• MATA FATIMAH

    Siang menjelang sore itu saya tiba di Santorini . Airport yang kecil di pulau kecil ini hiruk pikuk dengan turis yang datang ke tempat tersebut, dengan referensi teman mobil sewaan mobil kecil yang harganya kurang dari 50 euro perhari itu sudah terpakir manis di luar. Seorang pria meminta saya untuk mengisi formulir dan menandatangani beberapa berkas, dan menunjukan beberapa detail kecil, lalu setelah mengetes keliling bandara beberapa putaran untuk membiasakan setir kiri, maka.......

  • TULUM

    Mendengar Mexico sendiri mind set saya langsung teringat film telenovela, dan karena pemain film nya cakep-cakep dan ganteng-ganteng saya makin ngebet ingin mengunjungi tempat ini. Namun tentu saja Mexico bukan tentang pria bertopi sombrero dan makanan nya yang terkenal di mancanegra, namun juga kaya akan reruntuhan bangsa Maya, yang untuk saya adalah Jackpot, bagaimana tidak pergi ke salah satu pantai yang dekat terindah di laut Karibia dengan reruntuhan bangsa Maya, asik nya! Nah Jika kamu berkunjung ke Mexico dan kebetulan menyukai wisata alam seperti pantai dan sekaligus pecinta reruntuhan Tulum adalah jawabannya, tempat ini merupakan kombinasi dari pantai, zona arkeologi, dan sekaligus kota....

  • NUSA LEMBONGAN

    Sudah sering kali ke Bali namun baru kali ini kesampaian mengunjungi Pulau Nusa lembongan dan Nusa cenigan, yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali, pulau ini sering disebut-sebut juga sebagai Gili island nya Bali. Awalnya trip ini tidak direncanakan sama sekali, namun muncul tiba-tiba selagi iseng melihat-lihat harga tiket, 3 hari sesudah lebaran tiketnya ternyata lumayan murah, maka spontan saja beli tiket, dan perjalanan kali ini saya mengajak anak dan ibu saya untuk berlibur......

  • JURNAL DI PHUKET

    Jalan-jalan ke pantai adalah favorit saya, karena terbiasa dimanjakan oleh pantai dengan pasir putih, kemilau air yang jernih, pohon kelapa yang daunnya melambai sepoi-sepoi tertiup angin dan langit yang berwarna biru cerah, saya jadi sangat picky untuk tidak pergi ke pantai yang terlalu crowded dan kotor. Menikmati pantai selagi liburan adalah hal penting untuk saya, karena itu juga saya selalu pilih-pilih tempat yang tidak terlalu turisti dan tidak terlalu banyak dikunjungi orang, alasannya selain tidak bisa bersantai, pantai yang dikunjungi banyak orang akan mengundang para pedagang asongan untuk selalu mengusik ketenangan, dan menurut pengalaman semakin banyak orang maka semakin banyak sampah yang terlihat di pantai......

  • Happy Budha

    Hampir di setiap kota besar selalu ada area penginapan untuk para backpacker atau budget traveler, dan saat saya mengunjungi Jogja setahun kemarin saya memutuskan untuk menginap di area yang dikenal dengan istilah kampung bule ini, nama jalanya dikenal dengan Jalan Prawirotaman. Jalan ini sebenarnya ada 3, yaitu Prawirotaman 1, 2 dan 3 namun yang paling digandrungi adalah yang pertama. Meskipun pada zaman dahulu area tempai ini adalah pusat penghasil batik cap dari keturunan Prawirotaman dan selain itu area ini adalah daerah markas prajurit Prawirotaman dan laskar pasukan hantu maut saat zaman perjuangan kemerdekaan.

Montmarte.... im in love

Paris yang mengundang sejuta wisatawan dari seluruh dunia nampak terlihat lelah dan muram saat saya dan T.K berkunjung kesana, Paris yang mataharinya terik pada bulan Mei  membuat saya hanya berpakaian satu kaos model you can see saja saat itu. Kota cinta itu seperti meleleh begitu saja menyisakan hiruk pikuk turis yang berbondong-bondong di depan Norte Dame, Paris juga nampak berkeringat menyaksikan obsesi turis yang mengantri berbelanja  di Champs-Elysées demi berburu Louis Vuitton yang tidak pernah saya suka. Selain 'katanya' tiruan KW 1 yang beredar di pasaran dibuat di pabrik yang sama dengan bahan yang slightly lebih murah, ironi nya semua turis yang bisa traveling sampai Paris dan mampu beli LV  asli pastinya mampu beli LV dengan harga 200-300 dollar lebih mahal di negeri asalnya (bukan begitu?) daripada harus mengantri seharian disini, saya masih bisa mengerti jika modelnya hanya bisa didapat di Paris saja, tapi semisal  model standar yang  banyak dijual sampai ke emperan di negeri-negeri asalnya, buat saya perjuangan seperti itu hanya buang-buang waktu dan energy saja  (well... no offense but at least itu opini saya) anyways... enough about LV!.

Paris hitam putih itu sudah sirna sejak lama, sekarang athmosfer nya sudah berubah sangat drastis menjadi penuh warna oleh fashion dan zaman. Jika saya perhatikan wanita-wanita Paris kelihatan lebih modis dan nampak lebih menarik dibandingkan dengan para wanita di beberapa kota di Eropa yang pernah saya kunjungi, entah karena aura nya atau mungkin karena mereka memang lebih trendy dan cantik-cantik karena hasil keturunan pernikahan campuran dengan banyaknya imigran dari negara lain yang datang ke kota ini.
Midnight-in-Paris-movie-review1ilustrasi paris di masa lalu

Kota cinta yang sudah berubah itu menyisakan athmosfer baru yang kurang nyaman di hati saya, selain metro yang kotor mungkin hari-hari saya selama disana hampir setengah harinya dihabiskan dengan turun naik metro ini, meski begitu bohong jika saya bilang saya membenci Paris, begitu banyak yang disukai dari kota ini, terlepas dari view-view ternama di seluruh dunia, Bistro-bistro unik dengan harga mahal yang menyajikan makanan-makanan enak, keju dan roti-roti andalannya mulai dari croissant sampai baguette, toko-toko bukunya, Ice cream-ice cream nya, gang-gang kecilnya, seni yang beraneka ragam, gedung-gedungnya,  bahkan orang-orangnya sendiri sangat menarik. Sampai ketika hari berikutnya mood saya berubah banyak saat saya menengok Montmarte.
accueil-illusBistrot Peres et filles di area St Germain

DSC05000
menikmati Confit de canard

Tidak ada yang spesial saat menuju Montmarte, pagi itu saya bersama T.K malah lupa menukarkan uang pada hari sebelumnya, karena itu di area yang sangat turisti ini nilai uang Pounds dengan sangat mengecewakan turun dengan drastis terhadap Euro plus potongan nya, karena itu satu-satunya budget kita dan kita tidak mencoba mencari opsi money changer lain, maka dengan dongkol kita menerima penukaran itu, salah nya kita tidak mengecek lebih teliti dengan lebih detail, nasi sudah menjadi bubur, maka daripada memikirikan terus peristiwa hari itu kita mulai menyibukan diri dengan pemandangan di depan mata.

SONY DSC

SONY DSC
view dari montmarte

Hari yang cerah, Montmarte terlihat sibuk mengungkung orang-orang disekelilingnya, tanpa buang waktu kita menaiki elevator sampai menuju Sacré-Coeur Basilica, kata orang di area inilah potret dari Parisein berkumpul, banyaknya orang yang ber hangout duduk di tangga, mulai dari yang menikmati view kota paris dari ketinggian, sampai yang menonton pertunjukan oleh anak seniman jalanan yang mengundang perhatian, mereka terlihat bersuka cita dengan senyum diwajahnya, saling berpelukan bahkan ada yang berciuman dengan mesra, saya dan T.K sendiri setelah puas melihat-lihat ke dalam gereja, dan menonton pertunjukan sambil berkeliling, lalu kita berdua memutuskan duduk-duduk di atas rumput untuk melepas lelah. Roti baguette dengan keju yang kita beli di sebuah toko lokal di area Gentilly menjadi santapan kita siang itu, sambil duduk melihat Paris dari atas bukit kita terus mengobrol sampai piknik kita habis dan melanjutkan sight seeing kita di area ini.

SONY DSC


SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC



SONY DSCSONY DSCSONY DSC



Sambil menikmati Montmarte kita berhenti di salah satu pub dan memesan minuman sambil memperhatikan rombongan turis yang berlalu-lalang kian kemari, meski tempat ini begitu penuh namun tidak mengurangi aura Parisien nya sama sekali. Sehabis minum sambil bersenda gurau dan menikmati ice cream, kita berdua iseng menapak tilas film Amelie yang mengambil lokasi syuting di area ini, sambil sesekali mengagumi cantiknya kawasan ini.

Benar kata orang bahwa belum Paris kalo belum ke Montmarte, dengan banyaknya bistro, jalanan kecil dan para pelukis jalanan serta pengamen dengan akordeon saya merasa kerasan dan terasa sedang benar-benar ada di Paris dibandingkan berjalan di area kota nya sendiri, setidaknya ini adalah athmosfer yang mendekati ekspekatsi saya akan Paris, muluknya saya berharap menemukan sisi lain dari Paris yang klasik bukan ke glamoran kota metropolis dan shopping serta soal fashion nya melulu, saya ingin melihat Paris masih seperti dalam film midnight in Paris ( film yang menceritakan kisah seorang pemuda yang kembali ke masa lalu setiap tengah malam di kota Paris dan bertemu para artist pada masa itu ), mungkin euforia itu muncul karena pernah ada aura besar para artist yang dulunya pernah tinggal disini seperti Salvador Dalí, Amedeo Modigliani, Claude Monet, Piet Mondrian, Pablo Picasso and Vincent van Gogh dan mungkin energinya masih bersemayam disana, tak hilang oleh waktu, entahlah...  setidaknya saya merasakan jatuh cinta lagi di sini.

Share:

Padang pasir di Indochina

Sebenarnya mengujungi tempat ini tanpa sengaja saat kebetulan sedang ada di Vietnam,  Kejadiannya saat melewati beberapa travel agent yang riuh-rendah di sepanjang kanan kiri jalan Pham ngu lao yang dikenal sebagai area backpacker hell yang sarat dengan penginapan murah dan street food yang terkenal ini.

karena gambarnya menarik saya spontan bertanya dimana tempat itu pada salah satu kios agent, akhirnya setelah cari tahu sana-sini, maka saya akhirnya memasukan tempat tersebut dalam list agenda saya, waktu 2 minggu yang saya punya selama di Vietnam dan Kamboja, masih menyisakan waktu barang 3 hari untuk keluar dari Ho chi min menuju area Mu ine yang seharusnya hanya berjarak 4 jam.

Typical, bis yang membawa saya menuju Mu ine ternyata berakhir memakan waktu 6 jam lebih plus berhenti dan sebagainya, dan karena tiba sudah memasuki sore hari serta besoknya pergantian tahun baru maka dengan susah payah dan kecewa harus mau mendatangi panginapan-penginapan yang berjejer di pinggir pantai yang rata-rata penuh dan harganya jadi melambung tinggi, setelah sekian lama berjalan akhirnya saya menemukan penginapan terakhir yang katanya baru buka beberapa bulan lalu ini rupanya masih menyisakan 2 kamar yang untungnya bersih dan masih terlihat serba baru, setelah negosiasi harga akhirnya deal dapat kamar seharga 120 ribu untuk tarif per malam nya, yes!

Dibandingkan Ho chi min yang hiruk pikuk dengan kendaraan bermotor, Mu ine yang letaknya berada di kawasan pantai ini lebih sepi dan melompong, untuk pantai nya sendiri saya tidak berharap terlalu banyak, alias tidak terlalu spesial, namun menikmati malam tahun baru di salah satu Beach bar bernama Pogo , lucunya saat itu tidak ada yang menghitung mundur menuju pergantian tahun, jadinya hanya mendengar beberapa kelompok yang datang bersama teman-teman satu gengnya berhitung masing-masing, namun saat itu ada yang mulai meyulut api besar diatas api unggun dekat pasir pantai sehingga malam pergantian tahun baru 2011 saat itu jadi terlihat meriah.  Setelah 1 buah Seesha dan Mojito, mata yang mengantuk tidak bisa diajak kompromi, maka akhirnya memutuskan kembali ke penginapan saat orang-orang masih menikmati malam dengan musik, party gelak tawa  dengan ember-ember kecil minuman penuh oplosan di tangan mereka, saya memutuskan untuk tidak tinggal terlalu lama dan kemudian terbangun di awal tahun yang baru.

SONY DSC
(fishing vilage)

Untuk menuju Sand dune (Doi Cat) alias padang pasir ini, dari area tempat saya menginap harus menggunakan kendaraan lagi, dibandingkan pergi menggunakan jasa agent, saya berencana menyewa motor dan bermodal peta yang didapat dari travel agent saja, menurut informasi jarak nya sekitar 45 menitan, maka setelah menikmati sarapan pagi maka perburuan pun dimulai. Menuju ke Sand dune ini pasti bakal melewati fishing village (Lang chai Mui Ne) yang terkenal, ratusan kapal nelayan terlihat disana, melihat pemandangan yang ramai itu, saya berhenti sebentar  sambil mengabadikan beberapa wajah nelayan dan kapal-kapal yang terserak di Muine bay tersebut. Jika tertarik, kamu bisa membeli kepiting, udang dan ikan untuk dimasak, saya sendiri lebih memilih meneruskan perjalanan.

SONY DSC

Rupanya sand dune ini ada yang berwarna merah, putih yang satu lagi coklat kuning ke-emasan, di padang pasir yang pertama tempatnya tidak terlalu seluas yang kedua, dan jarak yang satu ke yang lain lumayan jauh, namun sebenarnya justu yang membuat saya impress adalah pemandangan yang bisa kita lihat di kiri kanan jalan menuju kesana, ada semacam perpaduan tempat-tempat dalam kepala saya,  seperti berada di jalan menuju Nebraska di Amerika atau somewhere menuju gurun Australia, namun tiba-tiba ber teleport menuju pantai liar di Asia tenggara dan berakhir  di perkebunan buah naga dan terpukau di negeri bunga Lotus, it was great! (hanya bedanya saya tidak menggunakan Harley tapi motor bebek saja hehe)

SONY DSC
(pemandangan pantai sepanjang jalan)

DSC04582
   (negeri bunga lotus di padang pasir )

Sementara main Sand dune yang biasa disebut Bao trang ini sangat luas, bisanya orang datang kesini saat menikmati sunrise dan sunset, gurun pasir ini sangat menarik karena dikelilingi 3 sungai yang cantik, Bau Ong (Gentleman Lake), Bau Ba (Lady Lake) sungai terbesar, dang Bau Xoai (Mango Lake) sungai yang terkecil,  di area ini juga kamu bisa menyewa ATV atau sekedar papan yang biasa disewa untuk main seluncuran dari atas ke bawah. inilah menurut saya hebatnya gurun pasir di Asia tenggara, dimana-mana ya kalo mau melihat gurun pasir tidak ada acara pemandangan melewati pantai, bunga lotus, sungai atau melewati perkebunan buah naga :D

tips : beware of penjaja seluncuran ini mereka akan mengikutimu dan setengah memaksa terus sampai kamu akhirnya mau menyewa papan seluncuran mereka hehe.
DSC04570

(yup, thats me :p)
Share:

Trip to Angkor wat


Setelah menempuh perjalanan hampir 20 jam karena bis antar negara plus jeda waktu istirahat membuat penantian saya dari Ho chi min ke Siam reap ini menyita waktu yang membuat sangat letih. Begitu sampai di terminal Siam reap yang sepi itu saya jadi agak khawatir, tidak seperti semua terminal yang pernah saya kunjungi ternyata terminal ini jam 9 malam sudah sepi, hanya tinggal segelintir saja kendaraan disana itupun nampaknya kendaraan yang sudah tidak menarik penumpang, sementara beberapa ratus meter menuju ke terminal ini pun saya tidak melihat banyaknya tanda-tanda kehidupan, setelah bertanya pada supir Bus ternyata saya harus mencari sisa tuk-tuk yang masih mangkal disana untuk menuju area utama di kawasan old market.  ketika kendaraan akan menepi saya melihat kertas karton yang dibentangkan dengan beberapa nama didalamnya, rupanya nama-nama yang ditulis di kertas karton tadi salah satunya adalalah nama 5 orang turis asal perancis yang duduk di sebelah saya selama perjalanan.

‘yeah that us, ujar mereka senang’

‘did someone will pick you up as well?’ ujar salah satu dari mereka?

‘No’ ujar saya lesu

‘why dont you join us? We can look for the room together!’

‘i’d love to but i already book my own room’

‘too bad’

Saat itu bis menepi dan sedikit berputar arah, begitu mengantri turun tiba-tiba saya melihat seseorang yang datang mendekati bus setengah berlari membentangkan karton dengan tulisan nama saya, antara senang karena dapat jemputan, saya jadi ragu, darimana mereka tahu nama saya. Melihat semua tuk-tuk yang ada disana sudah terisi penuh maka saya pun dengan ragu mendekati tukang tuk-tuk yang tersisa itu. Pertanyaan saya terjawab sudah tanpa saya bertanya, pastinya travel agent itu lah yang memberikan informasi penumpang pada beberapa tukang tuk-tuk ini.

‘Are u miss angelick, i will take you to your hotel’ ujar tukang tuk-tuk itu sambil menyilakan saya naik

Karena lelah yang menyerang  dan tidak melihat alternatif kendaraan lain tanpa berpikir apa-apa, saya ikut saja dia, dan beberapa tuk-tuk pun satu persatu meninggalkan terminal yang sudah benar-benar kosong itu, tak lupa turis-turis perancis itu melambaikan tanda perpisahan pada saya.  Sementara di perjalanan yang lumayan jauh itu tiba-tiba rasa takut mulai menyerang. ‘wah jangan-jangan saya mau diculik’

Namun nampaknya dia berhasil merubah pendapat saya, saat memulai percakapan dari cara bicaranya dia nampaknya memang mengambil keuntungan dari meminta info penumpang dan menawarkan jasa pada turis-turis asing, karena itu juga dia bisa lumayan berbahasa inggris, namun nampaknya tidak ada niatan untuk menculik para turis hehe.  Percakapan berlanjut, dia menawarkan hotel yang katanya murah tapi oke, sudah pasti hotel itu yang menawarkan komisi padanya. Ketika tahu saya sudah reservasi kamar di hotel lain dia terlihat kecewa, namun karena saya menyetujui bahwa saya minta diantar besok pagi melihat Angkor wat maka senyum di wajahnya mengembang kembali. Tiba di hostel yang dimaksud saya langsung  check in dan langsung geleng-geleng kelapa ketika tahu hanya saya satu-satunya perempuan dalam  kamar dengan 3 ranjang bertingkat itu. Dan saya mendapatkan ranjang atas, sial!

Setelah mandi dan makan malam malam dia area terdekat,  saya memutuskan kembali ke kamar dan langsung tidur saja, namun saat itu saya gelisah, tempat baru, suasana baru, dengan orang-orang yang baru lagi, namun sebenarnya yang paling adalah janji saya untuk barangkat jam 4.30 pagi dengan supir tuk-tuk, yang saya pikir akan sangat tidak mungkin karena capek yang menyerang, sambil mencoba memejamkan mata, setengah tertidur dan pikiran yang menerawang tak tentu arah akhirnya pada satu waktu saya membuka mata dan melirik jam yang sudah menunjukan jam 4, entah dapat semangat darimana, tiba-tiba spontan saya memutuskan untuk bangun saja dan menemui supir tuk-tuk yang sudah menunggu di luar. Dan berangkatlah kita menuju kerajaan Angkor.

Zaman sudah berubah, era teknologi dan digital sekarang membuat orang nampaknya lebih puas melihat segala sesuatu dari balik lensa. Baik itu melihat konser musik sampai melihat pergantian sunrise dan sunset orang lebih senang mengabadikan momen wow itu dengan melihat dari lensa kamera dibanding dengan mata telanjang langsung. Seperti semua orang tahu,  hasil foto, video tidak akan pernah sama sensasinya dengan kita melihat langsung saat itu juga, dan tentu saja selalu ada kepuasaan tersendiri.

Pernah seorang teman membuat lelucon tentang apa pentingnya orang traveling kesana-sini jika pada akhirnya misal berpetualang ke hutan Amazon yang jauh bisa kita nikmati di rumah sambil duduk depan tv berukuran besar, duduk di sofa empuk bertemankan sebotol soft drink dan kudapan, stereo system dengan efek suara yang mendukung dan kacamata 3d serta kipas angin akan membuat kita merasa seperti di hutan belantara yang liar.  Clever thought, tapi bukan itu kan intinya traveling? Saya bicara tentang ini karena berdasar pengalaman saya saat sunrise di Angkor wat, ketika pertama datang kesana saat masih gelap gulita, waktu itu saya tidak bisa melihat berapa banyak orang yang datang ke situs bersejarah ini, bahkan saya sempat mengikuti pemandu jalan rombongan lain yang membawa senter, namun begitu matahari mulai menampakan dirinya dengan malu-malu  mulai menerangi hari, saat melihat kebelakang betapa terbelalak nya saya melihat ribuan orang yang datang ke tempat ini mulai dari pagi-pagi buta untuk mengabadikan momen sunrise ini. Akhirnya matahari semakin tinggi dan mulai menerangi candi yang gelap itu dengan perlahan, saya langsung menutup mata karena silau dengan kilauan cahaya dari ribuan orang yang membidikan kamera nya ke arah datang nya sinar yang mulai menerangi candi Angkor wat.

SONY DSC

Saya beri tips, bagi yang akan berkunjung ke Angkor wat dan melakukan tour sunrise menurut saya pribadi memang oke, tapi menikmati sunrise disana tidak se spektakuler sunset, mungkin karena atmosfer dan warnanya lebih menarik dan hangat dibandingkan dengan sunris terlebih lagi jika malamnya kurang tidur dan pagi-pagi buta jam 5 subuh, sudah harus tiba dilokasi hehe.

SONY DSC

Kembali ke cerita. Saya baru tahu kalo supir tuk-tuk saya itu posesif, ketika selesai mengantar seharian melihat-lihat Angkor wat, ketika dia menanyakan tujuan besok yang belum saya rencanakan dan belum saya susun, dia memborbardir saya terus-menerus akan rencana yang saya belum pikirkan karena sangat kelelahan, dan sebal nya ketika saya menjawab belum tahu, dia malah balik bertanya kenapa tidak tahu?  I mean, saya sudah memberi dia tambahan rezeki dengan memilih dia mengantar seharian, plus bonus tambahan yang tadi malam saya beri karena mengantar ke hostel malam-malam, perlu diingat pergi sendirian artinya otomatis juga saya bayar tuk-tuk full price, tidak seperti rombongan beberapa orang dalam satu tuk-tuk yang bisa saling patungan. Namun saya tetap berusaha sopan dan tidak jadi kasar, sumpah saya sangat kesal saat itu , ‘hak saya dong mau jalan kesana kesini pakai tuk-tuk yang saya mau’,  namun saya masih bisa menahan diri dengan berkata sopan

‘Nampaknya tidak kemana-mana’  dan air mukanya berubah kecewa.

Keesokannya saat saya memutuskan rencana spontan kembali ke Angkor wat pada siang hari dengan meminta bantuan tuk-tuk langganan hotel. Di lokasi, saya dipergoki tukang tuk-tuk kemarin yang mengantar saya, awalnya saya tidak mengenalinya karena wajah orang sana nampak mirip-mirip apalagi hampir seharian dia membelakangi saya karena menyetir di depan, jadi wajahnya ingat-ingat lupa. Namun akhirnya saya ngeh juga kalo itu si mas tuk-tuk yang kemarin. Setelah mengucapkan halo dengan nada santai namun agak pedas dia bilang

‘you said you will stay at hotel yesterday and wont come back here again’.  See, ini orang cari untung sampai seposesif begitu sama pelanggan.

‘yes i suddenly changed my mind this morning’ ujar saya sambil ngeloyor pergi sambil melambai menjauh, sementara dia memandang saya dengan tatapan setengah sedih namun setengah kesal.

SONY DSC

Jika saya perhatikan diantara semua candi di komplek angkor ini yang menjadi favorit saya adalah candi Bayon, Bangunan candi ini sungguh unik karena memiliki ukiran seribu wajah tersenyum. Sebagian menyatakan wajah itu merupakan representasi dari wajah raja Suryavarman II, sang pendiri. Namun ada juga berpendapat katanya wajah-wajah yang beraneka ragam  itu adalah wajah sang Budha, semantara jika saya perhatikan wajah-wajah yang terukir pada menara-menara tersebut menghadap ke arah keempat penjuru mata angin.

Tempat wisata memang paling terkenal dengan para pencari uang, contoh lainnya adalah trik hadiah, jika sewaktu ada seorang gadis kecil bertanya padamu darimana kamu berasal  jika tidak mau membeli apapun tipsnya jangan menoleh atau menjawabnya, meski terkesan rude tapi itu satu-satunya jalan untuk menghindari tipe penjual seperti ini, kenapa?

karena dia akan bertanya seperti ini padamu :

hello, miss where do you come from?

indonesia

ooh, i love indonesia its such a beautiful country, i have friends who work there

really?

yes, and my friend say indonesian people are handsome and beautiful, just like you miss

oh thank you

by the way do you want to buy my bracelet?

no thank you

please miss... its good quality but the price is very cheap

no sorry

wait miss,.... i will give you one for free
why?

because i like you, its my gift for you

dan lalu........ sikap orang kebanyakan adalah merasa tidak enak  dengan hadiah itu dan akhirnya membeli beberapa gelang dari gadis ini meski banyak yang kurang menyukainya. You see what i mean?

cerita saya sendiri berbeda, dibanding gelang saya lebih melirik postcard yang dia jual, setelah memilih dan menyuruh dia bulak-balik mencari gamabr yang saya suka,  dia menagih harga 1 dollar, mata saya membelalak untuk 12 postcard ini saya harus bayar 10 ribu satunya? no saya tidak mau! terlalu mahal ujar saya gusar

tapi miss...  saya sudah bulak balik berlari-lari kesana-sini demi mencari gambar yang kau sukai!

dan air matanya mulai berlinang

sorry tapi terlalu mahal ujar saya pergi

miss!!! 1 dollar itu bukan satu tapi 12!!!!!

ujarnya berteriak sambil menangis

ooohhh....

saya cepat menghampirinya dan meminta maaf, maka saya menyerahkan 1 dollar itu ke dalam kepalan tangannya yang sibuk menyeka air matanya

maaf ya... saya kira harga satuannya

ujar saya menjelaskan

sambil bersungut diapun pergi

karena merasa bersalah, saya mengamati punggungnya yang menjauh selama beberapa menit, namun rupanya dia bisa melupakan kejadian itu dengan cepat karena ketika melihat turis lain yang berdatangan dengan sigap dia mendatangi mereka, dasar penjual !


bersambung

Share:

Gili Trawangan

giliislandmap

Nah ini dia salah satu spot liburan favorit di pulau Lombok, selain terkenal karena pasirnya yang putih dan terumbu karang yang cantik, pulau Gili terutama Gili trawangan paling terkenal dengan party beach nya, pilihan sea food nya juga menjanjikan, dan yang paling saya suka karena merupakan pulau kecil yang bisa di explore cukup dengan sepeda saja maka pulau ini terkenal sangat bersih dari polusi sesuai motonya 'No cars, no motorbikes, no hassles' nah untuk pecinta pantai pulau ini adalah a must see place deh pokonya.

DSC00874

Untuk menuju Gili trawangan ini jika bepergian lewat udara semua pesawat akan mendarat di Mataram, lalu dari situ ada layanan menuju pelabuhan langsung, saya sendiri menggunakan jasa taxi yang harganya sudah dipatok, dari bandara kita akan melewati area Senggigi, hutan-hutan yang dipenuhi monyet sampai kebun cabe. Jalan menuju pelabuhan Bangsal ini juga selain memakan waktu 1,5 jam lebih, jalan nya lumayan berkelok-kelok tajam, saya sempat pusing dibuatnya.
DSC00932      (senggigi)

Dari pelabuhan ada layanan kapal menuju Gili, tarifnya waktu saya kesana masih sekitar 10 ribu, dan berangkat setiap 30 menit sekali, di kantor pelabuhan ini sebenarnya sudah ada ketetapan tarif, namun jika lagi sepi kapal-kapal ini menawarkan sistem borongan hanya jika kamu datang terlalu sore, dan sudah jarang muatan dan sialnya kalo sedang tidak ada penumpang, kamu diminta bayar penuh satu kapal, tapi jangan khawatir, ini jarang terjadi kok, biasanya selalu ada saja wisatawan yang datang kesorean jadi masih bisa sharing, yah kecuali kalo kamu benar-benar lagi apes, jadi kalo bisa usahakan sampai Bangsal jangan  pernah sampai lewat jam 4.

Image

Owkeh perjalanan menuju pulau kurang lebih sekitar 30 menit, kapal sempat bergoyang-goyang agak miring saat itu namun masih tahap wajar. Sesampainya disana jika panginapanmu masih jauh dengan tentengan bejibun salah satu alternatifnya adalah menyewa cidomo, saya selalu berpikir angkutan model delman ini  untuk short distance lebih mahal dari taxi di London sekalipun, karena jarak dekat saja dia minta tarif minimal 25 ribu (itu zaman tahun 2010)  dengan catatan hitungan jarak terdekat 100 meter, tak heran jika misalnya mereka meminta 50 ribu sekarang untuk tarif minimal, jika tujuan jauh di ujung pulau entahlah, nah sebaiknya nego terlebih dahulu, namun you know lah semisal saat bawaan banyak, matahari yang sangat menyengat dan lelah yang menyerang membuat cidomo ini laku-laku saja, cukup banyak orang memakai jasa ini jadinya, sementara saya pribadi karena masih ada sisa stamina memaksakan jalan saja sekitar 20 menit sambil terseok-seok menuju penginapan Beach house yang serasa perjalanan 2 jam (lebay) karena dehidrasi kepanasan, maka begitu sampai setelah check in tanpa buang waktu saya langsung membasuh seluruh tubuh di shower dan langsung menyebur ke kolam untuk menyegarkan diri.
flat,550x550,075,f(cidomo)

the-beach-house-resort                                                                    (kolam di beach house)
DSC00877(Scallywags resto dan penginapan tempat yang ideal untuk sekedar minum & hangout di kursi bantal2nya yg empuk)

Villa  tempat saya menginap ini kelasnya beragam mulai dari kamar standar sampai deluxe dengan beda fasilitas dan tarif namun rata-rata kamar mandi di penginapan ini semi outdoor sehingga jika hujan turun ya pastinya kehujanan juga hehe, dan rupanya memang rata-rata penginapan di Gili T ini semua kamar mandinya tipe semi outdoor begitu, saya pribadi fine-fine kok, tapi mungkin tidak untuk sebagian orang, kendalanya sesekali kadang jadi parno, takut ada yang mengintip :D

tir-na-nog                             (contoh semi out door bathroom dengan bagian shower yang open roof)

Anyways...  Villa tempat saya menginap ini lokasinya terdapat di area jantungnya nya cafe-cafe dan pub yang berjejer rapih, mulai dari Japanase food, Italian food, Irish pub, Indian food dll, namun perlu diakui semua harga makanan dan minuman di area ini diatas rata-rata, tapi jangan khawatir untuk kelas backpacker ada warung makan, mie ayam dan night market yang menjual makanan seafood :D

DSC00882
DSC00881(pilihan menu di beach house restoran)

kegiatan malam yang biasa dinikmati dipulau ini misalnya adalah menonton film di layar proyektor yang digelar si sebuah resto, syaratnya cukup memesan minuman saja, meski memutar film-film lama namun tetap saja seru, biasanya di depan resto ini dipajang informasi jadwal filmnya, jadi orang-orang bisa prepare sebelumnya, tipe-tipe film yang digelar juga selalu yang dramatis seperti Slumdog millionaire, Titanic atau film-film yang mengharukan sampai membuat penonton menangis, lucu juga kalo dipikir-pikir. Nah selain hangout di cafe ada satu resto India dimana kamu bisa menghirup Seesha dan menikmati indian food tentunya, bayangkan sambil makan malam dengan temaram lilin di bawah bintang dengan pemandangan laut apalagi yang lebih sempurna dari ini hehe. Dan sementara buat kamu yang suka party setiap malam sekitar jam 9 lewat biasanya Irish bar 'Tir na gog' adalah pilihan yang afdol untuk besenang-senang sampai pagi, di Pub dan juga penginapan ini biasanya selalu ada acara setiap rabu malam sementara opsi lainnya adalah Rudy's pub setiap jumat

DSC00853                                                (Indian poppadom and seesha, beneath the starry sky)


DSC00867                                                   (kegiatan di Tir na nog/irish pub pada malam hari)

Di Gili T ini selain berkeliling memakai sepeda yang wajib dilakukan adalah snorkeling dan diving, sangat cocok bagi pemula karena banyak juga tempat untuk belajar diving disini. Ada beberapa tour penyedia paket ini di sepanjang jalan, jadi jangan sampai ketinggalan, untuk kegiatan day trip nya sendiri ada kapal menuju Gili meno dan Gili air yang bisa kamu tengok. Bagi yang suka dengan pantai cantik dan sepi wajib mengunjungi Gili meno, sumpah pantai ini luar biasa cantiknya!

DSC00921DSC00917
       (gili meno, begitu melihat pantainya saya langsung jatuh cinta)

DSC00911DSC00903

(pelestarian penyu dan souvenirs khas lombok)

sementara dibawah ini adalah beberapa site yang akan membantu informasi akomodasi dan transportasi :

http://www.gili-hotels.com/budget_hotels/

http://www.gili-paradise.com/fast-boats/

http://www.gili-fastboat.com/

http://www.lomboktravelnet.com/info/transportasi-ke-lombok.html

http://www.lomboktourguide.com/

http://www.lombokvillas.net/

PS : perlu diingat bahwa Gili T ini untuk semua harga terbilang cukup mahal, mengingat semua makanan dan minuman harus diangkut dari satu pulau ke pulau lainnya, dibanding tetangganya Bali yang masih memiliki area serba ekonomis dan persaingan bisinis yang ketat maka sangat memungkinkan untuk budget traveler bisa survive lama, sementara Gili T yang area dan persaingan bisnisnya tidak seluas Bali nampaknya tidak bisa menekan harga lebih rendah untuk para backpacker apalagi saat high season  karena alasan diatas tadi , jadi meski kamu backpackeran untuk Gili T ini siapkan budget tambahan. Oya  tahun 2010 lalu saat saya kesana, untuk pengadaan listrik masih belum merata, terkadang siang hari listrik dimatikan untuk menghemat daya, dan sesekali terkadang suatu malam tidak ada aliran listrik selama liburan seminggu saya disana, meski tidak pernah lama, namun kemungkinan sekarang sudah banyak yang berubah
Share:

Tips dan Info traveling ke Karimun jawa

Banyak orang yang tidak mengetahui dimana letak Karimun jawa, bahkan ternyata banyak yang belum pernah mendengar nama pulau ini. Seperti kata orang bahwa Karimunjawa mungkin tak sepopuler Bali, Lombok, atau Bunaken namun keindahan pantainya dan kekayaan hayati nya tidak kalah dengan pulau-pulau yang sudah populer tadi.

Oke.... perlu diketahui bahwa Karimun jawa adalah salah satu kepulauan di utara laut jawa yang masih belum ter exploitasi, mungkin karena masih jarang orang tahu, maka tak heran semakin bersih juga pantainya. Namun  begitu beberapa tahun belakangan ini Karimun Jawa menjadi semakin nge tren, dan menjadi another tourist distination bagi wisatawan asing maupun lokal,

Kenapa Kepulauan ini begitu spesial ?

karena Karimun jawa merupakan salah satu dari 9 Taman Laut Nasional di Indonesia, di kepulauan ini terdapat 5 jenis ekosistem beragam mulai dari terumbu karang, rumput laut, hutan bakau, hutan pantai, dan hutan hujan tropis dataran rendah dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

Kepulauan ini terdiri dari 27 pulau:

  • Yang berpenghuni:

    • Karimunjawa

    • Kemujan

    • Nyamuk

    • Parang

    • Genting

  • Yang tidak berpenghuni:

    • Menjangan Besar

    • Menjangan Kecil

    • Cemara Besar

    • Cemara Kecil

    • Geleyang (30 ha)

    • Burung

    • Bengkoang (92 ha)

    • Kembar (11,2 ha)

    • Katang (2,8 ha)

    • Krakal Besar (2,8 ha)

    • Krakal Kecil (2,8 ha)

    • Sintok

    • Mrican

    • Tengah

    • Pinggir

    • Cilik (2 ha)[1]

    • Gundul

    • Seruni

    • Sambangan

    • Cendekian

    • Kumbang (8,8 ha)

    • Mencawakan (atau Menyawakan)

Nah untuk menuju kesana ada 2 opsi yang pertama dari Jepara, yang ke dua dari Semarang, transport dari dua kota ini mempunyai jadwal berbeda menuju Karimun jawa, dan kapal yang menuju kesana tidak bertolak setiap hari, oleh karena itu bagi yang punya waktu libur dan cuti sedikit sebelum pergi ada baiknya memperhatikan dahulu jadwalnya baru disesuaikan, karena bisa-bisa ketika waktu liburan habis terbuang karena datang pada hari yang salah.

Oke ini jadwal kapalnya yang saya copy dari salah satu web

Jadwal Kapal Cepat Express Bahari









jadwal kapal cepat express bahari
express bahari

perjalanan dari Pelabuhan Kartini menuju Pulau Karimun jawa memakan waktu (+- 1,45 jam)

Jepara - Karimunjawa
Senin : 10.30 WIB
Selasa : 10.30 WIB
Jumat : 14.00 WIB
Sabtu : 10.30 WIB

Karimunjawa - Jepara
Senin : 13.00 WIB
Rabu : 10.30 WIB
Sabtu : 08.00 WIB

Jadwal Kapal cepat Kartini









jadwal kapal cepat kartini
kapal cepat kartini

Kapal Cepat Kartini adalah kapal cepat ber-AC dengan kapasitas 168 penumpang. Waktu perjalanan dari dermaga Kartini, Jepara ke Karimun Jawa adalah 2,5 jam perjalanan, sedangkan dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang adalah 3,5 jam perjalanan.

Semarang - Karimunjawa
Sabtu : 09.00 WIB
Senin : 07.00 WIB (1 bulan 2x, pekan I dan III) transit via Jepara

Karimunjawa-Semarang
Minggu : 14.00 WIB
Selasa : 11.00 WIB (1 bulan 2x, pekan I dan III) transit via Jepara

Jadwal Kapal cepat Santika









jadwal kapal cantika karimunjawa
kapal cepat cantika

perjalanan dari Pelabuhan Kartini menuju Pulau Karimun jawa memakan waktu (+- 1,45 jam)
kapal express cantika 89 mempunyai ruangan yang luas serta bersih, dinginnya udara ac, tv layar lebar, serta perlengkapan keamanan yang baik ( life jacket, pelampung, perahu penyelamat, pemadam kebakaran, area sampah, dsb ) dan panorama yang indah bikin anda jadi amat aman serta nyaman didalamnya.

Jepara – Karimunjawa
senin. : jam 10. 30
selasa : jam 10. 30
jumat : jam 14. 00
sabtu : jam 10. 30
Kamis - off/libur

Karimunjawa – Jepara
senin. : jam 13. 00
rabu. : jam 10. 30
sabtu. : jam 08. 00
minggu : jam 14. 00

Jadwal kapal Feri Muria









jadwal kapal Ferri Muria
kapal ferri muria

Kapal feri KMP Muria dengan semboyannya "Bangga Menyatukan Nusantara" adalah salah satu alternatif cara untuk mencapai Karimunjawa. Melayani pelayaran Jepara - Karimunjawa seminggu 3 kali, kapal ini menjadi favorit karena harga tiketnya yang murah meriah. perjalanan dari Pelabuhan Kartini menuju Pulau Karimun jawa memakan waktu +- 6 jam.

Jepara - Karimunjawa
Senin, Rabu dan Sabtu

Karimunjawa - Jepara
Selasa, Kamis dan Minggu

KETERANGAN :

  • Jadwal tersebut diatas merupakan rute dan waktu rutin transportasi ke Karimunjawa

  • KMC Kartini 1 merupakan Kapal Penumpang dan Kapal Ferry Muria merupakan Kapal Penumpang dan Barang (mobil,motor,truk,dlsb)

  • Dari Semarang melalui Pelabuhan Tanjung Mas, dari Jepara di Pelabuhan Kartini dan Karimunjawa di Pelabuhan Karimunjawa

  • Jadwal KMC Kartini 1 untuk hari SENIN (Semarang-Jepara-Karimunjawa) dan SELASA (Karimunjawa-Jepara-Semarang) hanya pada Minggu I dan III

  • Jadwal tersebut dapat berubah jika ada pemberitahuan lebih lanjut tentang penambahan atau pembatalan jadwal sesuai kebijakan yang berlaku dari Dinas

  • Penumpang kapal diharapkan untuk tiba di Pelabuhan 45 menit sebelum jadwal keberangkatan

Nah setibanya di Karimun jawa yang dibutuhkan selanjutnya adalah opsi penginapan, begitu sampai di pelabuhan kamu akan dikerubuti oleh para tukang becak yang menawarkan jasa angkutan, perlu diketahui jarak dari pelabuhan ke penginapan yang terdekat sekitar 25 menit jika ingin berjalan kaki di udara yang panas, jadi kalo ingin menghemat waktu dan tenaga ada baiknya gunakan jasa becak ini selain langsung diantar ke tujuan pula, dan pastinya tidak akan tersesat, kalo tidak salah tawaran mereka Rp 15000 menuju Alun-alun. Sementara bagi yang belum booking apapun di pelabuhan ini terdapat meja informasi, mereka mempunyai opsi penginapan beserta harga, alamat dan nomor kontak.Di bagian info ini mereka juga akan memberi tahukan penginapan mana saja yang sudah penuh dan yang masih kosong, dan bisa berkonsultasi langsung akan biaya dan sebagainya, hanya saja terkadang meja ini terlalu penuh, karena banyaknya pertanyaan dari wisatawan yang baru saja tiba , jadi ada baiknya melakukan research dulu lewat internet, jadi terburuknya tidak ada tempat bertanya jadinya tidak terlalu blank.



DSC03720



Dibawah ini adalah  beberapa opsi kamar budget yang saya copy dari salah satu web

















































































































































































































































Penginapanisi orng Biaya/orng 1 mlmFasilitas
Homestay Kamar Mandi Dalam175.000Bed, Fan, Kamar Mandi Dalam,toilet jongkok, jumlah kamar 5
250.000
335.000
Wisma Cemara AC1250.000AC, Bed, Fan, Kamar Mandi Dalam, Shower, Toilet Duduk, Jumlah kamar 9
2140.000
3110.000
Villa Mangrove4175.0001 villa ada 2 kamar AC, kamar mandi, ruang tamu, TV, Mini Kithcen, tersedia 6 villa
5150.000
6125.000
KarimunJawa Paradise Villa6175.0001 villa ada 2 kamar AC, kamar mandi, ruang tamu, TV, Dapur+kompor gas dan perlengkapan masak, balkon, view menghadap laut sunset, tersedia 1 villa
Griya Wisata Standart1200.000Bed, Fan, AC, Kamar Mandi Dalam, Shower, Toilet Jongkok, Jumlah Kamar 2
2125.000
Griya Wisata Family2150.000Bed, Fan, AC, Kamar Mandi Dalam, Shower, Toilet Duduk, Jumlah Kamar 2
3125.000
490.000
Wisma Wisata1250.000Bed, AC, Kamar Mandi Dalam, Toilet Duduk, TV, Jumlah Kamar 7
2150.000
3120.000
Hotel Karimun Jawa Inn Standart1280.000Bed, AC, Kamar Mandi Dalam, Toilet Jongkok, TV, Jumlah Kamar 10
2160.000
3130.000
Hotel Karimun Jawa Inn Suite1350.000Bed, AC, Kamar Mandi Dalam, Toilet Duduk, shower, TV, Jumlah Kamar 6
2200.000
3175.000
Hotel Blue Laguna1350.000Bed, AC, Kamar Mandi Dalam, Toilet Duduk, TV, Jumlah Kamar 5
2200.000
3175.000
Wisma Apung A1350.000Bed, AC, Kamar Mandi Dalam, Toilet Jongkok, Lokasi tengah laut yg unik, ada 4 Kamar
2200.000
3175.000
Wisma Apung B1225.000Bed, Kamar Mandi Dalam, Toilet Jongkok, Lokasi tengah laut yg unik, ada 6 Kamar
2150.000
3130.000
Wisma Apung C1200.000Bed, Kamar Mandi Luar, Toilet Jongkok, Lokasi tengah laut yg unik, ada 6 kamar
2125.000
3110.000
Hotel Asri1325.000Bed, AC, Kamar Mandi Dalam, Toilet, TV LCD, Jumlah 10 kamar
2175.000
3135.000
Villa Alchy Waru4150.000Bed, AC, Kamar Mandi dalam, lokasi tepi laut (sunset), toilet kamar mandi dalam
5135.000
6115.000
Villa Alchy Cemara8140.000Bed, AC, Kamar Mandi dalam, lokasi tepi laut (sunset), toilet kamar mandi dalam
9125.000
10115.000
New Ocean Hotel1400.000Bed, AC, Kamar Mandi dalam, TV, air mineral, coffee, sugar, handuk, sandal, sabun, shamphoo, pasta gigi, sikat gigi, jumlah kamar 9
2250.000
3200.000




  • Homestay Dafista

  • Homestay Gatot

  • Homestay Hadi

  • Homestay Kamisan

  • Homestay Srikandi (Guest House)

  • Homestay Anik

  • Homestay Prapatan

  • Homestay Pek

  • Homestay Liandry

  • Homestay Hamfah

  • Homestay Arryani

  • Homestay Akbar

  • Homestay Mulyo Indah

  • Homestay ARI


Pilihan untuk yang berkantong tebal ada


Saya sarankan jika kesini punya banyak waktu, untuk pengalaman cobalah menginap barang 1 malam di wisma apung, selain berada di atas terumbu karang yang cantik, kita bisa bersnokeling seharian kapanpun kita mau tanpa harus tur ke pulau lain, tak hanya itu, kita juga bisa bermain-main dengan hiu kapan saja, benar-benar merupakan suatu pengalaman yang seru tidur diatas laut yang dikeliling terumbu karang dan ikan-ikan cantik, hanya saja perlu digaris bawahi harga kamarnya untuk tipe standar saja dengan wc diluar yang berupa kamar kecil dengan tempat tidur dengan kipas angin saja lebih mahal dibanding home stay yang ada di darat ( pasti sekarang harganya sudah lebih mahal dibanding tahun 2010 yg bertarif 175 untuk kamar standar dan deluxe 350 ) semua karena fasilitas di bawah lautnya itu, sementara untuk sarapan atau makan malam sendiri jika malas menyebrang bisa langsung memesan disana. Jika tertarik berhati-hatilah dengan bulu babi yang berada di sekitarnya, gunakan selalu fin.


karimun-006_20090830_1334213898

                                                                              (wisma apung)


DSC03834                                                         (diantara ikan pari, bintang laut dan Hiu2)



Image      (view dari nirwana Lodge )



Untuk area alun-alun nya sendiri sebenarnya tidak seramai yang kita kira, intinya ini adalah lapangan luas tempat orang berkumpul dan melakukan aktivitas, biasanya pagi-pagi dipakai pertandingan bola, sementara malamnya dipenuhi kegiatan pasar yang rata-rata menjual makanan dan jajanan. Area sekitarnya adalah rumah penduduk dan beberapa home stay, rupanya sekarang  home stay ini mulai menjamur karena tiap tahunnya apalagi saat high season banyak wisatawan yang tidak kebagian kamar. Di alun-alun ini untuk makan siang opsi tempat makan yang saya ingat hanya warung ibu Esther, enaknya untuk kelas backpacker semua harga makanan disini sangat murah, kecuali kalo kamu datang ke cafe resort atau sekelas cafe Amor (cafe posh di jalan jendral sudirman) , harga menu makanannya diatas standar semua, jadi baiknya jika ingin menghemat makan saja di warung ini.


Perlu diketahui bahwa disini tidak seperti kota besar pada umumnya, listrik pun masih terbatas jadi ada kalanya tidak ada listrik untuk beberapa jam lamanya, tidak ada ATM, apotek dan toserba, jadi untuk obat-obatan, uang cash dan sunblock di sediakan sejak dari Semarang dan Jepara. Sementara untuk aktivitas pulaunya sendiri kita harus menyewa jasa kapal, atau bahkan ikut tur yang diadakan penyedia layanan.




Aktivitas nya sendiri selama disana adalah

Berenang & Snorkling
Memancing & Bakar ikan/ seafood

Melihat kehidupan para nelayan di Pulau Karimun

Melihat terumbu karang/ biota laut di Taman Nasional Laut Karimunjaya

Melihat penangkaran ikan hiu dan penyu
berenang bersama hiu

Keliling pulau bermain-main di pantai

Hunting foto
Melihat/ menikmati sunrise dan sunset di Pantai




Sementara spot-spot yang wajib dikunjungi adalah

P.Cemara Kecil
P.Cemara Besar
P.Menjangan Kecil ,
P.Menjangan Besar ,
P.Kecil ,
P.Tengah
P.Sintok ,
P.gosong dan Tanjung Gelam


karimunjawa-map

Pulau-pulau yang menjadi favorit untuk dikunjungi para turis karena keindahan alamnya antara lain Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Kecil, dan Tanjung Gelam yang berada di bagian barat pulau karimunjawa, pulau cilik, pulau tengah, pulau sintok, pulau sruni dan pulau sambangan yang berada di bagian sebelah timur Pulau Karimunjawa, sehingga dibutuhkan setidaknya 2-3 hari full day dari pagi sampai sore hari untuk menjelajahi pulau utama.


ImagePantai Tanjung Gelam.


Image Sunset di Tanjung Gelam.

Imagesnorkeling di area gosong, spektakuler, fantastis!

DSC03799  DSC03775

(pulau cilik dan pulau gosong tengah)

gosong-island-karimunjawa

                                                (pulau gosong,seoonggok pasir putih di tengah laut)

Share:

Popular Posts

Blog Archive

Categories

Recent Posts