue yang sangat menarik hati.  Dibandingkan Colmar desa ini lebih kecil, dan lebih banyak menjadi favorit bagi para turis yang sudah berkunjung.
Share:

alborebello

alberobello_italy Jika hampir semua orang tertarik dengan Venezia atau Roma, saya malah tertarik dengan desa-desa kecil nan unik dan cantik seperti Tuscany, Corinaldo, Dozza, Colleta di Castelboanco, Bologna  atau desa yang terletak di seaside seperti Praiano, Vernaza, Positano, dan Monorala misalnya. Itali menurut saya sangat menawan hati, banyak tempat yang unik untuk dikunjungi, ah andaikan saya punya banyak waktu dan uang untuk mengexplore semua desa-desa yang cantik itu. Trullialberobello_sized-320x212 Okay bagi yang belum tahu dimana Alborebello ini adalah ibukota Trulli letaknya adalah di bagian selatan dari Itali tepatnya di wilayah Puglia provinsi Bari. Kota kecil dengan Trulo (rumah kerucut) ini telah dijadikan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Semua rumah disana dibangun dari batu kapur lokal, dengan dinding-batu kering dan atap berbentuk kerucut yang khas. Awalnya tempat ini digunakan sebagai semacam gudang di antara perkebunan zaitun. 9f6ee13ddf976fcb2a52e230cd52d9bd AlberobelloStreet  inthearea_thumb  KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA    Sementara bangunannya biasanya persegi dan memiliki dinding batu yang sangat tebal, dibangun tanpa mortir. Ketebalan memperkuat struktur dan juga membantu mengatur suhu internal. Atap yang berbentuk kubah menjadi bentuk kerucut,  seringkali dihiasi dengan simbol dicat aneh yang asal musalnya  memiliki makna keagamaan atau hal berbau takhayul. Kegiatan utama di area ini adalah meikmati cantiknya rumah-rumah unik ini, selain itu terdapat restaurant dan toko souvenir trulli-e-puglia-alberobello_140520101005564718 Trullo-Antichi-Sapori-Alberobello-2
Share:

Popular Posts

Blog Archive

Categories

Recent Posts